Pukuli Penumpang Hingga Berdarah, Maskapai Amerika Dikecam

Liberty Jemadu

Selasa, 11 April 2017 | 18:14 WIB
Pukuli Penumpang Hingga Berdarah, Maskapai Amerika Dikecam
Seorang penumpang berwajah Asia diseret saat diusir paksa dari pesawat United Airlines di Chicago, AS pada Senin (10/4) [Twitter/Tyler_Bridges/Suara.com].

Suara.com - Maskapai penerbangan Amerika Serikat, United Airlines, menjadi bulan-bulanan di media sosial setelah terekam kamera memperlakukan seorang penumpang dari kelompok minoritas secara kasar.

Dalam sebuah video yang beredar luas di internet, tampak seorang penumpang berwajah Asia diusir secara kasar dari sebuah pesawat United Airlines. Tak hanya diusir, ia bahkan dipukuli oleh petugas keamanan bandara hingga berdarah sebelum diseret keluar dari pesawat.

Lelaki yang identitasnya belum diketahui itu terlihat lemah saat diseret di lorong kursi penumpang. Kacamatanya copot tergantung di hidung, darah mengucur di sekitar wajahnya, sementara kaos yang dikenakannya terangkat, hingga perutnya kelihatan.

Peristiwa keji itu, yang direkam dan diunggah ke Twitter oleh akun @Tyler_Bridges, terjadi pada Senin (10/4/2017) di dalam pesawat United Airlines bernomor penerbangan 3411 yang akan terbang dari Bandara Internasional O'Hare, Chicago ke Louisville, Kentucky.

Dalam sebuah surat yang dikirim kepada para karyawannya, CEO United Airlines, Oscar Munoz, mengatakan bahwa penumpang yang diusir itu telah melawan petugas keamanan. Munoz tak meminta maaf atas kejadian itu.

Munoz cuma bilang bahwa perusahaannya harus belajar dari peristiwa itu dan ia mendukung para karyawannya.

Dalam surat yang sama dia menjelaskan bahwa penumpang itu diminta turun dari pesawat karena pesawat telah penuh. Awalnya kru pesawat mencari sukarelawan yang mau turun, tetapi karena tidak ada yang bersedia maka mereka menggunakan prosedur "involuntary denied boarding", yang di dalamnya salah satu penumpang diminta turun dan diberikan ganti rugi.

Dalam kasus ini penumpang tersebut, jelas Munoz, sudah ditawari ganti rugi sebesar 1000 dolar AS.

"Tetapi ketika kami menghampiri salah satu penumpang untuk menjelaskan dengan sopan bahwa dia harus turun, ia meninggikan suaranya dan menolak untuk mengikuti instruksi kru pesawat," tulis Munoz.

Tetapi keterangan Munoz berbeda dengan kesaksian para penumpang yang lain.

Menurut Bridges, yang juga menumpang pesawat itu, sebelum diusir, lelaki itu mengatakan kepada staf United Airlines bahwa ia adalah seorang dokter dan harus segera pulang untuk merawat pasien-pasiennya.

Seorang penumpang lain bernama Jayse D. Anspach, yang menggunakan akun @JayseDavid di Twitter, menulis, "Tak ada penumpang yang sukarela untuk turun. Jadi United memilih seorang dokter Asia dan istrinya."

"Tampaknya ia dipukul, karena ia terlihat limbung dan terdiam... dan mereka menyeretnya keluar dari pesawat seolah-olah ia adalah boneka."

Seiring meluasnya penyebaran video itu, kecaman terhadap United Airlines juga semakin kencang. Maskapai itu dinilai tak menghormati penumpang dan berlaku diskriminatif terhadap warga minoritas. Kecaman semakin tajam karena ini bukal kali pertama maskapai itu berlaku kasar.

Para netizen menilai bahwa United tak pantas berlaku kasar pada penumpang yang telah secara sah membayar tiket. United dituding telah mengusir penumpang agar kursinya bisa diserahkan kepada salah satu pegawai maskapai tersebut.

"Mereka memukuli hingga berdarah seorang warga senior dan menyeretnya ke luar pesawat agar staf mereka sendiri bisa mengambil kursinya," tulis seorang pengguna Twitter.

Sementara pengguna Twitter lain curiga bahwa lelaki itu dipilih oleh staf United karena ia berwajah Asia.

Kemarahan rupanya menjalar hingga ke Cina. Di media sosial Cina, Weibo, berita terkait insiden ini diakses lebih dari 130 juta kali hingga Selasa siang.

Tak kurang dari Liu Qiangdong, pendiri situs belanja JD.com, mengomentari insiden ini.

"Peristiwa ini membuat saya mengingat lagi tiga pengalaman buruk saat terbang bersama United Airlines," tulis Liu dalam akun Weibo-nya yang memiliki lebih dari 3 juta follower.

"Pelayanan United Airlines adalah yang terburuk di dunia," lanjut dia.

Adapun Departemen Penerbangan Chicago mengatakan bahwa salah satu petugasnya tidak mengikuti protokol dan kini sedang menjalani pemeriksaaan. Sementara Departemen Transportasi AS (DOT) mengatakan sedang menyelidiki apakah United Airlines telah melanggar aturan dalam peristiwa ini. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

United Airlines Pusing Gara-Gara Kursi Mewah Boeing 737 MAX 10

United Airlines Pusing Gara-Gara Kursi Mewah Boeing 737 MAX 10

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:14 WIB

Mencekam! Ini Detik-detik Ban Pesawat United Airlines Lepas Saat Take Off, Penumpang Selamat?

Mencekam! Ini Detik-detik Ban Pesawat United Airlines Lepas Saat Take Off, Penumpang Selamat?

News | Jum'at, 08 Maret 2024 | 10:54 WIB

Terkini

Harga iPhone 14 per September 2026, Naik atau Turun Drastis?

Harga iPhone 14 per September 2026, Naik atau Turun Drastis?

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 12:27 WIB

Alasan John Herdman Coret Dony Tri Pamungkas dan Yakob Sayuri dari Skuad Timnas Indonesia

Alasan John Herdman Coret Dony Tri Pamungkas dan Yakob Sayuri dari Skuad Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 12:27 WIB

Pestapora 2026 di JIEXPO: Info Tiket & Promo Kartu Kredit BRI

Pestapora 2026 di JIEXPO: Info Tiket & Promo Kartu Kredit BRI

Lampung | Rabu, 23 September 2026 | 12:26 WIB

Belanja Negara di RAPBN 2027 Tembus Rp 4.000 Triliun, Menkeu Suahasil: Pertama Kali dalam Sejarah

Belanja Negara di RAPBN 2027 Tembus Rp 4.000 Triliun, Menkeu Suahasil: Pertama Kali dalam Sejarah

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 12:25 WIB

Jelajah Keindahan Danau Toba Lewat Bentang Cerita Repsol Ride Story

Jelajah Keindahan Danau Toba Lewat Bentang Cerita Repsol Ride Story

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 12:25 WIB

Kasus Suap Pemkab Bekasi, KPK Endus Peran Oknum Polisi 'Lippo' Atur Proyek

Kasus Suap Pemkab Bekasi, KPK Endus Peran Oknum Polisi 'Lippo' Atur Proyek

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 12:24 WIB

Anime Bride of the Barrier Master Ungkap 5 Karakter Baru Jelang Tayang 2027

Anime Bride of the Barrier Master Ungkap 5 Karakter Baru Jelang Tayang 2027

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 12:20 WIB

Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Desak BGN-SPPG Bertanggung Jawab Secara Hukum

Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Desak BGN-SPPG Bertanggung Jawab Secara Hukum

News | Rabu, 23 September 2026 | 12:18 WIB

Pelindo Jasa Maritim Tunjuk Terpidana Penghina Jusuf Kalla Menjadi Komisaris Independen

Pelindo Jasa Maritim Tunjuk Terpidana Penghina Jusuf Kalla Menjadi Komisaris Independen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 12:18 WIB

Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya dan Perry Masih Sah? Ini Penjelasan Bank Indonesia

Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya dan Perry Masih Sah? Ini Penjelasan Bank Indonesia

Sumut | Rabu, 23 September 2026 | 12:18 WIB

×