Ini Penjelasan Ilmiah Longsor Bawah Laut, Penyebab Tsunami Banten

Dinar Surya Oktarini

Minggu, 23 Desember 2018 | 15:12 WIB
Ini Penjelasan Ilmiah Longsor Bawah Laut, Penyebab Tsunami Banten
Pulau Anak Krakatau. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Indonesia baru saja dihantam bencana tsunami di Selat Sunda dan daerah pantai di kawasan Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan pada Sabtu malam (22/12/2018). Diduga, tsunami ini terjadi karena longsor bawah laut.

Hal ini disampaikan oleh Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam akun Twitter pribadinya.

Menurutnya, penyebab terjadinya tsunami ini kemungkinan adalah karena longsor bawah laut yang terjadi karena pengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau. Selain karena longsor bawah laut, tsunami ini juga diduga terjadi karena gelombang tinggi.

Jika Sutupo Purwo Nugroho menyebut tsunami di Selat Sunda terjadi akibat longsor bawah tanah, lalu bagaimana sebenarnya proses terjadinya longsor satu ini?

Menurut para ahli, tsunami memang bisa terjadi karena adanya longsoran, Hal ini disebut sebagai tsunamigenic submarine landslide.

Tsunami Selat Sunda. (twitter/Sutopo_PN)
Tsunami Selat Sunda. (twitter/Sutopo_PN)

Melihat dari bagaimana longsor terjadi, dapat disimpulkan bahwa longsor laut dan longsor yang terjadi di darat adalah hal yang sama, yaitu saat adanya penumpukan pasir yang memiliki sudut kritis dan semakin hari akan semakin menipis dan menyebabkan runtuhan. Dalam ilmu geomorfologi, hal ini dikenal dengan nama ''angle of repose''.

Pada tsunami Palu yang baru saja terjadi pada Agustus 2018 lalu, para peneliti juga menemukan bahwa hal ini dipicu oleh duet antara longsoran bawah tanah dan gempa bermagnitudo 7,4 SR.

Sebelum itu, pada tsunami Aceh Desember 2004, Angkatan Laut Inggris yang melakukan survey pemetaan kedalaman dasar laut berhasil menemukan teori barunya.

Dalam sebuah gambar yang dirilis, terlihat adanya beberapa bukit yang terbangun. Sedangkan bagian lainnya menunjukan adanya longsoran bukit besar yang bergeser turun ke bawah.

Hal ini lalu semakin menguatkan pendapat mengenai terjadinya duet antara longsor bawah laut dan dislokasi patahan yang kemudian terjadi lah tsunami Aceh.

Gempa dan tsunami Palu dan Donggala. (Suara.com/Muhammad Yasir)
Gempa dan tsunami Palu dan Donggala. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Secara kedudukan, sudut kritis dari dasar laut yang berada di ujung adalah bagian paling rawan. Apabila lereng sudut kritis ini berada di jalur gempa, sudah tentu akan sering terjadi longsor ketika ada sebuah getaran kecil yang mengganggu.

Dari kedudukan pulau-pulau Indonesia, Selat Makassar adalah salah satu bagian yang cukup sering terjadi tsunami akibat longsor bawah laut.

Secara geografis, Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan dua pertiga luas lautan daripada daratan. Perpaduan antara gunung api dan negara kepulauan, memang membuat Indonesia rentan terhadap ancaman gempa dan tsunami.

Selain ancaman gunung api, rupanya kedudukan dasar laut perairan Indonesia juga cukup berpengaruh untuk berbagai bencana gempa dan tsunami yang terjadi. Salah satunya adalah longsor bawah tanah yang bisa saja mengakibatkan tsunami dahsyat. 

SUMBER: Hitekno.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasca Kebakaran KMP Batumandi, Tim SAR Lakukan Pendinginan di Merak

Pasca Kebakaran KMP Batumandi, Tim SAR Lakukan Pendinginan di Merak

Foto | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!

Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Ledakan Pasar Cimanggis, Dua Orang Tewas dan 11 Luka-luka

Ledakan Pasar Cimanggis, Dua Orang Tewas dan 11 Luka-luka

Foto | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:22 WIB

Rempugan, Tradisi Perempuan Lebak Menjaga Warisan Pangan Leluhur

Rempugan, Tradisi Perempuan Lebak Menjaga Warisan Pangan Leluhur

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Baru Beroperasi 11 Hari, Tambang Batu Bara Ilegal di Lebak Dibongkar

Baru Beroperasi 11 Hari, Tambang Batu Bara Ilegal di Lebak Dibongkar

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 08:00 WIB

Jasad ABK Surakman Ditemukan, Keluarga Tak Kuasa Menahan Tangis di Rumah Duka

Jasad ABK Surakman Ditemukan, Keluarga Tak Kuasa Menahan Tangis di Rumah Duka

Video | Kamis, 24 September 2026 | 16:10 WIB

Lagi, Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pesisir Pantai Mukomuko Bengkulu

Lagi, Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pesisir Pantai Mukomuko Bengkulu

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:51 WIB

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah Sukarman Kru Kapal Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Jakarta

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah Sukarman Kru Kapal Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Jakarta

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:46 WIB

Kepala Basarnas Banten Pastikan Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK yang Masih Hilang Tidak Berlanjut

Kepala Basarnas Banten Pastikan Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK yang Masih Hilang Tidak Berlanjut

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:01 WIB

Terkini

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sport | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:43 WIB

Mantab! Tiga Atlet Muaytha Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Mantab! Tiga Atlet Muaytha Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Surakarta | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Menko Yusril: Usulan Luhut soal Definisi Korupsi Layak Dipertimbangkan

Menko Yusril: Usulan Luhut soal Definisi Korupsi Layak Dipertimbangkan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:43 WIB

×