Siapa Peneliti Indonesia yang Temukan Rafflesia Hasseltii? Geger Namanya Tak Disebut Oxford

Nur Khotimah

Rabu, 26 November 2025 | 11:41 WIB
Siapa Peneliti Indonesia yang Temukan Rafflesia Hasseltii? Geger Namanya Tak Disebut Oxford
Penemuan Rafflesia hasseltii (X/Chris Thorogood)

Suara.com - Penemuan Rafflesia hasseltii di Sijunjung, Sumatera Barat, langsung menyita perhatian publik. Bunga langka ini dikenal sangat sulit ditemukan, apalagi dalam kondisi mekar sempurna.

Ketika sebuah tim ekspedisi berhasil menemukannya pada November 2025, momen tersebut viral dan mendapat sambutan luar biasa.

Namun, baru-baru ini, topik terkait Rafflesia hasseltii kembali menjadi sorotan setelah Oxford University merilis informasi terkait spesies langka ini tanpa mencantumkan nama peneliti Indonesia yang ikut terlibat.

Dalam pengumuman resmi di akun Oxford University, nama-nama peneliti Indonesia yang ikut turun langsung ke hutan tidak disebut sama sekali.

Hanya nama Chris Thorogood dari Oxford yang ditampilkan, padahal ekspedisi ini merupakan kolaborasi antara ilmuwan luar negeri dan peneliti Indonesia.

"Kemarin, @thorogoodchris1 dari Oxford Botanic Garden's menjadi bagian dari tim yang menjelajahi hutan hujan Sumatra (sebuah pulau di Indonesia) yang dijaga harimau siang dan malam untuk menemukan Rafflesia hasseltii," tulis akun @UniofOxford, dikutip Rabu (26/11/2025).

Situasi ini kemudian memicu kritik. Netizen menyoroti minimnya pengakuan terhadap kontribusi ilmuwan Indonesia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bahkan turut menegur Oxford University agar menyebutkan nama peneliti Indonesia yang terlibat.

Banyak orang kemudian bertanya, siapa sebenarnya peneliti Indonesia yang menemukan Rafflesia hasseltii?

baca juga

Inilah sosok peneliti Indonesia yang terlibat dalam temuan tersebut dan bagaimana kontribusi mereka dalam riset tanaman langka ini.

Peneliti Indonesia yang Terlibat dalam Penemuan Rafflesia hasseltii

Penemuan Rafflesia hasseltii bukanlah kerja satu orang. Di balik ekspedisi panjang itu, terdapat tiga nama peneliti Indonesia yang menjadi bagian penting dari keberhasilan riset.

Mereka adalah Dr. Joko Ridho Witono (BRIN), Septian Andriki/Deki (aktivis konservasi), dan Iswandi (pengelola Hutan Nagari Sumpur Kudus).

Ketiganya berperan langsung dalam pencarian, identifikasi, hingga pendokumentasian bunga langka tersebut.

Dr. Joko Ridho Witono adalah peneliti BRIN dengan spesialisasi biosistematika dan evolusi. Ia merupakan ilmuwan yang mendalami riset terkait Rafflesia dan keberagaman hayati Indonesia.

Dalam ekspedisi ini, Joko berperan memberikan validasi ilmiah terhadap temuan di lapangan sekaligus menghubungkan penelitian ini dengan proyek besar pemetaan filogenetik Rafflesia se-Asia Tenggara.

Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki 16 jenis Rafflesia, dan temuan terbaru ini semakin menguatkan posisi Indonesia sebagai pusat keanekaragaman Rafflesia di dunia.

Sementara itu, Septian Andriki, atau Deki, adalah sosok yang paling banyak mencuri perhatian publik setelah videonya menangis haru viral di media sosial.

Selama 13 tahun ia menjelajahi hutan Bengkulu dan Sumatra untuk mencari Rafflesia hasseltii.

Tekad dan kecintaannya pada konservasi bermula dari keinginannya mengedukasi siswa sekolah dasar tentang perbedaan antara Rafflesia dan bunga bangkai.

Deki juga menjadi pemandu lapangan yang membawa tim melalui rute ekstrem, perjalanan puluhan jam, hingga akhirnya menemukan bunga tersebut.

Kontributor penting lainnya adalah Iswandi, anggota Lembaga Pengelola Hutan Nagari Sumpur Kudus. Ia memiliki keahlian membaca kondisi hutan, mengenali jejak satwa, dan mengetahui jalur-jalur yang jarang dilalui manusia.

Pengetahuannya sebagai penjaga hutan lokal membuat ekspedisi bisa berjalan aman, terutama karena wilayah tersebut juga merupakan habitat harimau Sumatra.

Tanpa bantuannya, akan sulit menembus lokasi terpencil tempat Rafflesia hasseltii mekar.

Penemuan Rafflesia hasseltii adalah hasil kerja bersama yang melibatkan peneliti internasional dan ilmuwan Indonesia.

Meski sempat tidak disebutkan dalam unggahan Oxford University, publik kini mengenal mereka dan menghargai perjuangan mereka di lapangan.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Arti Istilah NPC? Dipakai Anies untuk Kritik Oxford soal Penemu Rafflesia Hasseltii

Apa Arti Istilah NPC? Dipakai Anies untuk Kritik Oxford soal Penemu Rafflesia Hasseltii

Lifestyle | Rabu, 26 November 2025 | 11:16 WIB

Proyek Ambisius Lintas Negara: BRIN Gandeng Oxford Telusuri DNA Rafflesia

Proyek Ambisius Lintas Negara: BRIN Gandeng Oxford Telusuri DNA Rafflesia

News | Senin, 24 November 2025 | 14:22 WIB

Universitas Oxford Dikritik Imbas Tak Cantumkan Nama Peneliti Indonesia Terkait Bunga Langka

Universitas Oxford Dikritik Imbas Tak Cantumkan Nama Peneliti Indonesia Terkait Bunga Langka

News | Senin, 24 November 2025 | 12:18 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×