Seorang Ahli Pesimis Bulan Buatan Cina Tidak Akan Berfungsi

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 14 November 2018 | 14:15 WIB
Seorang Ahli Pesimis Bulan Buatan Cina Tidak Akan Berfungsi
Ilustrasi bulan buatan. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang profesor teknik kedirgantaraan di Universitas Texas, Ryan Russell, melihat keanehan dari bulan buatan yang akan diluncurkan Cina pada tahun 2020 mendatang. Sebelumnya, rencana peluncuran bulan buatan ini digagas oleh seorang peneliti Cina, Wu Chunfeng.

Nantinya, bulan buatan ini akan bekerja dengan cara yang kurang lebih sama dengan Bulan sungguhan, yaitu memantulkan sinar Matahari yang diterimanya namun hanya menyinari wilayah yang ditargetkan di Bumi.

Berdasarkan pernyataan Wu kepada China Daily, bulan buatan tersebut akan mengorbit Bumi pada ketinggian sekitar 450 kilometer dan mengorientasikan dirinya ke arah kota-kota di permukaan Bumi. Menurut rencana, satu bulan buatan akan cukup untuk menerangi area seluas 30 kilometer persegi.

Wu menambahkan, akan meluncurkan empat bulan buatan, di mana yang pertama akan diluncurkan pada tahun 2020 dan sisanya pada tahun 2022. Namun, menurut Ryan Russell ada keanehan dalam rencana Wu tersebut.

Russell mengatakan bahwa satelit tersebut mengorbit Bumi pada ketinggian yang terlalu rendah untuk bisa bertahan di atas sebuah kota. Alih-alih seperti lampu yang menggantung di langit, bulan buatan ini kemungkinan akan bergerak mengorbit ke seluruh Bumi.

"Artikel yang saya baca menyiratkan mereka dapat membawa satelit ke kota tertentu, tapi itu tidak mungkin," ucap Russell, seperti dikutip dari Astronomy.com.

Sebuah satelit memang bisa "diparkir" di sebuah titik tetap dalam mengorbit Bumi, yang disebut orbit geostasioner. Namun, titik tersebut berada sangat jauh, yaitu sekitar 35.000 kilometer di atas permukaan Bumi.

Dengan jarak sejauh itu, bulan buatan tersebut harus berukuran sangat besar untuk dapat memberikan cahaya yang cukup ke Bumi. Oleh karena itu, jika Cina ingin menempatkan bulan buatan tersebut di tempat tetap untuk menyinari kota tertentu, seharusnya bulan tersebut berukuran sangat besar dan ditempatkan pada orbit geostasioner.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bisa Hemat 173 Juta Dolar AS, Cina Bakal Luncurkan Bulan Buatan

Bisa Hemat 173 Juta Dolar AS, Cina Bakal Luncurkan Bulan Buatan

Bisnis | Selasa, 23 Oktober 2018 | 08:24 WIB

Keren! Cina Siapkan Ini Buat Gantikan Lampu Jalan

Keren! Cina Siapkan Ini Buat Gantikan Lampu Jalan

Tekno | Senin, 22 Oktober 2018 | 11:05 WIB

Mendarat di Bulan Sudah Basi, Cina Akan Ciptakan Bulan

Mendarat di Bulan Sudah Basi, Cina Akan Ciptakan Bulan

Tekno | Kamis, 18 Oktober 2018 | 18:38 WIB

Terkini

Ahli UMJ Sebut Penggeledahan Rumah Febrie di Sentul Tetap Sah, Wilayah Hukum Bukan Penghalang

Ahli UMJ Sebut Penggeledahan Rumah Febrie di Sentul Tetap Sah, Wilayah Hukum Bukan Penghalang

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:31 WIB

Aging Population dan Gen Z yang Terjepit Generasi Sandwich

Aging Population dan Gen Z yang Terjepit Generasi Sandwich

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:30 WIB

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:29 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Kalimantan Membara, Ridwan Andi Wittiri Desak Evaluasi Total Karhutla: Ini Soal Nyawa Rakyat

Kalimantan Membara, Ridwan Andi Wittiri Desak Evaluasi Total Karhutla: Ini Soal Nyawa Rakyat

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:23 WIB

Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut

Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Bung Ropan Ubah Pernyataan soal Rizky Ridho, Peluang ke Timnas Indonesia Masih Terbuka

Bung Ropan Ubah Pernyataan soal Rizky Ridho, Peluang ke Timnas Indonesia Masih Terbuka

Bola | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:18 WIB

Sempat Ingin Berhenti demi Orang Tua, Kasman Kini Jadi Jembatan Bahasa di Industri Nikel Obi

Sempat Ingin Berhenti demi Orang Tua, Kasman Kini Jadi Jembatan Bahasa di Industri Nikel Obi

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Siapkan 1.000 Pengacara dan Digitalisasi Data, PPP Mulai Panaskan Mesin Hadapi Pemilu 2029

Siapkan 1.000 Pengacara dan Digitalisasi Data, PPP Mulai Panaskan Mesin Hadapi Pemilu 2029

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Hadirkan CFX Cryptalk dan CFX Seaside Mixer, Ekosistem CFXM Dorong Sinergi Industri Aset Digital

Hadirkan CFX Cryptalk dan CFX Seaside Mixer, Ekosistem CFXM Dorong Sinergi Industri Aset Digital

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:10 WIB

×