Peringatan Letusan Tambora: 5 Gunung Api Paling Berbahaya Sedunia

Liberty Jemadu | Suara.com

Selasa, 11 April 2017 | 07:21 WIB
Peringatan Letusan Tambora: 5 Gunung Api Paling Berbahaya Sedunia
Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda (Shutterstock).

Suara.com - Pada 10 April kemarin kita mengenang 202 tahun letusan Gunung Tambora di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Bencana alam itu disebut sebagai letusan gunung berapi paling merusak dalam 10.000 tahun terakhir oleh majalah Smithsonian karena dampaknya yang terasa hingga ke Amerika bagian utara.

Tambora meletus pada 1815 dan melepaskan gas sekitar 50 kilometer kubik yang mengandung debu dan batuan, serta memicu tsunami di laut sekitarnya. Diperkirakan lebih dari 90.000 orang tewas di Sumbawa dan sekitarnya akibat letusan itu.

Tetapi dampak letusan Tambora tak hanya terbatas di Indonesia.

"Gas sulfur dalam jumlah besar dari gunung itu bercampur dengan uap air di udara. Didorong oleh angin stratosfer, gas asal sulfur, debu, dan abu menyelimuti Bumi dan menghalangi cahaya matahari," tulis Robert Evans dari majalah Smithsonian.

Gas dan debu yang disemburkan Tambora menyebar hingga ke belahan Bumi utara, memicu gagal panen dan kelaparan mulai dari Cina, Eropa, hingga ke Amerika bagian Utara.

Meski rangkaian letusan Tambora berakhir pada Juli tahun yang sama, tetapi dampaknya terasa hingga 1816. Letusan Tambora diyakini sebagai penyebab fenomena yang dalam sejarah di Barat dikenal sebagai "tahun tanpa musim panas" yang terjadi pada 1816. Bahkan Tambora diyakini berperan dalam terciptanya salah satu karakter fiksi paling masyur di dunia, "Dr. Frankenstein"

Setelah Tambora, dunia mencatat letusan Krakatau 1883, yang juga menyebabkan tewasnya sekitar 36.000 orang.

Tetapi menurut penelitian, sejak 1980an, kematian akibat letusan gunung berapi semakin berkurang. Meski demikian penyebabnya bukan karena bagusnya manajemen bencana, tetapi sebagian besar karena keberuntungan.

Penelitian para pakar kegunungapian justru menunjukkan bahwa bahaya letusan gunung api masih tinggi, terutama karena gunung-gunung api aktif terletak di sekitar kawasan padat penduduk.

Berikut adalah lima gunung api paling berbahaya di dunia:

1. Vesuvius di Italia



Dikenal karena letusan dasyatnya pada tahun 79 Masehi yang melenyapkan kota Pompeius dan Herculaneum, Vesuvius masih memendam ancaman, terutama mengingat letaknya yang dekat dengan kota Napoli, yang dihuni lebih dari 3 juta jiwa.

Vesuvius punya karakter khusus. Dari catatan sejarah diketahui bahwa letusan gunung api ini melepaskan kolom-kolom gas berukuran raksasa yang melesat mencapai stratosfer, melampui ketinggian terbang pesawat komersial.

Tak hanya itu, jika gunung api itu telah melepaskan semua energinya, maka kolom gas itu diyakini akan runtuh, menyebabkan hujan batuan yang jatuh dalam kecepatan tinggi dan gelombang awan panas yang menghancurkan semua benda dan bangunan yang dilewatinya.

Gelombang awan panas itu, yang bisa menjangkau jarak puluhan kilometer, dipercaya bisa meluluhlantakan Napoli dan mengubah nasibnya sama seperti Pompeius.

2. Nyiragongo di Congo



Dalam beberapa dekade terakhir, gunung di Afrika bagian tengah itu, sudah beberapa kali meletus. Meski tidak besar, letusan Nyiragongo menghasilkan lahar yang sangat cair dan berbahaya karena kecepatan alirannya yang sukar diantisipasi.

Contohnya pada 2002, ketika lahar di puncak Nyiragongo melewati batas kawah dan mengalir ke arah kota Goma dengan kecepatan 60 kilometer per jam. Beberapa bagian kota itu terendam lahar hingga ke dalaman 2 meter.

Untungnya warga kota sudah diperingatkan dan 300.000 orang sudah dievakuasi.

3. Popocatepetl di Mexico



Disebut "Popo" oleh warga lokal, gunung api ini hanya berjarak 70 kilometer dari ibu kota Mexico City. Kota ini didiami oleh lebih dari 20 juta orang. Popo dikenal sebagai gunung api aktif dan pada 2016 lalu letusannya melesatkan debu setinggi 5 km.

Yang berbahaya dari Popo adalah produksi lahar dingin yang bisa mengalir dalam kecepatan tinggi dan menghanyutnya benda serta bangunan yang dilewatinya.

4. Krakatau di Indonesia



Ketika meletus pada 1886, letusan Krakatau berkekuatan yang 13.000 kali lipat dari ledakan bom atom Hiroshima. Letusan itu melenyapkan pulau Krakatau, tetapi juga melahirkan apa yang sekarang kita kenal sebagai Anak Gunung Krakatau.

Sejak 1920an, Anak Gunung Krakatau terus bertumbuh dan kini diperkirakan setinggi 300 meter di atas permukaan laut. Sejak 2007 para ilmuwan memantau adanya aktivitas signifikan dari gunung api yang terletak di Selat Sunda itu.

Terakhir kali Anak Gunung Krakatau terpantau pada Maret kemarin. Meski belum diketahui apakah letusannya akan sebesar induknya, tetapi letaknya yang di antara dua pulau dengan penduduk terbanyak di Tanah Air, Jawa dan Sumatera, diyakini memiliki dampak dan ancaman yang besar.

5. Changbaishan di China



Gunung api ini jarang didengar dan terletak di salah satu pojok Asia. Ia terakhir kali meletus pada 1903, tetapi sejarah letusannya bisa membuat terkejut.

Pada sekitar 969 Masehi, Changbaishan meletus dan melepaskan material vulkanik yang tiga kali lebih banyak ketimbang Krakatau. Letusannya disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam 10.000 tahun terakhir.

Salah satu ancaman terbesar gunung api ini adalah salah satu kawahnya yang bisa menampung material hingga 9 kilometer kubik. Jika kawah ini bobol, maka material di dalamnya bisa mengancam sekitar 100.000 orang yang tinggal di sekitarnya. (Phys.org)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Klarifikasi Dugaan Prostitusi Sesama Jenis di Tambora: Bukan Prostitusi, Tapi Suka Sama Suka

Polisi Klarifikasi Dugaan Prostitusi Sesama Jenis di Tambora: Bukan Prostitusi, Tapi Suka Sama Suka

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:28 WIB

Dua Pria Suka Sama Suka Digerebek Warga di Tambora, Polisi: Tak Ada Tarif, Bukan Prostitusi Online

Dua Pria Suka Sama Suka Digerebek Warga di Tambora, Polisi: Tak Ada Tarif, Bukan Prostitusi Online

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:39 WIB

Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi

Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi

News | Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:10 WIB

Motor Dicuri di Depan Rumah, Pemilik Syok Dapat Kabar Baik dari Polsek Tambora Keesokan Harinya

Motor Dicuri di Depan Rumah, Pemilik Syok Dapat Kabar Baik dari Polsek Tambora Keesokan Harinya

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 14:28 WIB

Dua Bandit Bercelurit Harus Mendekam dalam Jeruji Besi Usai Jambret Kalung Emas di Tambora

Dua Bandit Bercelurit Harus Mendekam dalam Jeruji Besi Usai Jambret Kalung Emas di Tambora

