Terungkap! Alasan Gunung Everest Banyak Memakan Korban

Dythia Novianty, Tivan Rahmat

Senin, 25 Maret 2019 | 07:50 WIB
Terungkap! Alasan Gunung Everest Banyak Memakan Korban
Area pegunungan Everest di Himalaya. [Shutterstock]

Suara.com - Belum lama ini, berbagai laporan dari mancanegara menyebutkan bahwa es di Gunung Everest mencair lebih cepat dari tahun ke tahun. Hal ini menyebabkan mayat-mayat yang tertimbun es sebelumnya, muncul ke permukaan.

Sebagaimana dikutip dari BBC, Minggu (24/3/2019), tingkat kematian di gunung tertinggi di dunia itu selama periode 2010-2018, sebenarnya menurun di kisaran 280-300 jiwa atau 1 persen dari 7.954 korban meninggal dunia di Gunung Everest selama ini.

Adapun angka kematian tertinggi ada di periode 1970-1979 dengan persentase 2,2 persen. Sedangkan pada 10 tahun berikutnya (1980-1989), tingkat kematiannya masih berada di atas 2 persen dan cenderung terus menurun sejak saat itu.

Lalu, apa saja yang menjadi penyebab kematian para pendaki Gunung Everest? Pada rentang 2010-2018, longsoran salju menjadi penyebab kematian tertinggi dengan persentase 41,6 persen. Oleh karena itu, pihak SAR setempat kesulitan untuk menemukan jasad para pendaki yang meninggal di Gunung Everest.

Sedangkan faktor kematian lainnya dipengaruhi oleh penyakit gunung atau penyakit ketinggian pada level akut yang ditandai dengan sakit kepala dan muntah-muntah, hingga meninggal karena kelelahan dan jatuh dari ketinggian.

Anehnya, meskipun gunung di Nepal tersebut terkenal sering memakan korban, namun seorang penakluk Gunung Everest menyebut bahwa gunung tersebut merupakan tempat yang paling aman ketimbang tempat lainnya yang berada di gugusan Pegunungan Himalaya.

"Itu (Gunung Everest) sebenarnya tempat yang cukup aman seandainya mereka (pendaki) mengikuti rute umum yang sudah biasa dilalui ara pendaki pendahulunya," kata Alan Arnette yang sudah menaklukkan gunung tersebut.

Ilustrasi salah satu puncak gunung di Himalaya (Shutterstock).
Ilustrasi salah satu puncak gunung di Himalaya. (Shutterstock)

Di Pegunungan Himalaya sendiri, tempat yang paling sering memakan korban pada periode 2010-2018 adalah Yalung Kang dengan persentase kematian mencapai 75 persen.

Secara terpisah, Ang Tshering Sherpa selaku mantan presiden Nepal Mountaineering Association (NMA) mengatakan bahwa es di Gunung Everest mencair dengan cepat karena pemanasan global, sehingga para pendaki pun tak kuasa tertelan longsoran es yang mencair tersebut.

baca juga

Sebagai informasi, banyak studi yang menyebutkan bahwa gletser di Everest, atau di hampir seluruh pegunungan Himalaya, tengah mengalami pencairan dengan sangat cepat.

Tahun lalu saja, sebuah tim peneliti menggali Khumbu Glacier dan menemukan fakta bahwa suhu es di kawasan tersebut menjadi -3,3 derajat Celsius, atau lebih hangat 2 derajat Celsius jika dibandingkan dengan rataan suhu es di tahun sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap, Ini Penyebab Mayat Pendaki Gunung Everest Mulai Bermunculan

Terungkap, Ini Penyebab Mayat Pendaki Gunung Everest Mulai Bermunculan

Lifestyle | Senin, 25 Maret 2019 | 07:30 WIB

Es di Gunung Everest Mencair, Jasad-jasad Pendaki Bermunculan

Es di Gunung Everest Mencair, Jasad-jasad Pendaki Bermunculan

Tekno | Jum'at, 22 Maret 2019 | 07:31 WIB

China Tutup Base Camp Pendakian Gunung Everest, Kenapa?

China Tutup Base Camp Pendakian Gunung Everest, Kenapa?

Lifestyle | Selasa, 19 Februari 2019 | 15:00 WIB

Mendaki Gunung Lewati Lembah, Ratusan Kerangka Manusia yang Kami Lihat

Mendaki Gunung Lewati Lembah, Ratusan Kerangka Manusia yang Kami Lihat

Lifestyle | Kamis, 07 Februari 2019 | 13:15 WIB

Duh! Studi Prediksi Sebagian Gletser di Himalaya Akan Mencair

Duh! Studi Prediksi Sebagian Gletser di Himalaya Akan Mencair

Tekno | Kamis, 07 Februari 2019 | 11:14 WIB

Lupus Tak Halangi Tiara Savitri Menaklukkan Himalaya

Lupus Tak Halangi Tiara Savitri Menaklukkan Himalaya

Lifestyle | Senin, 21 Mei 2018 | 10:25 WIB

Terkini

8 Dampak Rotasi dan Revolusi Bumi Bagi Kehidupan Sehari-hari yang Wajib Diketahui

8 Dampak Rotasi dan Revolusi Bumi Bagi Kehidupan Sehari-hari yang Wajib Diketahui

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Muktamar NU ke-35 Masuk Tahap Sidang Komisi, Laporan PBNU Diterima

Muktamar NU ke-35 Masuk Tahap Sidang Komisi, Laporan PBNU Diterima

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:29 WIB

Harga HP Makin Mahal, Digiplus Ubah Strategi: Geser dari Mal ke Street Level Kejar Kota Tier 2 dan 3

Harga HP Makin Mahal, Digiplus Ubah Strategi: Geser dari Mal ke Street Level Kejar Kota Tier 2 dan 3

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Konvoi Mitsubishi Xforce Jelajahi Jalur Sejarah Solo - Ambarawa Rayakan Kemerdekaan

Konvoi Mitsubishi Xforce Jelajahi Jalur Sejarah Solo - Ambarawa Rayakan Kemerdekaan

Otomotif | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:15 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 29 Agustus 2026: Ada Pisces hingga Libra

4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 29 Agustus 2026: Ada Pisces hingga Libra

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:05 WIB

Satu Ukuran untuk Semua: Mengapa Sistem Desil Tunggal Ancam Masa Depan?

Satu Ukuran untuk Semua: Mengapa Sistem Desil Tunggal Ancam Masa Depan?

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:05 WIB

6 Trik Masak Nasi di Rice Cooker Supaya Cepat Matang dan Anti Lembek

6 Trik Masak Nasi di Rice Cooker Supaya Cepat Matang dan Anti Lembek

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:05 WIB

Prabowo Jadi Tamu Utama Forum Ekonomi Rusia, Putin Siapkan Pertemuan Bilateral

Prabowo Jadi Tamu Utama Forum Ekonomi Rusia, Putin Siapkan Pertemuan Bilateral

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03 WIB

Diakui di Kancah Internasional, Pegadaian Raih Penghargaan Best Sukuk - SME di Kuala Lumpur

Diakui di Kancah Internasional, Pegadaian Raih Penghargaan Best Sukuk - SME di Kuala Lumpur

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Lebih dari Modal Usaha, PNM Bantu Mimpi Anak Nasabah Lewat Bantuan Pendidikan

Lebih dari Modal Usaha, PNM Bantu Mimpi Anak Nasabah Lewat Bantuan Pendidikan

Riau | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:57 WIB

×