Kini SpaceX Bisa Luncurkan 12.000 Satelit

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Kini SpaceX Bisa Luncurkan 12.000 Satelit
Ilustrasi logo SpaceX. [Shutterstock]

SpaceX mendapat persetujuan dari US Federal Communications Commission (FCC) menempatkan hampir 12.000 satelit ke orbit Bumi.

Suara.com - SpaceX mendapat persetujuan dari US Federal Communications Commission (FCC) menempatkan hampir 12.000 satelit ke orbit Bumi untuk meningkatkan akses internet nirkabel pada tahun 2020-an.

Bulan Maret lalu, FCC telah memberi izin kepada SpaceX untuk meluncurkan 4.425 satelit low-Earth orbit (LEO) dan pekan lalu FCC kembali memberi izin untuk peluncurkan 7.518 satelit lainnya.

SpaceX berencana mengorbitkan sebagian besar satelit tersebut untuk ditempatkan di sekitar 335 hingga 346 kilometer dari permukaan Bumi. Nantinya satelit tersebut akan membentuk jaringan broadband Starlink yang luas, yang dirancang untuk menyediakan akses internet kecepatan tinggi di seluruh dunia.

"Mulai dari menyediakan layanan broadband berkecepatan tinggi di daerah terpencil hingga menawarkan konektivitas global ke IoT melalui 'router di ruang angkasa' untuk data backhaul," ucap Ajit Pai, ketua FCC.

Namun dengan ditempatkannya di ketinggian yang rendah, akan sulit dipertahankan dan satelit yang lebih kecil cenderung memiliki umur yang lebih pendek daripada yang lebih besar.

Dilansir dari NDTV, Starlink merupakan proyek SpaceX untuk menyediakan cakupan internet global yang konstan dari orbit. Proyek ini sendiri diperkirakan menelan biaya 10 miliar dolar Amerika Serikat.

Baca Juga

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS