Selamat Tinggal Privasi! Siap-siap History Online Anda Dijual

Dythia Novianty

Kamis, 30 Maret 2017 | 11:41 WIB
Selamat Tinggal Privasi! Siap-siap History Online Anda Dijual
Ilustrasi browsing internet. [Pixabay]

Suara.com - Kongres Amerika Serikat telah memutuskan mencabut berbagai perlindungan privasi internet. DPR dan Senat mencabut aturan Federal Communications Commission (FCC) dimulai sejak pemerintahan Obama berakhir.

Keputusan ini tengah menanti penandatanganan Presiden Trump. Pencabutan hukum tersebut telah ditetapkan untuk memberikan kontrol kepada konsumen atas privasi online mereka, memastikan bahwa Internet Service Provider (ISP) harus memberitahukan pelanggan mereka sebelum mengumpulkan dan berbagi wawasan online tentang perilaku online Anda.

Pada dasarnya, segala tindakan dan interaksi secara online sangat berharga untuk tujuan pemasaran. Beberapa pendukung privasi menyatakan bahwa ISP sekarang harus berdiri agar "Informasi Terjual untuk Profit".

Pelobi untuk ISP berpendapat bahwa peraturan FCC melawan netralitas kompetitif. Dimana aturan yang sama tidak berlaku untuk Google dan Facebook.

Partai Republik telah menyarankan bahwa ISP harus diatur oleh Federal Trade Commission (FTC) bukan FCC.

"Langkah ini tidak mengherankan," kata Ari Scharg, advokat privasi dengan Aliansi Privasi Digital.

"Kami tahu bahwa hak privasi dan kebebasan akan diungkap pada tingkat federal di bawah pemerintahan ini. Tapi ada hikmahnya. Pertarungan sekarang lokal pada saat akar rumput aktivisme bergelombang," ujarnya.

Benar saja, beberapa akun GoFundMe telah muncul untuk membeli data penjelajahan mereka yang memberikan suara untuk pencabutan hukum ini.

"Negara di seluruh negeri sudah melangkah untuk melindungi privasi konsumen dengan cara yang berarti," kata Scharg.

baca juga

"Harapan kami adalah bahwa skala penuh serangan ini pemerintahan pada privasi pada akhirnya akan menjadi bumerang. Masalah privasi konsumen akan menjadi lebih jelas, dan kita berpikir bahwa kita akan berakhir dengan undang-undang privasi negara jauh lebih kuat dari sebelumnya," paparnya.

Sejumlah negara, seperti Illinois, California, dan Connecticut telah bergerak maju dengan undang-undang yang berfungsi memberikan konsumen lebih banyak pengetahuan mengenai pengumpulan dan pembagian perilaku data/internet online.

Illinois saat ini sedang menjajaki RUU "Hak untuk Tahu" yang akan memberlakukan kewajiban pada situs komersial untuk memberitahu pengguna, ketika data pribadi mereka sedang dikumpulkan.

Hal ini dapat membingungkan berapa banyak data dapat dikumpulkan tentang perilaku online Anda. Aktivitas Anda akan dipantau mulai dari pola Anda tidur, kebiasaan makan dan keinginan terdalam.

Bisa dibayangkan jika semua history browsing internet yang pernah Anda lakukan dijual ke umum? [Big Think]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Peneliti: Ini Alasan Seseorang Jadi Intip Profil Medsos Anda

Peneliti: Ini Alasan Seseorang Jadi Intip Profil Medsos Anda

Tekno | Jum'at, 27 Januari 2017 | 07:13 WIB

Awas! Di Penghujung Tahun Seluruh Internet Mati 24 Jam

Awas! Di Penghujung Tahun Seluruh Internet Mati 24 Jam

Tekno | Kamis, 22 Desember 2016 | 19:45 WIB

Sistem Keamanan Apple, BlackBerry dan Microsoft Diperiksa

Sistem Keamanan Apple, BlackBerry dan Microsoft Diperiksa

Tekno | Selasa, 10 Mei 2016 | 17:55 WIB

Tujuh Tips Menjaga Privasi Anda dalam Smartphone

Tujuh Tips Menjaga Privasi Anda dalam Smartphone

Tekno | Jum'at, 18 Desember 2015 | 14:25 WIB

Kembangkan Fitur Perekam, Facebook Dikritik

Kembangkan Fitur Perekam, Facebook Dikritik

Tekno | Jum'at, 06 Juni 2014 | 05:50 WIB

Terkini

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:38 WIB

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret

Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:30 WIB

1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?

1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta

Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan

Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Derita Pekerja asal Jambi, Cacat Permanen Akibat Kecelakaan Kerja di Kampar

Derita Pekerja asal Jambi, Cacat Permanen Akibat Kecelakaan Kerja di Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:24 WIB

Gus Alex Didakwa Terima USD 5,2 Juta di Korupsi Kuota Haji

Gus Alex Didakwa Terima USD 5,2 Juta di Korupsi Kuota Haji

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:20 WIB

17 Caption 17 Agustus Singkat Aesthetic untuk Instagram

17 Caption 17 Agustus Singkat Aesthetic untuk Instagram

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Pemulihan Ekosistem Palsu Mengintai di Balik Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan

Pemulihan Ekosistem Palsu Mengintai di Balik Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:16 WIB

×