Jeblok di Cina, Bos Apple Turunkan Target Penjualan Awal 2019

Kamis, 03 Januari 2019 | 15:27 WIB
Jeblok di Cina, Bos Apple Turunkan Target Penjualan Awal 2019
CEO Apple Inc., Tim Cook saat peluncuran tiga model iPhone di AS, Rabu (12/9/2018). [AFP]

Suara.com - CEO Apple Tim Cook menurunkan target pendapatan Apple di kuartal pertama tahun 2019. Mulanya, perusahaan racikan mendiang Steve Jobs ini memproyeksikan pendapatan di rentang 89 miliar hingga 93 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.285 hingga Rp 1.342 triliun (1 dolar AS = Rp 14.438,77). Namun, Cook menurunkannya menjadi 84 miliar dolar AS atau senilai Rp 1.213 triliun, saat memberikan laporan kepada para investor.

Menariknya, laporan kepada investor ini diterbitkan hanya sesaat setelah Apple menghentikan perdagangan sahamnya selama 20 menit. Akibatnya, saham Apple turun hingga 7 persen saat perdagangan saham dibuka kembali.

Terkait penurunan proyeksi pendapatan di kuartal pertama 2019, Apple mempertimbangkan beberapa faktor yang diperkirakan akan mempengaruhi pendapatan. Mulai dari waktu peluncuran iPhone, nilai tukar dolar, suplai produk yang terhambat, hingga melemahnya ekonomi dan pemasukkan penjualan iPhone di Cina.

Khusus untuk pendapatan produk Apple di Negeri Tirai Bambu, Tim Cook mengutarakan bahwa pabrikan asal negeri Paman Sam itu mengalami kerugian yang cukup besar. Bukan hanya untuk iPhone, namun permintaan untuk produk Apple lainnya juga ikut merosot.

"Jika kalian melihat hasil kami (tahun lalu), kekurangan kami mencapai lebih dari 100 persen dari iPhone dan itu terutama terjadi di Cina," ungkap Cook pada Kamis (03/01/2019).

"Jelas bahwa ekonomi mulai melambat di sana pada paruh kedua dan saya yakin tensi perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina memberi tekanan lanjutan pada ekonomi mereka," lanjutnya.

Selain itu, laporan yang diberikan Cook kepada para investor juga mengungkap alasan lainnya yang mendorong Apple untuk menurunkan target pendapatan. Mulai dari faktor subsidi dari operator seluler yang lebih sedikit, kenaikan harga iPhone berdasarkan kekuatan dolar, dan harga penggantian baterai yang lebih murah.

Ironisnya lagi, turunnya proyeksi target pendapatan Apple di awal tahun 2019 juga dipengaruhi oleh isu dan rumor yang mengatakan bahwa permintaan terhadap trio iPhone XS, XS Max, dan XR tidak sebesar perkiraan.

Untuk mengakali masalah tersebut, Apple mengambil jalan alternatif dengan menawarkan program trade-in iPhone seri lama dengan XS, XS Max, dan XR di berbagai negara. [CNBC]

Baca Juga: Tak Kunjung Dirilis, Bagaimana Nasib Apple AirPower ?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI