Daftar Harga iPhone Januari 2026, Benarkah Lebih Mahal?

Agung Pratnyawan Suara.Com
Minggu, 11 Januari 2026 | 13:31 WIB
Daftar Harga iPhone Januari 2026, Benarkah Lebih Mahal?
iPhone 17 Pro Max. [Apple]

Suara.com - Berikut adalah daftar harga iPhone terbaru Januari 2026, benarkah lebih mahal karena kenaikan harga RAM global karena AI? 

Sebelumnya, harga ponsel dan perangkat gadget diperkirakan akan naik pada tahun 2026. Salah satu penyebab utamanya adalah kenaikan harga RAM di pasar global yang diprediksi akan berdampak langsung ke konsumen.

Kondisi ini terjadi karena perusahaan teknologi besar mulai mengalihkan fokus produksi mereka ke modul RAM yang digunakan untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI). Akibatnya, pasokan RAM untuk perangkat konsumen menjadi lebih terbatas.

Dampaknya mulai terasa di industri smartphone. Ponsel flagship Apple yang saat ini banyak dibekali RAM 16GB berpotensi menjadi semakin jarang ditemui mulai tahun depan.

Sementara itu, ponsel kelas menengah hingga entry-level yang sebelumnya perlahan naik dari 4GB ke 8GB RAM justru berpeluang kembali menggunakan RAM 4GB.

Dengan kata lain, konsumen berpotensi menghadapi situasi di mana kapasitas RAM lebih kecil, tetapi harga perangkat justru lebih mahal.

Informasi ini diungkap oleh seorang pembocor bernama Lanzuk melalui situs Naver. Ia menyebutkan bahwa kenaikan harga memori dapat memaksa produsen ponsel menaikkan harga jual perangkat mereka.

Menurutnya, jumlah smartphone dengan RAM 12GB telah menurun sekitar 40 persen, sementara produsen kini lebih banyak memilih konfigurasi dasar 6GB atau 8GB.

Bahkan, RAM 8GB yang hampir menjadi standar saat ini dilaporkan mengalami penurunan ketersediaan hingga sekitar 50 persen.

Baca Juga: Apa Itu iPhone 17 Pro HDC? Jangan Tertipu, Kenali 8 Perbedaannya dengan yang Ori

Lanzuk menambahkan bahwa pada tahun 2026, konsumen kemungkinan besar akan membeli ponsel yang lebih mahal, tetapi dengan spesifikasi RAM yang lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

Lalu, apa penyebab utama terjadinya kekurangan RAM?

Pesatnya perkembangan AI dan meningkatnya kebutuhan komputasi membuat perusahaan seperti OpenAI, Google, dan Meta membangun infrastruktur berskala besar yang mengandalkan GPU.

Untuk menjalankan dan melatih model AI, dibutuhkan GPU dengan memori berbandwidth tinggi sebagai komponen utama.

Produsen semikonduktor seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron kini memprioritaskan produksi memori HBM (High Bandwidth Memory) untuk perusahaan seperti Nvidia.

Demi memenuhi permintaan tersebut dan mengejar margin keuntungan yang lebih tinggi, produksi RAM untuk pasar konsumen pun dikurangi.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI