Jadi Misteri, Rahasia Lubang Menganga di Samudera Antartika Ini Terungkap

Dinar Surya Oktarini, Amelia Prisilia

Minggu, 16 Juni 2019 | 15:35 WIB
Jadi Misteri, Rahasia Lubang Menganga di Samudera Antartika Ini Terungkap
Lubang menganga di Samudera Antartika. (NASA)

Suara.com - Baru-baru ini dalam sebuah laporan menyebutkan adanya lubang besar di Samudera Antartika. Tersimpan lama dan menjadi misteri, akhirnya fakta sebenarnya di balik hal ini terungkap.

Lubang besar di Samudera Antartika ini memang sudah ditemukan secara sporadis sejak tahun 1970 lalu. Selama itu pula fakta sebenarnya dan penyebab lubang tersebut menjadi rahasia. Dilansir dari Live Science, fakta sebenarnya terkait hal ini akhirnya terungkap.

Menggunakan robot apung dan anjing laut yang dilengkapi teknologi, lubang menganga di samudera Antartika ini adalah polynya yang dalam bahasa Rusia berarti open water. Menurut hasil penelitian, lubang menganga di samudera Antartika merupakan hasil dari badai dan garam.

Para peneliti mengambil data dengan menggunakan dua robot apung berukuran manusia yang diterjunkan di Laut Weddell melalui Proyek Pemantauan dan Pemodelan Iklim Serta Karbon Laut (SOCCOM). Proyek ini didanai oleh National Science Foundation.

Robot apung ini diterjunkan ke arus sekitar satu mil di bawah permukaan laut dan mengumpulkan data mengenai suhu air, salinitas, dan kandungan karbon.

Robot apung dan anjing laut. (Dan Costa/University of California, Santa Cruz)
Robot apung dan anjing laut. (Dan Costa/University of California, Santa Cruz)

Tidak hanya data dari robot apung, peneliti juga menggunakan data pengamatan sepanjang tahun dari kapal penelitian Antartika sebagai perbandingan.

Sebelum diketahui, polynya ini cukup mencuri perhatian karena bentuknya yang besar dan berada di Laut Weddell pada tahun 2016 dan 2017.

Perairan terbuka ini diketahui membentang lebih dari 115.097 mil persegi atau sekitar 298.100 kilometer persegi. Efek dari polynya ini bisa saja mempengaruhi pola cuaca di sekitar Antartika.

Bentangan lubang menganga yang merupakan hasil polynya ini terbentuk karena variasi iklim dan cuaca yang memburuk. Hasilnya, polynya melepaskan banyak uap panas laut ke atmosfer.

Fakta mengerikan Antartika. (Pixabay/MemoryCatcher)
Antartika. (Pixabay/MemoryCatcher)

Selain itu, banyak peneliti yang menduga-duga bahwa badai memiliki peran penting dalam terciptanya polynya selama beberapa tahun terakhir ini.

Pada tahun 2017, badai ganas dengan kecepatan angin mencapai 72 mil per jam atau 117 kilometer per jam pernah terjadi di daerah tersebut.

Akhirnya terungkap dan tidak lagi menjadi misteri, lubang menganga di Samudera Antartika ini akan terus mendapat perhatian dari para peneliti.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Skenario AI Musnahkan Semua Umat Manusia di Bumi

5 Skenario AI Musnahkan Semua Umat Manusia di Bumi

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:24 WIB

Peneliti UGM Soroti Regulasi Layanan Kurir Online yang Dinilai Ketinggalan Zaman

Peneliti UGM Soroti Regulasi Layanan Kurir Online yang Dinilai Ketinggalan Zaman

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:40 WIB

BRIN Bawa 200 Produk Inovasi ke Istana: Fokus pada Pangan, Energi, dan Kesehatan

BRIN Bawa 200 Produk Inovasi ke Istana: Fokus pada Pangan, Energi, dan Kesehatan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:21 WIB

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:02 WIB

Tak Harus Jadi Peneliti: Mengapa Karier di Bidang Lingkungan Kini Semakin Terbuka untuk Anak Muda?

Tak Harus Jadi Peneliti: Mengapa Karier di Bidang Lingkungan Kini Semakin Terbuka untuk Anak Muda?

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:00 WIB

Motif Skandal Riset Palsu di Denmark Hanya untuk Dapatkan Fasilitas Jalan-jalan

Motif Skandal Riset Palsu di Denmark Hanya untuk Dapatkan Fasilitas Jalan-jalan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09 WIB

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:14 WIB

Mahalnya Riset di Indonesia: Fasilitas Minim, Biaya Mandiri, hingga Godaan Manipulasi

Mahalnya Riset di Indonesia: Fasilitas Minim, Biaya Mandiri, hingga Godaan Manipulasi

Your Say | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:52 WIB

Motif di Balik Riset Fiktif Peneliti WNI di Denmark

Motif di Balik Riset Fiktif Peneliti WNI di Denmark

Liks | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:51 WIB

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:23 WIB

Terkini

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:33 WIB

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:26 WIB

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:05 WIB

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:49 WIB

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×