Suka Duka Bill Ingalls Menjadi Fotografer NASA

Vania Rossa | Tivan Rahmat
Suka Duka Bill Ingalls Menjadi Fotografer NASA
Suka duka fotografer NASA. (Dok. NASA)

Mulai dari bertemu orang nomor satu Amerika Serikat hingga kamera meleleh.

Suara.com - Bagi penikmat informasi seputar luar angkasa, nama Bill Ingalls mungkin terdengar tidak asing. Ya, dia adalah fotografer senior lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, yang telah menjalani kariernya selama 30 tahun.

Dalam sebuah wawancara, awal keterlibatannya dengan dunia fotografi bermula dari program kampus. Kala itu, Ingalls muda tercatat sebagai mahasiswa jurusan komunikasi visual dan Sastra Inggris di Waynesburg University, Pennsylvania, Amerika Serikat.

"Televisi adalah cinta pertama saya," buka Ingalls seperti dilansir dari National Geographic pada Minggu (17/2/2019)..

Untuk mengejar 'cinta pertama' dalam hidupnya itu, ia memilih untuk menjalani magang di NASA sebagai penulis dan merangkap produser televisi. Namun, ia juga memiliki kegiatan sampingan semasa magang dengan melakukan kegiatan fotografi.

Setelah lulus, Ingalls ingin kembali ke NASA dengan status sebagai pegawai. Bermodal koneksi yang diperoleh semasa magang, ia pun menghubungi badan antariksa Amerika Serikat itu setiap minggu untuk menanyakan lowongan pekerjaan yang ada.

"Saya pikir mereka mungkin sebenarnya muak dengan telepon saya. Soalnya saya selalu menanyakan pertanyaan yang sama tiap pekannya," ujarnya.

Kesempatan bagi Ingalls untuk berkarier di NASA pun akhirnya tiba. Saat itu, ia diberikan dua pilihan profesi, yakni fotografer dan peneliti gambar. Ia memilih opsi pertama.

Selama memotret untuk NASA, Ingalls memiliki beberapa momen tidak terlupakan dalam hidupnya. Salah satunya adalah ketika ia melakukan pemotretan di hari jadi ke-20 pendaratan ke permukaan Bulan melalui misi Apollo.

Dalam peringatan tersebut, ia dipertemukan dengan orang nomor satu di Amerika Serikat, George H.W. Bush.

"Sebagai bocah dari Pittsburgh dan mengatakan (ke sopir taksi), 'tolong bawa saya ke Gedung Putih,' saya serasa bermimpi saat itu," kenang Ingalls dengan bangga.

Namun, tak selamanya pekerjaan yang ia jalani berakhir sesuai dengan harapan. Dalam beberapa kesempatan, ia juga dihadapkan dengan pertaruhan nyawa.

Sebelum membuat karya mengagumkan yang dipamerkan oleh NASA, ia sempat memotret robot penjelajah Dante II di dalam gunung berapi aktif di Alaska. Selain itu, Ingalls juga memacu adrenalin dengan terbang setinggi 3 kilometer menggunakan helikopter agar bisa memotret pendaratan kendaraan luar angkasa milik Rusia.

Meskipun berstatus sebagai fotografer NASA, Ingalls juga menyempatkan diri untuk memotret kegiatan yang berkaitan dengan luar angkasa, di luar acara yang diagendakan NASA.

Ia sempat memotret dalam acara peluncuran roket milik SpaceX, Falcon 9. Saat itu, Ingalls menempatkan beberapa kamera di sekitar landasan pacu.

Sialnya, salah satu kamera miliknya meleleh dan hancur akibat semburan api dari roket tersebut. Menurut Ingalls, kejadian sial itu merupakan pengalaman pertamanya setelah puluhan tahun memotret pesawat luar angkasa.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS