Penemuan Penting Ini Mendekatkan Kemungkinan Manusia Tinggal di Mars

Dythia Novianty | Rezza Dwi Rachmanta
Penemuan Penting Ini Mendekatkan Kemungkinan Manusia Tinggal di Mars
Ilustrasi permukaan planet Mars. (Shutterstock)

Kumpulan ilmuwan internasional mengungkapkan sebuah penemuan mengejutkan terkait adanya sejumlah besar debit air di planet Mars.

Suara.com - Kumpulan ilmuwan internasional mengungkapkan sebuah penemuan mengejutkan terkait adanya sejumlah besar debit air di planet Mars. Ini adalah berita gembira bagi misi luar angkasa di mana berencana menempatkan manusia di Planet Merah.

Sekelompok peneliti dari Universitas Texas menggunakan radar penembus-tanah (ground-penetrating radar) untuk mendeteksi reservoir besar air beku pada lapisan pasir di bawah kutub utara Mars.

Reservoir ini mengandung sejumlah besar es dan jika meleleh serta dibawa ke permukaan, itu akan menenggelamkan seluruh planet Mars.

"Ini mengejutkan bahkan bagi ilmuwan sekalipun," kata Stefano Nerozzi, seorang pemimpin penelitian di Universitas Texas.

Penelitian mereka akan diterbitkan di jurnal Geophysical Research Letters pada pekan ini.

Reservoir besar terdeteksi di dalam unit kavi utara Mars. Unit kavi terletak sekitar 2 kilometer di bawah kutub utara Mars.

Sebelumnya, ilmuwan menduga bukit pasir di bawah kutub utara Mars mengandung kurang dari 50 persen volume es air (water ice). Perkiraan didasarkan pada sejumlah besar lapisan pasir berwarna gelap yang bercampur dengan sejumlah kecil air beku.

Pengamatan terbaru dilakukan menggunakan Shallow Radar atau SHARAD, instrumen di atas Mars Reconnaissance Orbiter milik NASA. SHARAD memancarkan gelombang radar yang menembus permukaan sehingga memungkinkan ilmuwan melihat struktur internal tanah dan komposisi unit kavi.

Shallow Radar (SHARAD). [NASA]
Shallow Radar (SHARAD). [NASA]

Ilmuwan terkejut setelah menemukan lapisan horizontal kaya es yang diapit oleh lapisan bukit pasir secara bergantian. Distribusi es air berkisar antara 61 hingga 88 persen volume, yang berarti unit kavi terdiri dari air beku.

Seperti di kutip dari keterangan persnya, ilmuwan menjelaskan bahwa lapisan itu akan membawa efek menakjubkan jika dibawa ke permukaan.

"Es kutub yang baru ditemukan akan setara dengan lapisan air global di sekitar Mars setidaknya sedalam 1,5 meter (menenggelamkan Mars). Itu merupakan jumlah air yang sangat banyak," kata Nerozzi dikutip dari Gizmodo.

Data SHARAD menunjukkan bahwa volume lempengan es akan meningkat seiring kedekatan dengan kutub utara. Bahkan, peneliti mendeteksi lapisan pasir lebih dari 40 kilometer di atas lapisan es setebal 50 hingga 100 meter. Unit kavi dan lapisan es menyimpan catatan sejarah planet Mars.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS