Ini Alasan Perangkat Elektronik Tak Boleh Dinyalakan di Pesawat

Rabu, 31 Oktober 2018 | 12:16 WIB
Ini Alasan Perangkat Elektronik Tak Boleh Dinyalakan di Pesawat
Ilustrasi mode pesawat pada ponsel. [Shutterstock]

Suara.com - Melihat kecelakaan yang dialami pesawat Lion Air Boeing 737 Max 8, ada beberapa hal yang tetap harus dijadikan perhatian. Seperti larangan membiarkan perangkat elektronik dalam kondisi menyala, salah satunya ponsel.

Larangan tersebut bukan tanpa sebab, menurut Aviaton Safety Reporting System, ponsel memiliki kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan.

Ponsel dapat bekerja dengan cara yang sama di pesawat terbang, di mana ratusan sistem berbasis elektronik, yang dikenal sebagai avionik digunakan untuk navigasi dan melakukan komunikasi. Beberapa melibatkan sensor yang mengkomunikasikan informasi ke instrumen kokpit.

Hal ini tak hanya berlaku pada ponsel, tetapi semua perangkat elektronik yang memancarkan gelombang radio. Jika perangkat tersebut berada pada frekuensi yang dekat dengan avionik, maka sinyal dan pembacaan radar bisa rusak.

Tak hanya mengirim dan menerima gelombang radio, ponsel juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station), sebuah infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara piranti komunikasi dan jaringan operator. Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggain 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada di bawahnya.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah laporan yang merangkum 50 kasus masalah keamanan yang diduga disebabkan oleh ponsel. Diantara kasus yang terkenal adalah pesawat Crossair dengan nomor penerbangan 498 yang menempuh rute Zurich, Swiss, ke Dresden, Jerman, yang jauh dua menit setelah lepas landas pada 10 Januari 2000. Tujuh penumpang dan tiga awak pesawat dilaporkan tewas, sementara itu penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

Masalah yang bisa ditimbulkan akibat ponsel di dalam pesawat antara lain gangguan sistem navigasi, gangguan frekuensi komunikasi, gangguan indikator bahan bakar, gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver), gangguan indikator HSI (Horizontal Situation Indicator), dan gangguan sistem kemudi otomatis. Sementara itu, masalah yang bisa ditimbulkan oleh perangkat elektronik lain adalah gangguan arah kompas komputer dan gangguan indikator CDI (Course Deviation Incicator). [Livescience/BBC]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI