Prof. Elisabeth Rukmini: Menenun Sains, Makna, dan Masa Depan Perguruan Tinggi

Vania Rossa

Minggu, 26 Oktober 2025 | 18:37 WIB
Prof. Elisabeth Rukmini: Menenun Sains, Makna, dan Masa Depan Perguruan Tinggi
Prof. Elisabeth Rukmini sebagai Rektor dan Guru Besar bidang Sains Dasar. ( dok. UPJ)
baca 10 detik
  • Sains bukan hanya soal pengetahuan, tapi tentang keberanian memahami makna di balik setiap fenomena.
  • Pendidikan sejati bukan mencetak manusia pintar, tapi manusia yang peduli dan berdaya guna.
  • Dari laboratorium hingga ruang kehidupan, ilmu akan bermakna bila dijalankan dengan empati dan tanggung jawab.

Suara.com - Ada dua sejarah baru yang ditorehkan Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) pada Oktober 2025. Di satu momen yang sama, Prof. Elisabeth Rukmini, S.Si., M.Sc., Ph.D., bukan hanya dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Sains Dasar, tapi juga dilantik sebagai Rektor UPJ periode 2025–2027.

Langkah ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan simbol arah baru: kampus yang berdaya saing, kolaboratif, dan berakar kuat pada nilai kemanusiaan.

Sains Dasar, Jalan Menuju Masa Depan yang Bermakna

Dalam orasi ilmiahnya bertajuk “Dari Sains Dasar Menuju Masa Depan: Menenun Makna, Meretas Kesenjangan”, Prof. Elisabeth menegaskan satu hal penting: sains dasar bukan sekadar teori, melainkan fondasi bagi inovasi dan cara berpikir kritis yang bisa mengubah dunia.

“Sains dasar memberi ruang bagi manusia untuk berpikir kritis dan memaknai realitas secara mendalam. Pendidikan tinggi harus melatih mahasiswa agar berani bertanya, bernalar, dan bertanggung jawab atas pengetahuan yang mereka hasilkan,” ujarnya penuh semangat.

Melalui kerangka Futures’ Triangle dari Dr. Sohail Inayatullah, ia menggambarkan masa depan sains di Indonesia dengan tiga kekuatan: dorongan inovasi masa kini (push), beban sosial dan struktural masa lalu (weights), serta tarikan menuju masa depan yang inklusif (pull).

Sebagai Guru Besar sekaligus Rektor, Prof. Elisabeth ingin membawa UPJ menjadi kampus yang tidak hanya mencetak cendekiawan cerdas, tapi juga berempati dan relevan dengan zaman.

“Kami ingin UPJ melahirkan insan kreatif—berpikir luas dan bertindak dengan empati,” tegasnya.

Untuk mewujudkan visi itu, ia menyiapkan empat fokus utama:

baca juga

1. Kualitas akademik yang kontekstual, dengan pembelajaran yang nyambung ke dunia kerja.

2. Internasionalisasi di rumah (Internationalization at Home) lewat kolaborasi digital dan program fast track S1–S2.

3. Riset dan inovasi terapan, mulai dari Smart Waste Sorting System berbasis AI hingga riset desain perkotaan dan green infrastructure.

4. Kemandirian finansial dan reputasi institusi, agar UPJ tumbuh berkelanjutan dan berdampak bagi pembangunan nasional.

Ilmuwan Perempuan yang Tak Pernah Berhenti Belajar

Perjalanan Prof. Elisabeth sendiri adalah cerminan dari semangat lifelong learning.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Tahi Lalat: Bintik Kulit yang Dikaitkan dengan Serangga dan Nasib

Misteri Tahi Lalat: Bintik Kulit yang Dikaitkan dengan Serangga dan Nasib

Your Say | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 06:20 WIB

Anggaran Riset Dosen Naik Rp3 Triliun! Tapi Ada 'Titipan' Prabowo, Apa Itu?

Anggaran Riset Dosen Naik Rp3 Triliun! Tapi Ada 'Titipan' Prabowo, Apa Itu?

News | Selasa, 21 Oktober 2025 | 18:36 WIB

Menteri Brian Sindir Dosen Lakukan Riset Hanya Demi Naik Pangkat: Begitu Jadi Guru Besar, Mentok

Menteri Brian Sindir Dosen Lakukan Riset Hanya Demi Naik Pangkat: Begitu Jadi Guru Besar, Mentok

News | Selasa, 21 Oktober 2025 | 18:21 WIB

Terkini

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 08:49 WIB

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Sport | Senin, 14 September 2026 | 08:45 WIB

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:43 WIB

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 08:40 WIB

Indonesia Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026: Ujian Kedewasaan Tribun Sepak Bola

Indonesia Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026: Ujian Kedewasaan Tribun Sepak Bola

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 08:35 WIB

Obligasi Rp500 Miliar POLI Kantongi Rating idAAA

Obligasi Rp500 Miliar POLI Kantongi Rating idAAA

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:31 WIB

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bola | Senin, 14 September 2026 | 08:27 WIB

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:24 WIB

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 08:20 WIB

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

News | Senin, 14 September 2026 | 08:15 WIB

×