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 11:06 WIB

Fakta Baru Kasus Pria Dikira Panggul Mayat, Biawak Gagal Dijual Dibawa Pulang Jalan Kaki

Fakta Baru Kasus Pria Dikira Panggul Mayat, Biawak Gagal Dijual Dibawa Pulang Jalan Kaki

News | Senin, 09 Februari 2026 | 17:23 WIB

Viral Disangka Gendong Mayat, Pria di Tambora Ternyata Bawa Biawak 2 Meter

Viral Disangka Gendong Mayat, Pria di Tambora Ternyata Bawa Biawak 2 Meter

News | Senin, 09 Februari 2026 | 11:35 WIB

Geger Pria di Tambora Terekam CCTV Panggul Karung Diduga Isi Mayat, Warga Tak Sadar

Geger Pria di Tambora Terekam CCTV Panggul Karung Diduga Isi Mayat, Warga Tak Sadar

News | Minggu, 08 Februari 2026 | 20:54 WIB

Viral CCTV Pria Diduga Gendong Mayat di Tambora, Polisi Turun Tangan

Viral CCTV Pria Diduga Gendong Mayat di Tambora, Polisi Turun Tangan

News | Minggu, 08 Februari 2026 | 12:07 WIB

Wajah Baru Kolong Tol Angke: Usulan Pelaku Tawuran Disulap Jadi Skate Park Keren

Wajah Baru Kolong Tol Angke: Usulan Pelaku Tawuran Disulap Jadi Skate Park Keren

News | Senin, 19 Januari 2026 | 21:36 WIB

Terkini

Pemerintah Panggil Google dan Meta agar Patuhi PP TUNAS

Pemerintah Panggil Google dan Meta agar Patuhi PP TUNAS

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:55 WIB

32 Kode Redeem FC Mobile 31 Maret 2026, Siap Hadapi Kiper Raksasa 270 Cm?

32 Kode Redeem FC Mobile 31 Maret 2026, Siap Hadapi Kiper Raksasa 270 Cm?

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:50 WIB

35 Kode Redeem FF 31 Maret 2026, Bocoran Event Kolaborasi Gintama dan Squad Beatz Bulan April

35 Kode Redeem FF 31 Maret 2026, Bocoran Event Kolaborasi Gintama dan Squad Beatz Bulan April

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:30 WIB

HMD Crest 2 Pro Bakal Pakai Chip Snapdragon Terbaru, Usung Baterai 6.000 mAh

HMD Crest 2 Pro Bakal Pakai Chip Snapdragon Terbaru, Usung Baterai 6.000 mAh

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:54 WIB

Usai Debut di Filipina, HP Gaming Murah Nubia Neo 5 Series Bakal ke Indonesia

Usai Debut di Filipina, HP Gaming Murah Nubia Neo 5 Series Bakal ke Indonesia

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:50 WIB

Setara Laptop Entry Level: Harga PS5 Bekas di Maret 2026 Berapaan?

Setara Laptop Entry Level: Harga PS5 Bekas di Maret 2026 Berapaan?

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:20 WIB

10 Cara Mengatasi WhatsApp Pending padahal Sinyal Bagus, Coba Tips Ini

10 Cara Mengatasi WhatsApp Pending padahal Sinyal Bagus, Coba Tips Ini

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:58 WIB

Mantan Petinggi Perusahaan Sarankan Disney Akuisisi Fortnite dan Epic Games

Mantan Petinggi Perusahaan Sarankan Disney Akuisisi Fortnite dan Epic Games

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:45 WIB

Poco X8 Pro Rilis 2 April, Baterai 8500mAh dan Dimensity 8500

Poco X8 Pro Rilis 2 April, Baterai 8500mAh dan Dimensity 8500

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:33 WIB

REDMI 15 untuk Outdoor: Baterai Jumbo 7000mAh dan Tahan Air

REDMI 15 untuk Outdoor: Baterai Jumbo 7000mAh dan Tahan Air

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:22 WIB