Amerika Serikat Siap Terbangkan Helikopter di Mars

Liberty Jemadu

Jum'at, 29 Maret 2019 | 18:50 WIB
Amerika Serikat Siap Terbangkan Helikopter di Mars
Para insinyur NASA tengah memeriksa sebuah helikopter model di dalam tabung kedap udara yang berfungsi sebagai simulator antariksa di laboratorium Jet Propulsion, Pasadena, California, AS pada 1 Februari 2019. NASA berencana menerbangkan helikoter pertama di Mars pada 2021. [Courtesy NASA/JPL-Caltech]

Suara.com - Sebuah helikopter buatan badan antariksa Amerika Serikat (NASA) siap diterbangkan di Mars setelah menjalani serangkaian uji coba di Bumi.

"Berikutnya kami kami akan terbang di Mars," kata MiMi Aung, manajer proyek helikopter NASA seperti diwartakan CNet, Jumat (29/3/2019).

Helikopter itu dikembangkan NASA untuk mengukur apakah Mars bisa mendukung sebuah kendaraan terbang layaknya di Bumi. Hingga saat ini NASA masih meneliti permukaan Mars menggunakan rover atau mobil robotik.

Atsmosfer Mars, berbeda dari Bumi, sangat tipis. Selain itu, suhu udara di Mars juga bisa sangat dingin sehingga bisa merusak perangkat elektronik sensitif.

Untuk memastikan helikopter itu bisa beroperasi di Mars, NASA telah mengujinya dalam laboratorium yang dirancang untuk meniru lingkungan ekstrem Mars.

Meski demikian helikopter ini bukan seperti helikopter di Bumi. Ukurannya kecil, dengan dua bilah baling-baling sepanjang 1,8 meter dan bobotnya cuma 1,8 kilogram. Ia memanfaatkan energi surya dan tak memiliki awak, layaknya drone.

Helikopter itu diuji dalam sebuah simulator di laboratorium Jet Propulsion NASA di California, AS. Simulator itu sendiri adalah sebuah tabung kedap udara yang ukurannya setara dengan separuh bus sekolah.

Dalam tabung itu para peneliti menciptakan atmosfer mirip di Mars dan menerbangkan helikopter itu di dalamnya. Mereka juga menciptakan gaya gravitasi yang meniru Mars.

Hasilnya helikopter itu cuma bisa terbang setinggi 5 sentimeter di atas permukaan. Dalam uji coba kedua, helikopter tersebut bisa terbang selama satu menit.

Rencananya helikopter itu, demikian dilansir dari Space.com, akan dikirim ke Mars pada 2020 mendatang. Ia ditargetkan tiba di Planet Merah itu pada Februari 2021. Di sana ia akan dipasang pada sebuah mobil robotik baru NASA.

Setelah mendarat di dalam Kawah Jezero, di Mars, helikopter NASA itu akan menggelar beberapa tes terbang. Masing-masing tes itu akan berlangsung selama 90 detik.

Tujuan utama dari tes-tes tersebut, adalah untuk mengetahui apakah Mars bisa mendukung pesawat terbang. Jika sukses maka NASA di masa depan akan mengerahkan armada drone di Mars, untuk membantu penelitian yang selama ini hanya dilakukan di darat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 28 September 2026 | 11:24 WIB

Iran Menutup Pintu Negosiasi Baru dengan Amerika Serikat di Sidang Umum PBB

Iran Menutup Pintu Negosiasi Baru dengan Amerika Serikat di Sidang Umum PBB

News | Senin, 28 September 2026 | 09:27 WIB

Akhirnya PBB Turun Tangan di Perang AS - Iran, Minta Rampungkan Konflik Selat Hormuz

Akhirnya PBB Turun Tangan di Perang AS - Iran, Minta Rampungkan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 26 September 2026 | 13:16 WIB

Pemblokiran Maskapai Iran Mengancam Keamanan Penerbangan Negara Tetangga

Pemblokiran Maskapai Iran Mengancam Keamanan Penerbangan Negara Tetangga

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:07 WIB

Iran Siap Buka Selat Hormuz dalam Seminggu

Iran Siap Buka Selat Hormuz dalam Seminggu

News | Sabtu, 26 September 2026 | 08:43 WIB

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:36 WIB

Tak Nurut Amerika, Presiden Sudan Tak Bisa ke Sidang PBB

Tak Nurut Amerika, Presiden Sudan Tak Bisa ke Sidang PBB

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:05 WIB

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:52 WIB

Limbah Data Center Perusahaan Teknologi Ini Diduga Bawa Bakteri Berbahaya ke Air Kota

Limbah Data Center Perusahaan Teknologi Ini Diduga Bawa Bakteri Berbahaya ke Air Kota

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:30 WIB

Resolusi Hentikan Perang AS - Iran Ditolak Senat Amerika Serikat

Resolusi Hentikan Perang AS - Iran Ditolak Senat Amerika Serikat

News | Jum'at, 25 September 2026 | 10:03 WIB

Terkini

Sinyal Kenaikan Harga BBM Pertamax Cs di Bulan Oktober 2026

Sinyal Kenaikan Harga BBM Pertamax Cs di Bulan Oktober 2026

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 11:18 WIB

Cari Jam Tangan Wanita untuk Kerja dan Kuliah? 5 Model Alba Ini Wajib Masuk Wishlist

Cari Jam Tangan Wanita untuk Kerja dan Kuliah? 5 Model Alba Ini Wajib Masuk Wishlist

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 11:17 WIB

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 4 Oktober 2026, Cek Lokasi dan Syarat Perpanjangan

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 4 Oktober 2026, Cek Lokasi dan Syarat Perpanjangan

Sumut | Selasa, 29 September 2026 | 11:14 WIB

Diduga Jadi Calon Promotor Silmy Karim dan Bagus, Dosen Universitas Brawijaya Dipanggil KPK

Diduga Jadi Calon Promotor Silmy Karim dan Bagus, Dosen Universitas Brawijaya Dipanggil KPK

News | Selasa, 29 September 2026 | 11:14 WIB

Justin Hubner Buka Suara soal Dampak Kartu Merah Thom Haye

Justin Hubner Buka Suara soal Dampak Kartu Merah Thom Haye

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 11:13 WIB

7 Cara Mudah Membersihkan Tumbler Stainless yang Bau Tak Sedap dan Berkarat

7 Cara Mudah Membersihkan Tumbler Stainless yang Bau Tak Sedap dan Berkarat

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 11:12 WIB

Jalan Terjal Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026: Wajib Menang!

Jalan Terjal Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026: Wajib Menang!

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 11:10 WIB

Kenapa Ketika Dewasa Pertemanan Menjadi Semakin Sedikit dan Lebih Eksklusif? Begini Penjelasannya!

Kenapa Ketika Dewasa Pertemanan Menjadi Semakin Sedikit dan Lebih Eksklusif? Begini Penjelasannya!

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 11:08 WIB

Rating Waskita Kembali Anjlok, PEFINDO Soroti Penundaan Bayar Utang

Rating Waskita Kembali Anjlok, PEFINDO Soroti Penundaan Bayar Utang

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 11:07 WIB

Kawal Aksi Buruh di DPR, Polda Metro Jaya Kerahkan 4.998 Personel dan Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Kawal Aksi Buruh di DPR, Polda Metro Jaya Kerahkan 4.998 Personel dan Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

News | Selasa, 29 September 2026 | 11:07 WIB

×