Ini Perbedaan Gempa Tektonik dan Gempa Vulkanik

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 24 Desember 2018 | 10:19 WIB
Ini Perbedaan Gempa Tektonik dan Gempa Vulkanik
Ilustrasi gempa. (Shutterstoc)

Suara.com - Tsunami yang baru saja terjadi di Selat Sunda, Jawa Barat tidak diawali dengan gempa bumi, namun kemungkinan besar disebabkan longsor di bawah laut. Kiranya, kita perlu ketahui seputar gempa yang kerap mengawali terjadinya tsunami.

Gempa bumi merupakan getaran yang terjadi di permukaan Bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi sendiri memiliki penyebab yang berbeda-beda.

Namun, terdapat dua jenis gempa yang cukup sering terjadi di Indonesia yaitu tektonik dan vulkanik.

Berdasarkan penyebabnya, gempa Bumi tektonik disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik di mana terjadi pergeseran lempeng-lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempa Bumi ini biasanya banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di Bumi karena pergerakannya kuat dan cepat.

Gempa tektonik yang kuat sering terjadi di sekitar tapal batas lempengan-lempengan tektonik. Gempa tektonik biasanya jauh lebih kuat getarannya dibandingkan dengan gempa vulkanik, oleh karena itu getaran gempa yang merusak bangunan kebanyakan disebabkan oleh gempa tektonik.

Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecatatan tektonik. Teori lempeng tektonik menjelaskan bahwa Bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak tersebut akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan itu bergerak perlahan hingga terpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lain. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.

Sementara itu, gempa Bumi vulkanik disebabkan oleh aktivitas magma yang biasanya terjadi sebelum gunung api meletus. Gempa ini menyebabkan getaran di permukaan Bumi hingga mengeluarkan magma dari dapur magma. Meski begitu, getaran gempa vulkanik terbatas hanya di tubuh gunung api dan di area sekitarnya.

Gempa Bumi vulkanik terjadi karena adanya proses dinamik dari magma dan cairan yang bersifat hidrotermal atau peka terhadap panas. Proses cairan dinamis yang terjadi karena adanya gradien suhu dan tekanan magma dapat menimbulkan gelombang gempa yang berasal dari proses resonansi retakan yang terisi cairan magma.

Frekuensi gempa vulkanik yang dominan berkisar antara 1 sampai 5 Hz, sementara magnitudenya rata-rata kurang dari 5 SR. [Ilmugeografi/i-aghaporia]

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Arisan Berujung Petaka, Mudrik Ditemukan Terjepit Mobil Usai Tsunami

Arisan Berujung Petaka, Mudrik Ditemukan Terjepit Mobil Usai Tsunami

News | Senin, 24 Desember 2018 | 10:14 WIB

Personel Seventeen Jadi Korban Tsunami, Arie Untung Ingat Saat Kolaborasi

Personel Seventeen Jadi Korban Tsunami, Arie Untung Ingat Saat Kolaborasi

Entertainment | Senin, 24 Desember 2018 | 09:40 WIB

BPBD Pandeglang: Bantuan Korban Tsunami Selat Sunda Cukup

BPBD Pandeglang: Bantuan Korban Tsunami Selat Sunda Cukup

News | Senin, 24 Desember 2018 | 06:25 WIB

Kenapa BMKG Sempat Sebut Anyer Tidak Diterjang Tsunami?

Kenapa BMKG Sempat Sebut Anyer Tidak Diterjang Tsunami?

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 11:07 WIB

Sepekan Erupsi, Kondisi Gunung Agung Masih Labil

Sepekan Erupsi, Kondisi Gunung Agung Masih Labil

News | Rabu, 04 Juli 2018 | 19:35 WIB

Mengenang 12 Tahun Dahsyatnya Gempa Yogyakarta 2006

Mengenang 12 Tahun Dahsyatnya Gempa Yogyakarta 2006

News | Minggu, 27 Mei 2018 | 10:37 WIB

Terkini

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:08 WIB

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:05 WIB

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

×