Lima Peristiwa Langit Ini Siap Hiasi Bulan April

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 01 April 2019 | 14:25 WIB
Lima Peristiwa Langit Ini Siap Hiasi Bulan April
Ilustrasi langit. [Shutterstock]

Suara.com - Setiap bulan akan selalu ada peristiwa langit yang terjadi, entah itu dapat terlihat dengan jelas atau tidak. Bulan Maret 2019 dihiasi fenomena musim berburu Bimasakti, konjungsi Bulan dengan Saturnus, konjungsi Bulan dengan Venus, Ekuinoks Maret, hingga konjungsi Mars dengan Pleiades.

Dihimpun dari in-the-sky.org, bulan April 2019 pun tidak kalah dengan peristiwa langit menarik lainnya. Berikut ini lima peristiwa langit yang akan terjadi pada bulan April 2019:

1. Konjungsi Bulan dengan dua planet

Ilustrasi konjungsi Bulan dengan dua planet. [Shutterstock]
Ilustrasi konjungsi Bulan dengan dua planet. [Shutterstock]

Awal bulan April akan dihiasi dengan konjungsi Bulan dengan Venus pada 2 April dan konjungsi Bulan dengan Mars pada 9 April mendatang. Dilansir dari in-the-sky.org, ketika Bulan berumur 27 hari, Bulan akan berkonjungsi dengan Venus.

Keduanya akan berjarak sekitar 2 derajat di atas cakrawala timur dan mulai terlihat pada pukul 03:43 waktu setempat di Indonesia. Konjungsi Bulan dan Venus ini akan berlangsung selama 2 jam 12 menit sebelum Matahari terbit.

Sementara itu, konjungsi Bulan dengan Mars yang terjadi pada 9 April mendatang akan terjadi setelah Bulan melewati fase Bulan baru dan baru berumur 4 hari. Kedua objek langit ini akan berjarak sekitar 4 derajat di ketinggian 35 derajat di atas cakrawala barat laut.

Konjungsi keduanya mulai teramati pukul 18:30 waktu setempat dan dapat terus diamati selama 2 jam 58 menit. Kedua konjungsi di awal bulan April ini dapat diamati dengan mata telanjang.

2. Hujan Meteor Virginid

Ilustrasi hujan meteor Perseid. [Shutterstock/Hareluya]
Ilustrasi hujan meteor. [Shutterstock/Hareluya]

Meskipun termasuk ke dalam kelompok hujan meteor minor atau berintensitas rendah, hujan meteor Virginid akan mencapai puncakya pada 12 April mendatang. Hujan meteor tahunan ini muncul ketika Bumi melewati aliran puing yang ditinggalkan oleh komet dan asteroid. Diprediksi akan ada sekitar 5 meteor per jam, dengan syarat pengamatan dilakukan di lokasi yang minim polusi cahaya.

baca juga

Titik radian hujan meteor ini akan berada di rasi bintang Virgo. Di langit Indonesia sendiri, hujan meteor ini akan muncul di ketinggian 78 derajat di atas cakrawala timur.

3. Elongasi Barat terjauh Merkurius

Ilustrasi Merkurius, planet terkecil dan yang paling dekat dengan Matahari di tata surya kita. [Shutterstock]
Ilustrasi Merkurius, planet terkecil dan yang paling dekat dengan Matahari di tata surya kita. [Shutterstock]

Istilah elongasi dalam astronomi sendiri merupakan pemisahan sudut antara sebuah planet dengan Matahari dengan Bumi sebagai titik acuan. Semakin besar angka sudut elongasi sebuah planet, maka semakin jauh posisinya di langit Bumi dari Matahari sehingga dapat diamati ketika Matahari telah terbenam.

Menurut in-the-sky.org, Merkurius akan mencapai sudut elongasi barat terjauh dari Matahari pada 12 April mendatang, bersamaan dengan peristiwa hujan meteor Virginid. Peristiwa elongasi ini dapat diamati mulai pukul 05:00 waktu setempat di Indonesia.

Nantinya, Merkurius akan tampak seperti bintang kuning kecil yang tidak berkelap-kelip di langit timur. Merkurius akan mencapai ketinggian maksimum 25 derajat di atas cakrawala timur saat Matahari terbit.

Menariknya, saat Merkurius mencapai elongasi barat terjauhnya, planet tersebut akan bersebelahan dengan Venus. Untuk membedakannya, Venus akan bersinar lebih terang daripada Merkurius.

4. Bulan purnama

Bulan purnama. [Shutterstock]
Ilustrasi Bulan purnama. [Shutterstock]

Bulan akan mencapai fase penuh atau yang lebih dikenal sebagai Bulan purnama pada 19 April mendatang. Pada saat ini dalam siklus fase bulanannya, Bulan terletak hampir berhadapan langsung dengan Matahari di langit dengan jarak sekitar 180 derajat dan hal itu akan membuat permukaan Bulan tersinari oleh Matahari hampir sempurna.

Pada saat mencapai fase penuhnya, Bulan akan terletak di rasi bintang virgo dan berjarak 368.000 kilometer dari Bumi.

5. Hujan meteor Alfa Skorpiid

Ilustrasi hujan meteor (Shutterstock).
Ilustrasi hujan meteor (Shutterstock).

Hujan meteor Alfa Skorpiid akan mencapai puncaknya pada 28 April mendatang. Walaupun hanya hujan meteor minor, peritiwa ini akan menjadi penutup di penghujung bulan April 2019.

Hujan meteor Alfa Skorpiid berasal dari debrik sebuah batu antariksa yang dikatalogkan sebagai 2004 BZ74 dan nantinya akan mencapai intensitas maksimum 5 meteor per jam. Pengamat di Indonesia mulai bisa mengamatinya mulai diri hari hingga Matahari terbit. Nantinya hujan meteor ini akan muncul 56 derajat di atas cakrawala tenggara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masuk Bulan Maret, Ini Lima Peristiwa Langit yang Terjadi

Masuk Bulan Maret, Ini Lima Peristiwa Langit yang Terjadi

Tekno | Senin, 04 Maret 2019 | 06:35 WIB

Masuk Bulan Februari, Lima Peristiwa Langit Ini Akan Terjadi

Masuk Bulan Februari, Lima Peristiwa Langit Ini Akan Terjadi

Tekno | Jum'at, 01 Februari 2019 | 10:47 WIB

BMKG Imbau Dampak Fenomena Supermoon di Indonesia

BMKG Imbau Dampak Fenomena Supermoon di Indonesia

Tekno | Senin, 21 Januari 2019 | 14:45 WIB

Tahun 2019 Akan Ada Tiga Supermoon, Awas Air Laut Naik !

Tahun 2019 Akan Ada Tiga Supermoon, Awas Air Laut Naik !

Tekno | Senin, 14 Januari 2019 | 10:30 WIB

Masuk Bulan Januari, Lima Peristiwa Langit Ini Akan Terjadi

Masuk Bulan Januari, Lima Peristiwa Langit Ini Akan Terjadi

Tekno | Rabu, 02 Januari 2019 | 11:50 WIB

Memasuki November, Ini 5 Peristiwa Langit yang Akan Terjadi

Memasuki November, Ini 5 Peristiwa Langit yang Akan Terjadi

Tekno | Sabtu, 03 November 2018 | 07:32 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Eyeliner Pensil Serut yang Waterproof, Pigmented dan Tahan Lama

5 Rekomendasi Eyeliner Pensil Serut yang Waterproof, Pigmented dan Tahan Lama

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:09 WIB

Pindah ke Gresini, Joan Mir Akui Nyontek Marc Marquez

Pindah ke Gresini, Joan Mir Akui Nyontek Marc Marquez

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:52 WIB

Api Sore Hari

Api Sore Hari

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Darurat Karhutla Kalimantan, Jepang Kirim 600 Pasukan Khusus dan Kapal Amfibi

Darurat Karhutla Kalimantan, Jepang Kirim 600 Pasukan Khusus dan Kapal Amfibi

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:39 WIB

Resmi! Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Resmi! Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Bola | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:34 WIB

Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Ketiga, Kejagung Ingatkan Batasan KUHAP Baru

Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Ketiga, Kejagung Ingatkan Batasan KUHAP Baru

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Mengenal Inovasi Sistem Hybrid Terbaru pada Mitsubishi New Xforce HEV

Mengenal Inovasi Sistem Hybrid Terbaru pada Mitsubishi New Xforce HEV

Otomotif | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Ulasan Buku Senjata Kaum Lemah: Ketika Melawan Tak Harus Berteriak

Ulasan Buku Senjata Kaum Lemah: Ketika Melawan Tak Harus Berteriak

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Bahaya Residu Benzena pada Sunscreen Spray, Bisa Picu Kanker Darah

Bahaya Residu Benzena pada Sunscreen Spray, Bisa Picu Kanker Darah

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Terjawab! Alasan Teknis Mengapa Vario Evo 160 Tipe Tertinggi Belum Pakai Suspensi Ganda

Terjawab! Alasan Teknis Mengapa Vario Evo 160 Tipe Tertinggi Belum Pakai Suspensi Ganda

Otomotif | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:15 WIB

×