Ini 6 Jenis Bom Yang Pernah Meledak di Indonesia

Vania Rossa, Vessy Dwirika Frizona

Selasa, 15 Mei 2018 | 13:05 WIB
Ini 6 Jenis Bom Yang Pernah Meledak di Indonesia
Ilustrasi bom dalam tas (Shutterstock)

Suara.com - Bukan sekali atau dua kali Indonesia diguncang teror bom. Sejak tahun 2002, pertama kali bom Bali 1 terjadi, rentetan bom terjadi mulai dari yang berdaya ledak kecil hingga besar. Terakhir, teror terjadi di Surabaya, Jawa Timur, selama dua hari berturut-turut.

Mau tahu jenis bom apa saja yang pernah digunakan teroris di Indonesia? Berikut ulasannya.

Bom Panci
Meski namanya terdengar sepele, bom panci ini punya daya ledak yang tak bisa diremehkan, lho. Masih ingat kasus bom panci yang terjadi pada Maret 2017? Nah, bom panci yang terjadi di Kampung Kubang Bereum, Sekejati, Buahbatu, Bandung, Jawa Barat ini dibuat menggunakan media panci. Alat peledak dan dimasukkan yang dikendalikan dari jarak jauh. Daya ledak bom panci dapat memicu kerusakan besar.

Bom Koper
Pada 2009, bom meledak di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, tepatnya di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton. Ledakan yang berasal dari bom bunuh diri tersebut menggunakan media koper sebagai tempat menyimpan bom. Koper diisi dengan beberapa bahan peledak dan benda-benda perusak. Bom dikendalikan dari jarak jauh untuk diledakkan, sama seperti bom panci.

Bom Buku
Bom buku pernah terjadi di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur. Bom ini menggunakan buku sebagai medium peledak. Cara teroris mengemas bom adalah dengan mengosongkan bagian tengah buku, kemudian mengisinya dengan alat peledak. Dari kejadian ini,  AKBP Dodi Rahmawa yang kala itu menjabat sebagai Kasat Reskrim Jakarta Timur menjadi korban dan harus kehilangan tangan kirinya.

Bom Tas Pinggang
Bom tas pinggang adalah bom yang digunakan di GKI Diponegoro, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, kuat dugaan bom yang meledak di gereja ini adalah bom pinggang, karena pelaku bom bunuh diri mengalami luka berat di bagian perut dan sekitarnya.

Bom TNT
Tim Investigasi Gabungan Polri dan Kepolisian Luar Negeri yang telah dibentuk untuk menangani kasus bom Bali 1 menyimpulkan bahwa bom yang digunakan saat itu adalah bom berjenis TNT (trinitrotoluena) seberat 1 kg. Ledakan yang terjadi di depan Sari Club, Jimbaran, Kuta, Bali ini menelan korban 202 jiwa dan 209 orang luka-luka atau cedera, yang kebanyakan merupakan wisatawan asing.

Mother of Satan
Ini adalah jenis bom yang sangat mematikan. Bom berjenis Three Asseton Three Poropsaid (TATP) ini memiliki daya ledak yang sangat dahsyat dan bisa membuat tubuh korban tercerai-berai. Bom inilah yang ditemukan Densus 88 Antiteror di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo pada Minggu (13/5) malam. Alasan bom ini dijuluki The Mother of Satan karena kekuatan ledaknya yang sangat kuat, serta sifat bahan kimianya yang sangat sensitif dan mudah meledak apabila terkena panas, tekanan atau gesekan, listrik statis, ataupun radiasi ultraviolet.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Korban Gereja Surabaya Kritis dan Kehilangan Mata

Polisi Korban Gereja Surabaya Kritis dan Kehilangan Mata

News | Selasa, 15 Mei 2018 | 11:34 WIB

Densus 88 Geledah Rumah Pelaku Bom Polrestabes Surabaya

Densus 88 Geledah Rumah Pelaku Bom Polrestabes Surabaya

News | Selasa, 15 Mei 2018 | 10:43 WIB

Kardus Sempat Dikira Isi Bom, Bandara Ahmad Yani Siaga Satu

Kardus Sempat Dikira Isi Bom, Bandara Ahmad Yani Siaga Satu

News | Senin, 14 Mei 2018 | 21:04 WIB

Terkini

BRI Dorong Inklusi Keuangan Lewat Holding UMi yang Genap Berusia 5 Tahun

BRI Dorong Inklusi Keuangan Lewat Holding UMi yang Genap Berusia 5 Tahun

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 11:41 WIB

Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan

Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 11:41 WIB

33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi

33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 11:38 WIB

Lima Tahun Holding UMi, BRI Bangun Ekosistem Keuangan Terintegrasi

Lima Tahun Holding UMi, BRI Bangun Ekosistem Keuangan Terintegrasi

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 11:36 WIB

Apa Kandungan Moisturizer yang Harus Dihindari oleh Remaja? Ini 7 Jawabannya

Apa Kandungan Moisturizer yang Harus Dihindari oleh Remaja? Ini 7 Jawabannya

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 11:35 WIB

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 11:33 WIB

5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh

5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh

Jogja | Minggu, 13 September 2026 | 11:30 WIB

A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang

A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:30 WIB

Lima Tahun Keberadaan Holding Ultra Mikro Mampu Mendorong UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Keberadaan Holding Ultra Mikro Mampu Mendorong UMKM Naik Kelas

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 11:29 WIB

Bukan Cuma Ekonomi, Prabowo Didorong Bawa Isu Kesehatan dan Bencana di KTT BRICS

Bukan Cuma Ekonomi, Prabowo Didorong Bawa Isu Kesehatan dan Bencana di KTT BRICS

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:26 WIB

×