Dosen di Texas Jadi Perempuan Pertama yang Raih Nobel Matematika

Liberty Jemadu
Dosen di Texas Jadi Perempuan Pertama yang Raih Nobel Matematika
Ilmuwan Amerika Serikat, Karen Keskulla Uhlenbeck, menerima Abel Prize 2019, hadiah yang juga sering disebut sebagai Nobel Matematika. Uhlenbeck menerima pemberitahuan telah memenangkan Abel Prize pada 17 Maret 2019. [AFP/Andrea Kane]

Karen Keskulla Uhlenbeck disebut pioner dalam Analisis Geometri modern. Menerima Abel Prize, ia diganjari hadiah senilai 6 juta krone atau sekitar Rp 10 miliar.

Suara.com - Seorang dosen Amerika Serikat menjadi perempuan pertama yang menerima anugerah Abel Prize, salah satu penghargaan tertinggi dalam bidang matematika di dunia yang sering dijuluki sebagai Nobel Matematika.

Karen Keskulla Uhlenbeck, pengajar matematika di University of Texas, Austin, Amerika Serikat diganjari Abel Prize, demikian diumumkan Akademi Sains Norwegia, pada Selasa (19/3/2019).

Perempuan berusia 76 tahun itu, yang disebut pioner dalam Analisis Geometri modern, diganjari hadiah senilai 6 juta krone atau sekitar Rp 10 miliar.

"Karya fundamental Uhlenbeck dalam analisis geometri dan gauge theory, telah mengubah lanskap matematika secara dramatis," kata Hans Munthe-Kaas, ketua Komite Abel seperti dilansir Bloomberg.

"Teorinya telah merevolusi pemahaman kita tentang permukaan minimal, seperti pada gelembung-gelembung sabun, dan masalah-masalah minimisasi dalam dimensi yang lebih besar," imbuh dia.

Uhlenbeck lahir di Cleveland, Ohio, AS. Ia adalah anak tertua dari empat bersaudara. Ayahnya adalah seorang insinyur dan ibunya seorang seniman sekaligus guru.

Abel Prize sendiri diciptakan oleh Pemerintah Norwegia pada 2002, bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke 200 Niels Henrik Abel, matematikawan asal Norwegia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS