Terungkap! Bagaimana Efek Letusan Gunung Berapi Timbulkan Kiamat

Dythia Novianty

Jum'at, 22 Februari 2019 | 07:50 WIB
Terungkap! Bagaimana Efek Letusan Gunung Berapi Timbulkan Kiamat
Ilustrasi lava pijar dari letusan gunung berapi. [Shutterstock]

Suara.com - Ada banyak cara dunia bisa diakhiri dengan ledakan apokaliptik, mulai dari serangan asteroid hingga pandemi global. Sekarang para ilmuwan telah menemukan efek yang sangat nyata dari letusan gunung berapi besar yang sangat epik itu mengubah Bumi menjadi 'bola salju raksasa'.

Jika bencana serupa terjadi hari ini, itu mungkin akan menghapus umat manusia dari muka planet ini. Para peneliti dari Universitas Heidelberg, Jerman, telah mengungkap detail baru letusan kuno yang terjadi 580 juta tahun lalu.

Begitu banyak lahar menyembur keluar selama bencana ini sehingga menyebabkan terciptanya'pulau-pulau baru dengan gunung berapi yang membentang di tiga benua dan membentang hingga 1000 km.

Aliran lava yang luas keluar dari Bumi setelah letusan dahsyat vulkanik yang disebabkan oleh pemisahan dua benua dan kemudian didinginkan untuk menghasilkan daratan yang membentuk kerak bumi yang ditemukan hari ini di kerak bumi di beberapa bagian Meksiko, Amerika Utara, dan Eropa Utara.

Apa pun yang tinggal di dekat letusan mega ini akan musnah dengan cepat. Tetapi efeknya terasa di seluruh Bumi.

Erupsi menghasilkan sejumlah besar karbon dioksida, gas rumah kaca yang dapat menyebabkan perubahan iklim. Namun, batu itu terbentuk ketika lava dingin juga menghisap atau 'mengasingkan' gas ini.

Para ilmuwan mengatakan bahwa begitu banyak batu diproduksi selama kiamat saat itu sehingga menyimpan sejumlah besar karbon dioksida dan menyebabkan seluruh dunia menjadi dingin. Proses ini kemudian mendorong periode global 'glasiasi' yang menjerumuskan Bumi ke zaman es yang dikenal sebagai glasiasi Gaskiers.

"Dalam rentang waktu jutaan hingga puluhan juta tahun, batuan yang sudah lapuk dapat menyerap karbon dioksida yang cukup untuk membawa Bumi ke iklim zaman es yang ekstrem. Dari luar angkasa, Bumi akan menyerupai bola salju," kata Dr Axel K. Schmitt dari Institut Ilmu Bumi di Universitas Heidelberg. [Metro]

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian Ini Bisa Bantu Anda Mengetahui Kapan Dunia Berakhir

Penelitian Ini Bisa Bantu Anda Mengetahui Kapan Dunia Berakhir

Tekno | Senin, 04 Februari 2019 | 17:40 WIB

Jam Kiamat di 2019: Dunia Masih di Tepi Jurang Akhir Zaman

Jam Kiamat di 2019: Dunia Masih di Tepi Jurang Akhir Zaman

Tekno | Jum'at, 25 Januari 2019 | 07:15 WIB

Begini Cara Rusia Bantu NASA Selamatkan Dunia dari Kiamat

Begini Cara Rusia Bantu NASA Selamatkan Dunia dari Kiamat

Tekno | Minggu, 20 Januari 2019 | 14:30 WIB

Ini yang Akan Dilakukan Ilmuwan saat Kiamat Hampir Tiba

Ini yang Akan Dilakukan Ilmuwan saat Kiamat Hampir Tiba

Tekno | Sabtu, 19 Januari 2019 | 15:13 WIB

Studi: Manusia Musnahkan 60 Persen Binatang Sejak 1970

Studi: Manusia Musnahkan 60 Persen Binatang Sejak 1970

Tekno | Rabu, 31 Oktober 2018 | 11:03 WIB

Begini Proses Kiamat Menurut Stephen Hawking

Begini Proses Kiamat Menurut Stephen Hawking

Tekno | Minggu, 21 Oktober 2018 | 20:30 WIB

Terkini

Ijazah dan Sertifikat Tak Lagi Cukup? Ini Skill yang Makin Dibutuhkan Dunia Kerja

Ijazah dan Sertifikat Tak Lagi Cukup? Ini Skill yang Makin Dibutuhkan Dunia Kerja

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:19 WIB

118 Gempa Guncang Bandung, BMKG Temukan Area Sumber Seismik Baru yang Belum Terpetakan

118 Gempa Guncang Bandung, BMKG Temukan Area Sumber Seismik Baru yang Belum Terpetakan

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:19 WIB

Indeks Bisnis UMKM BRI Q3-2026: Sinyal Kuat Ekonomi Grassroot Masuk Zona Hijau

Indeks Bisnis UMKM BRI Q3-2026: Sinyal Kuat Ekonomi Grassroot Masuk Zona Hijau

Bri | Kamis, 17 September 2026 | 14:19 WIB

Bukan Sekadar Penampilan, Gaya Hidup Cantik dan Sehat Perlu Dibangun secara Holistik

Bukan Sekadar Penampilan, Gaya Hidup Cantik dan Sehat Perlu Dibangun secara Holistik

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:18 WIB

Teja Paku Alam: Kemenangan Ini untuk Bobotoh!

Teja Paku Alam: Kemenangan Ini untuk Bobotoh!

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 14:17 WIB

Target Rampung Agustus 2028, LRT ManggaraiDukuh Atas Dikebut Mulai Januari 2027

Target Rampung Agustus 2028, LRT ManggaraiDukuh Atas Dikebut Mulai Januari 2027

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:15 WIB

5 Kompor Gas Tanam 2 Tungku yang Hemat dan Anti Pecah untuk Dapur Elegan

5 Kompor Gas Tanam 2 Tungku yang Hemat dan Anti Pecah untuk Dapur Elegan

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:15 WIB

Perbandingan Spesifikasi Redmi Note 17 5G vs Redmi Note 15 5G, HP Baru kena Downgrade?

Perbandingan Spesifikasi Redmi Note 17 5G vs Redmi Note 15 5G, HP Baru kena Downgrade?

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 14:14 WIB

Tunda Nyicil Raize dan WR-V: Intip Harga dan Spesifikasi BYD Atto 2 Baru, Bikin Pesaing Ketar-ketir

Tunda Nyicil Raize dan WR-V: Intip Harga dan Spesifikasi BYD Atto 2 Baru, Bikin Pesaing Ketar-ketir

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 14:14 WIB

Kualitas Udara di Rumah: Kenali PM2.5 dan AC 2-in-1 Panasonic

Kualitas Udara di Rumah: Kenali PM2.5 dan AC 2-in-1 Panasonic

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 14:13 WIB

×