Array

Gawat! WhatsApp Android dan iPhone Diserang Hacker

Dythia Novianty Suara.Com
Rabu, 15 Mei 2019 | 07:34 WIB
Gawat! WhatsApp Android dan iPhone Diserang Hacker
Ilustrasi WhatsApp. [Shutterstock]

Suara.com - Kabar kurang sedap berhembus dari WhatsApp, di mana telah ditemukan kerentanan yang memungkinkan hacker (peretas) menginstal kode berbahaya di iPhone dan Android dengan menelpon perangkat target.

Dikutip Metro dari Financial Times, kode tersebut dapat ditransmisikan, bahkan jika pengguna tidak menjawab telepon mereka dan daftar panggilan sering menghilang.

Perwakilan WhatsApp mengatakan, serangan itu memiliki kemiripan dengan spyware yang dikembangkan untuk agen intelijen. Sekarang sedang didesak untuk segera memperbarui WhatsApp mereka.

Ada kekhawatiran bahwa perangkat lunak itu digunakan dalam upaya untuk mengakses ponsel para pegiat hak asasi manusia, termasuk pengacara yang berbasis di Inggris.

"Kami percaya sejumlah pengguna terpilih menjadi sasaran melalui Kerentanan ini oleh aktor cyber canggih. Serangan ini memiliki semua keunggulan perusahaan swasta yang dikenal bekerja dengan pemerintah untuk memberikan spyware dengan mengambil alih fungsi sistem operasi ponsel," tulis WhatsApp.

“Kami telah memberi pengarahan kepada sejumlah organisasi hak asasi manusia untuk berbagi informasi yang kami bisa, dan bekerja dengan mereka untuk memberi tahu masyarakat sipil. Perusahaan itu dikatakan memiliki pejabat rahasia di Departemen Kehakiman AS setelah menemukan kerentanan pada awal Mei," katanya.

WhatsApp mengklaim memiliki 1,5 miliar pengguna di seluruh dunia dan merilis pembaruan perangkat lunak pada hari Senin (13/5/2019).

Ilustrasi peretas (hacker). (Shutterstock/Benoit Daoust)
Ilustrasi peretas (hacker). (Shutterstock/Benoit Daoust)

Menurut Financial Times, spyware dikembangkan oleh NSO Group, sebuah perusahaan cybersecurity dan intelijen Israel.

Dalam keadaan apa pun NSO tidak akan terlibat dalam operasi atau mengidentifikasi target teknologinya, yang hanya dioperasikan oleh badan intelijen dan penegak hukum. NSO tidak akan, atau tidak bisa, menggunakan teknologinya dengan haknya sendiri untuk menargetkan siapa pun atau organisasi manapun.

Baca Juga: Anda Pakai Smartphone Ini? Ucapkan Selamat Tinggal pada WhatsApp

Kerentanan dan dugaan serangan telah diselidiki oleh Citizen Lab, sebuah kelompok penelitian di Universitas Toronto.

"Kami percaya seorang penyerang mencoba (dan diblokir oleh WhatsApp) untuk mengeksploitasinya baru-baru ini kemarin untuk menargetkan seorang pengacara hak asasi manusia," kata laboratorium itu.

Pada hari Senin, Amnesty International mengatakan, sedang mendukung tindakan hukum terhadap Kementerian Pertahanan Israel menuntut agar mencabut lisensi ekspor NSO Group.

"NSO Group menjual produk IT kepada pemerintah yang dikenal karena pelanggaran hak asasi manusia yang keterlaluan, memberi mereka alat untuk melacak aktivis dan kritikus," ujar wakil direktur Amnesty Tech, Danna Ingleton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI