Tren Tekno Face Recognition : Mesti Dibuatkan Regulasi

RR Ukirsari Manggalani | Aditya Gema Pratomo
Tren Tekno Face Recognition : Mesti Dibuatkan Regulasi
Ilustrasi pengenalan wajah atau face recognition [Shutterstock].

Meski menjadi tren, diharapkan teknologi satu ini tidak disalahgunakan.

Suara.com - Masih ingatkah Anda pada sederet film yang menggunakan face recognition atau pengenalan wajah sebagai "bumbu" jalan ceritanya? Sekarang, hal ini menjadi semacam tren dalam dunia teknologi .  Bisa diterapkan bagi barang-barang pribadi, pengganti password sidik jari dan suara, sampai proses masuk ke bandara, mal dan sekolah.

Sehingga tak heran, bila Microsoft meminta pemerintah Amerika Serikat   untuk membuat regulasi terkait teknologi face recognition ini.  Lewat blog resmi perusahaan, Brad Smith, Presiden dan Kepala bagian Legal Microsoft, mengatakan keberadaan regulasi akan mencegah penyalahgunaan teknologi face recognition.

Hal ini menyangkut persoalan dasar yang disebut sebagai privasi. Bahwa setengah dari seluruh populasi manusia dewasa sudah "menaruh" wajah mereka di database berbagai fasilitas umum dan khusus.

"Kita semua hidup di negara hukum dan pemerintah perlu melakukan peran penting untuk meregulasi teknologi pengenal wajah ini," ungkap Smith.

Menurutnya, sebaiknya, aturan dipusatkan pada pemerintah. Bukan dipercayakan kepada berbagai pihak yang sebenarnya berkepentingan hanya dalam hal tertentu. Dengan langsung berada di tangan pemerintah, maka bisa mewakili semua kebutuhan rakyat. Sekaligus dengan prinsip etika yang lebih jelas. 

Smith juga meminta pihak Kongres dan Parlemen Amerika Serikat untuk mengadakan pertemuan dengan para pakar ahli teknologi. Mereka diharapkan bisa memberikan pandangan terkait dengan bahaya dari teknologi face recognition.

Dengan mengundang para pakar di bidang ini, tukas Smith, akurasi face recognition bisa dipertimbangkan untuk mengurangi terjadinya salah identifikasi. Disebutkan bahwa penerapan teknologi itu lebih akurat pada wajah manusia yang berkulit terang.  Sehingga diperlukan penanganan khusus soal perbedaan rasial dalam perangkat lunak face recognition.

Salah satu aplikasinya, bila face recognition digunakan pada lembaga kepolisian. Saat mesti melakukan pemberitahuan publik untuk masalah kriminal dan berbagai hal, tidak terjadi keraguan. Atau saat penjual barang mengidentifikasikan pembeli di toko, data yang diperoleh bisa memadai. 

Secara teoritis, bila pemerintah menetapkan patokan minimum untuk akurasi pengenalan wajah, hal ini akan mendorong semua pihak pengguna dan pencipta face recognition untuk memperbaiki teknologi, dan meminimalkan kesalahan .

Harapan Smith dengan adanya regulasi terhadap teknologi face recognition adalah membuat kehidupan bermasyarakat menjadi lebih sehat.

Usul Microsoft disambut baik oleh Neema Guliani yang bekerja untuk American Civil Liberties Union (ACLU). Menurutnya, penerapan teknologi ini harus dimoratorium secepatnya.

Baca Juga
Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS