Material Organik Berusia Miliaran Tahun Ditemukan di Mars

Liberty Jemadu Suara.Com
Minggu, 10 Juni 2018 | 19:12 WIB
Material Organik Berusia Miliaran Tahun Ditemukan di Mars
Mobil robotik sekaligus laboratorium berjalan milik badan antariksa Amerika Serikat di Mars, Curiosity. [Shutterstock]

Suara.com - Mobil robotik sekaligus laboratorium berjalan milik badan antariksa Amerika Serikat (NASA) di Mars, Curiosity, berhasil menemukan material organik di dalam batuan sedimen di dasar sebuah danau purba di Mars. Material-material organik itu diperkirakan berusia lebih dari 3 miliar tahun.

Penemuan itu, menurut The Guardian, adalah bukti yang paling mencengangkan - bahwa sebelum menjadi gersang nan ekstrem seperti saat ini, Mars pernah memiliki danau-danau berisi material karbon yang dibutuhkan untuk melahirkan kehidupan.

Para ilmuwan belum bisa memastikan dari mana asal material-material organik tersebut dan ini memantik misteri baru di planet merah itu.

Apakah material organik itu adalah fosil organisme yang pernah hidup di Mars? Atau hasil dari reaksi kimia dengan bebatuan? Mungkinkah material organik tersebut dibawa oleh komet? Sejauh ini, pengujian-pengujian belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

Tetapi dari mana pun material organik itu berasal, jika Mars pernah didiami oleh mikroba, maka mahluk-mahluk sederhana itu dipastikan tak akan kelaparan.

"Di Bumi kita tahu bahwa mikroorganisme mengonsumsi material organik seperti itu. Material tersebut adalah sumber makanan bagi mereka," kata Jennifer Eigenbrode, pakar biokimia pada pusat riset Goddard, NASA, di Maryland, pekan ini.

"Temuan ini memang belum mengatakan bahwa pernah ada kehidupan di Mars, tetapi ini juga berarti bahwa semua yang dibutuhkan organisme untuk hidup sudah tersedia di Mars," imbuh dia.

Curiosity, yang ukurannya setara dengan sebuah mobil, telah bertualang sejauh 19.3 kilometer sejak mendarat di Mars sekitar 6 tahun lalu. Ia mendeteksi beberapa molekul organik di batuan sedimen Mars, yang digalinya dari dasar danau purba di Mars.

Sampel-sampel itu itu kemudian dipanaskan dalam sebuah oven yang terpasang di Curiosity. Ketika sampel-sampel itu mencapai suhu 500 - 820 derajat Celcius, instrumen-instrumen Curiosity akan mempelajari asap dan aroma yang dilepaskannya untuk menentukan kandungan di dalamnya.

Temuan ini diulas dalam jurnal Science terbaru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI