Array

Anak SMA Ini Mampu Ubah Tanah Liat Jadi Listrik

Dythia Novianty Suara.Com
Kamis, 11 Mei 2017 | 18:05 WIB
Anak SMA Ini Mampu Ubah Tanah Liat Jadi Listrik
Inovasi Bagas Pramana Putra merubah tanah liat jadi listrik. [Dok. Inovasi]

Suara.com - Saat pengumuman kelulusan SMA kemarin, media sosial kita banyak dihiasi berita konvoi kelulusan di berbagai kota, yang diikuti dengan corat-coret dan membuat banyak pihak prihatin.

Disaat yang sama, seorang anak SMA, Bagas Pramana Putra, berhasil membuat terobosan teknologi dengan mengubah tanah lihat menjadi listrik. Bahkan, penemuannya ini sudah diikutkan dalam sebuah kompetisi tingkat nasional dan meraih juara kedua untuk kategori terobosan teknologi.

Tidak main-main, Bagas berhasil mengungguli orang-orang yang lebih tua. Bahkan, beberapa diantaranya adalah Profesor dan Doktor dari universitas terkemuka tanah air. Dirinya berasal dari SMA Taruna Nusantara Magelang ini menamakan alatnya sebagai "Genteng Triko".

Bagas yang segera naik ke kelas 12 SMA ini, melakukan penelitian tanah liat sejak kelas 10 di Taruna Nusantara. Idenya mirip seperti Elon Musk, yang mengubah energi cahaya menjadi listrik.

Namun, dia mengambil ide berbeda, mengubah energi panas menjadi listrik. Karena menurutnya, di tanah air energi dalam bentuk panas sangat melimpah dan perlu diubah menjadi listrik, apalagi kebutuhan listrik di tanah air semakin besar.



Bagas sendiri punya cita-cita membuat sebuah pemukiman percontohan yang memanfaatkan alat temuannya sebagai sumber listrik. Menurutnya, alat temuannya ini sangat murah dan mudah karena bahan tersedia banyak di Indonesia, yaitu tanah liat.

Kendala yang dihadapi Bagas saat ini adalah ketersediaan bahan lain yang langka di tanah air, Magnesium. Guru pembimbing Bagas, Amin Sukarjo, berharap banyak penelitian dia bisa berlanjut dan ada bantuan untuk meneliti lebih lanjut.

Target dari Bagas sendiri adalah alatnya segera memiliki fungsi menyimpan listrik yang dihasilkan oleh tanah liat tersebut.

Bagas sendiri menerangkan, bila alatnya nanti dipakai luas di masyarakat syarat selanjutnya adalah hutan yang harus dijaga. Menurutnya, ketersediaan tanah liat juga dipengaruhi oleh eksistensi hutan, yang sayangnya sampai saat ini terus tergerus dan hilang.

Semoga tidak terjadi seperti sebelumnya, potensi anak bangsa malah dilirik oleh negara tetangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI