Ini Akibatnya jika Bom Nuklir Meledak di Tengah Kota Besar

Dythia Novianty

Senin, 16 April 2018 | 07:30 WIB
Ini Akibatnya jika Bom Nuklir Meledak di Tengah Kota Besar
Ilustrasi bom nuklir meledak. [Shutterstock]

Suara.com - Beberapa waktu terakhir, dunia menjadi lebih "panas", terutama muncul isu jika bom nuklir meledak. Lalu apa yang akibatnya jika itu benar terjadi dan diledakkan di tengah kota besar?

Pertanyaan itu dijawab secara gamblang oleh para ilmuwan yang menggunakan simulasi rumit untuk menentukan berapa banyak kematian yang akan disebabkan oleh serangan nuklir jika sampai terjadi. Sebuah tim di Virginia Polytechnic Institute dan State University membangun model komputer yang memprediksi perilaku setiap individu di kota untuk membantu pemerintah merencanakan tanggap daruratnya.

Sebagai contoh, mereka membayangkan bahwa sebuah nuklir meledak di tengah permukaan tanah Washington DC. Tentunya akan menghancurkan seluruh blok kota dan menghancurkan gedung-gedung dalam radius satu mil di setiap arah.

Ini akan membunuh atau melukai beratus-ratus ribu orang, sementara membiarkan jutaan orang berisiko terkena radiasi. Hal ini memang sudah bisa diprediksi banyak orang.

Namun, simulasi adalah upaya memahami apa yang dilakukan individu, menggunakan teknik yang disebut 'pemodelan agen'. Apa yang mereka temukan adalah orang-orang yang tidak melakukan apa-apa memiliki kesempatan kematian tertinggi, mencapai hingga 279.020 orang tewas dalam 48 jam, jika mereka gagal mengambil langkah untuk melarikan diri.

Tim kemudian membandingkan dua kemungkinan tindakan yang berbeda. Pada mulanya, manusia yang disimulasikan melakukan 'pencari penampungan, evakuasi, pencarian perawatan kesehatan, dan kekhawatiran', yang pada dasarnya berarti mereka berusaha bersembunyi, melarikan diri, mendapatkan perawatan dan kemudian menderita kecemasan.

Model kedua mengasumsikan, agen melakukan semua hal ini, tetapi kemudian juga berusaha menyelamatkan anggota keluarga, yang disebut ‘rekonstruksi rumah tangga’, atau ‘membantu dan dibantu’ orang lain. Sayangnya, para pahlawan lebih mungkin tewas daripada orang yang hanya menjaga diri mereka sendiri.

Hal terbaik yang harus dilakukan adalah berlindung sesaat setelah ledakan, sebelum mengambil langkah-langkah untuk melarikan diri dan mencari perawatan kesehatan. Orang-orang yang memberanikan diri keluar dari ruang aman mereka untuk mencari keluarga atau menyelamatkan orang lain menghadapi radiasi dosis tinggi, yang bisa berakibat fatal, sedangkan berlindung untuk sementara waktu dan kemudian mengevakuasi pada pesanan tim tanggap darurat adalah strategi yang jauh lebih berisiko.

Awalnya, evakuasi yang tertunda memiliki dampak positif tertinggi terhadap kesehatan dibandingkan dengan skenario lain. Para ilmuwan menulis dalam makalah 2016 yang merinci simulasi mereka.

baca juga

Dalam beberapa jam pertama ketika paparan radiasi tinggi, kebanyakan orang berlindung dalam skenario evakuasi yang tertunda dan karenanya terkena radiasi yang lebih sedikit. Sementara dalam skenario lain, orang terlibat dalam opsi perilaku lain yang membuat mereka pergi keluar dan justru terpapar dengan radiasi yang sebenarnya.

Berikut cuplikan video tentang simulasi ini:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ngeri! Warga Korut Ini Beberkan Kekejaman Kim Jong-Un

Ngeri! Warga Korut Ini Beberkan Kekejaman Kim Jong-Un

News | Rabu, 20 September 2017 | 07:11 WIB

Korut Peringatkan Sanksi Nuklir Tidak Akan Hentikan Mereka

Korut Peringatkan Sanksi Nuklir Tidak Akan Hentikan Mereka

News | Selasa, 19 September 2017 | 06:25 WIB

Astaga, Kode Aktivasi Bom Nuklir AS Disimpan di Apartemen Trump

Astaga, Kode Aktivasi Bom Nuklir AS Disimpan di Apartemen Trump

News | Senin, 08 Mei 2017 | 13:52 WIB

Pembom B-1 Lakukan Provokasi, Korut: Dekat dengan Perang Nuklir

Pembom B-1 Lakukan Provokasi, Korut: Dekat dengan Perang Nuklir

News | Rabu, 03 Mei 2017 | 02:07 WIB

Desakan Pelarangan Uji Nuklir di Dunia Semakin Menguat

Desakan Pelarangan Uji Nuklir di Dunia Semakin Menguat

News | Rabu, 03 Februari 2016 | 03:28 WIB

Jepang Mengenang 70 Tahun Pemboman Hiroshima

Jepang Mengenang 70 Tahun Pemboman Hiroshima

News | Kamis, 06 Agustus 2015 | 09:12 WIB

Terkini

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:48 WIB

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:32 WIB

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:26 WIB

×