Selain di Selat Madura, Fenomena Halocline Juga Terjadi di Tempat Ini

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia
Selain di Selat Madura, Fenomena Halocline Juga Terjadi di Tempat Ini
Fenomena Halocline di Selat Madura. (Suara.com/Achmad Ali)

Terlihat unik, fenomena halocline ini menarik perhatian banyak orang.

Suara.com - Sebuah fenomena alam dua air laut yang tak mau bercampur belum lama ini telah mengejutkan warga di Selat Madura. Kejadian ini dikenal dengan nama fenomena halocline.

Ternyata, fenomena halocline tidak hanya terjadi di Selat Madua. Fenomena air laut yang tidak mau bercampur ini juga terjadi di berbagai lokasi.

Baca Juga : Mengenal Awan Lenticular yang Mirip UFO di Puncak Gunung Lawu

Fenomena halocline di Selat Madura ini terjadi tepat di bawah Jembatan Suramadu.

Menurut Adi Hermanto selaku Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak, Surabaya, fenomena ini adalah hal yang biasa terjadi.

Halocline yang terjadi ini mengakibatkan terjadinya gradasi warna sehingga air laut seolah tampak terbelah. Gradasi warna tersebut terjadi karena adanya perbedaan antara densitas atau massa jenis dan salinitas atau tingkat keasinan air laut.

Ketika air dengan kandungan garam yang rendah bertemu dengan yang lebih tinggi, maka fenomena alam ini kemungkinan akan terjadi.

Ahli Kelautan Universitas Airlangga, Amin Alamsyah mengatakan bahwa fenomena halocline ini semestinya sangat minim terjadi ketika curah hujan sedang tinggi.

Baca Juga : Selain Segitiga Bermuda, 3 Segitiga Ini Juga Terkenal Berbahaya

Hal ini karena kondisi salinitas air laut dan air tawar dari muara yang tercampur dan menghasilkan perbedaan salinitas yang cukup ekstrem.

Kemungkinan lain bisa saja karena adanya paparan bahan pencemar yang terlarut. Hal lain yang menyebabkan fenomena ini terjadi adalah suspensi lumpur yang teraduk dan mempengaruhi warna laut.

Teluk Alaska. (facebook/Hoc Vien Kham Pha)
Teluk Alaska. (facebook/Hoc Vien Kham Pha)

Selain yang terjadi di Selat Madura ini, fenomena air laut yang tidak bercampur juga terjadi di beberapa lokasi lainnya.

Walaupun, penyebabnya bukan karena fenomena halocline, beberapa penyebab air laut tidak bercampur di daerah ini adalah karena perbedaan suhu air tersebut.

Baca Juga : Mengenal Air Terjun Api, Ilusi Lava yang Memesona

Hal serupa sering ditemui di Teluk Alaska saat air laut Samudera Pasifik dan Laut Bering bertemu. Kedua perairan ini sama sekali tidak pernah menyatu.

Penyebabnya adalah karena kedua perairan ini memiliki konsentrasi garam yang terlarut di air dan kepadatan air laut tersebut berbeda satu sama lain.

The Glass Window Bridge. (Bahamas.com)
The Glass Window Bridge. (Bahamas.com)

Kejadian serupa juga terjadi di The Glass Window Bridge yang berada di Queen's Highway, Gregory Town, Central Eleuthera, Bahama.

Tidak secara otomatis bertemu, dua laut yang berbeda warna dan karakteristik ini tidak bercampur karena terhalang strip batu selebar 30 kaki. Fenomena alam ini cukup unik saat dilihat dari udara.

Itu tadi sedikit penjelasan mengenai fenomena air laut yang tidak bercampur yang terjadi di Selat Madura beberapa waktu ini. Karena unik, fenomena holocline ini menarik perhatian banyak orang. (HiTekno.com)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS