Suara.com - Platform video pendek LIKE berkomitmen untuk membangun komunitas video pendek yang sehat dan kreatif. Hal ini dikemukan oleh Aaron Wei, Wakil Presiden Senior BIGO Technology, menyusul pemberitaan sebuah aplikasi video pendek yang baru saja diblokir oleh pemerintah Indonesia akibat konten negatif yang dimiliki.
Menurut Aaron Wei, salah keunggulan LIKE adalah memiliki sistem penyaringan dan pelaporan yang terintegrasi dengan teknologi Artificial Intelligence (AI).
"Selain menggunakan kecanggihan teknologi Artificial Intelligence (AI), monitoring juga dilakukan oleh manusia secara manual 7x24 jam untuk membangun ekosistem dan konten berkualitas tinggi untuk semua lapisan masyarakat," kata Aaron Wei di Jakarta, Jumat (6/7/2018).
Selain tim di Indonesia, Aaron menjelaskan bahwa aplikasi LIKE juga memiliki pusat riset dan pengembangan (R&D) di Singapura yang saat ini sedang merekrut tim yang terdiri dari 100 ahli AI dan insinyur, untuk melakukan monitoring konten video. Pusat R&D ini juga bertanggung jawab untuk kemajuan serta kualitas konten perusahaan.
"Sistem AI yang ada inilah yang akan menghapus semua konten video negatif yang di-upload oleh para pengguna," tambahnya.
Selain sistem kontrol konten yang komprehensif, LIKE juga memungkinkan pengguna untuk membuat konten yang unik dan kreatif dengan berbagai efek sihirnya. Sejak diluncurkan 11 bulan lalu, aplikasi yang memang ditujukan bagi pengguna berusia 16 tahun ke atas ini mampu menjadi salah satu komunitas video pendek paling populer di kalangan anak muda di Indonesia.
“Teknologi AI dan efek sihir (di aplikasi) kami yang dikembangkan secara independen memungkinkan semua lapisan masyarakat untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka,” tutup Aaron Wei.