Ini Alasan India Larang PUBG

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 29 Maret 2019 | 15:40 WIB
Ini Alasan India Larang PUBG
Game PUBG sedang dimainkan di sebuah ponsel pintar. [Shutterstock]

Suara.com - India diketahui telah melarang warganya memainkan salah satu game terpopuler, PlayerUnknown's Battlegrounds atau yang lebih dikenal dengan PUBG. Game bergenre battle royale tersebut mewajibkan pemain bertahan hidup dengan melawan 100 pemain lainnya menggunakan senjata.

Setelah pengembang merilis versi mobile dari game tersebut, kepopuleran PUBG semakin mendunia. Beberapa kota di India telah memberlakukan pelarangan tersebut dan menindak tegas bagi warganya yang nekat memainkan game itu.

Bahkan, komisi hak anak nasional juga merekomendasikan untuk melarang game tersebut karena mengandung konten yang tidak baik untuk anak-anak.

Sebelumnya, diketahui bahwa game itu dilarang karena memuat konten yang kasar dan dapat menurunkan nilai belajar anak karena kecanduan atas game. Namun, sebuah surat kabar di India menyebutkan bahwa game PUBG disebut sebagai "epidemi" yang mengubah anak-anak menjadi "monorogi" atau psikopat.

Ditulis bahwa PUBG merupakan game yang berbahaya dan banyak anak kehilangan keseimbangan mentalnya.

Dilansir dari Bloomberg, India menganggap bahwa PUBG memungkinkan anak melakukan intimidasi, mencuri, dan dalam suatu kasus di Mumbai, seorang remaja melakukan bunuh diri. Pada pertemuan publik bulan lalu, seorang ibu di India bahkan mengeluh kepada Perdana Menteri Narendra Modi tentang putranya yang kecanduan bermain PUBG.

Meski begitu di sisi lain, para pengembang game melihat bahwa India merupakan pasar yang menjanjikan karena India telah menjadi pasar smartphone terbesar kedua di dunia, setelah China dan yang paling cepat berkembang.

PUBG
PUBG

"PUBG telah membuat pasar game online melambung dan menunjukkan bahwa India adalah pasar yang sangat menarik," ucap Lokesh Suji, Kepala Federasi e-Sports India yang berbasis di Gurgaon.

Pelarangan atas game PUBG diprediksi karena India belum memiliki kebijakan peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, Bluehole Inc. selaku pembuat asli dari PUBG telah mengambil pendekatan dengan hati-hati. Perusahaan itu mengatakan sedang mencari dasar hukum larangan PUBG di berbagai kota di India dan akan berunding dengan pihak berwenang untuk menemukan solusi.

baca juga

"Kami sedang mengerjakan pengenalan sistem permainan yang sehat di India untuk mempromosikan permainan yang seimbang dan bertanggung jawab, termasuk membatasi waktu bermain untuk pemain di bawah umur," ucap seorang juru bicara dari perusahaan tersebut.

Kebijakan peraturan dalam bermain sendiri telah ditetapkan di beberapa negara. Di China, Tencent melarang anak di bawah 13 tahun bermain game PUBG. Sementara itu di Jerman, pelarangan diberikan kepada anak dengan usia di bawah 16 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Bertemu MUI, Kominfo: Belum Ada Sikap soal PUBG

Usai Bertemu MUI, Kominfo: Belum Ada Sikap soal PUBG

Tekno | Rabu, 27 Maret 2019 | 04:05 WIB

Usai Bahas PUBG dengan Kominfo dan Asosiasi Esports, MUI: Belum Ada Fatwa

Usai Bahas PUBG dengan Kominfo dan Asosiasi Esports, MUI: Belum Ada Fatwa

Tekno | Selasa, 26 Maret 2019 | 22:06 WIB

MUI, Kominfo, dan Asosiasi Esports Rapat Bareng Bahas PUBG

MUI, Kominfo, dan Asosiasi Esports Rapat Bareng Bahas PUBG

Tekno | Selasa, 26 Maret 2019 | 19:19 WIB

Kominfo Tak Janji Blokir PUBG, Rudiantara Tunggu Respon MUI

Kominfo Tak Janji Blokir PUBG, Rudiantara Tunggu Respon MUI

News | Selasa, 26 Maret 2019 | 15:22 WIB

MUI Jabar Pertimbangkan Fatwa Haram Gim PUBG

MUI Jabar Pertimbangkan Fatwa Haram Gim PUBG

Jabar | Kamis, 21 Maret 2019 | 21:49 WIB

Baru Satu Tahun, PUBG Mobile Raup Berbagai Penghargaan

Baru Satu Tahun, PUBG Mobile Raup Berbagai Penghargaan

Tekno | Rabu, 20 Maret 2019 | 13:15 WIB

Terkini

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:45 WIB

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:32 WIB

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 07:28 WIB

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest  di Solo Tetap Digelar

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest di Solo Tetap Digelar

Surakarta | Rabu, 04 November 2026 | 07:26 WIB

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 07:23 WIB

Ketika Buzzer Lebih Sibuk Membela Pemerintah daripada Memahami Gizi

Ketika Buzzer Lebih Sibuk Membela Pemerintah daripada Memahami Gizi

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:20 WIB

×