Sophos Tingkatkan Intercept X dengan EDR

RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 28 Juni 2019 | 17:00 WIB
Sophos Tingkatkan Intercept X dengan EDR
Ilustrasi hacker [Shutterstock].

Suara.com - Sophos, perusahaan keamanan jaringan dan enpoint kaliber global yang berkantor pusat di Oxford, Britania Raya dan hadir di London Stock Exchange dengan akronim "SOPH" baru saja meluncurkan Endpoint Detection and Response atau EDR.

Ilustrasi hacker. (Shutterstock)
Ilustrasi hacker [Shutterstock]

Tujuannya antara lain adalah membantu berbagai pihak termasuk cakupan sebuah negara untuk mengatasi serangan peretasan siber. Layanan ini telah diuji di SophosLabs dan menghasilkan kesimpulan betapa mudahnya para penjahat siber dalam memanfaatkan otomasi dan bot yang dirancang untuk menemukan target-target lemah.

Fitur bertajuk Intercept X for Server dengan Endpoint Detection and Response (EDR) ini bertujuan menyelidiki serangan-serangan siber terhadap server, di mana target yang dicari adalah nilai data yang disimpan di dalamnya.

Diketahui, penjahat siber secara berkala mengembangkan metoda mereka dan kini menggabungkan kemampuan otomasi dengan peretasan agar bisa menjalankan serangan kepada semua server. Serangan rumit jenis baru yang mengabungkan penggunaan bot untuk mengidentifikasi calon korban dengan active adversaries sehingga bisa menentukan siapa yang akan diserang dan cara menyerangnya.

Worms Deliver Cryptomining Malware to Web Servers, dalam artikel SophosLabs Uncut menegaskan bagaimana mudahnya para penjahat siber memanfaatkan bot dalam menemukan sasaran yang lemah.

Apa yang disebut blended cyberattack adalah saat bot mengidentifikasi sasaran potensial, para penjahat siber menggunakan kecerdasan mereka memilih korban berdasarkan lingkup data sensitif atau kekayaan intelektual yang dimiliki sebuah lembaga, kemampuan untuk membayar tebusan, atau akses ke server-server dan jaringan lain.

Langkah lainnya adalah masuk ke dalam sistem, menghindari deteksi dan bergerak lateral untuk menyelesaikan misi. Tujuannya adalah menyelinap masuk diam-diam untuk mencuri data penting lalu keluar tanpa diketahui, melumpuhkan cadangan data dan mengenkripsi server.

"Blended cyberattacks, yang tadinya hanya bagian kecil dari nation state attackers, kini menjadi praktek yang umum di kalangan penjahat siber karena serangan ini menguntungkan. Perbedaannya adalah para nation state attackers cenderung bertahan di dalam jaringan cukup lama sementara penjahat siber biasa mengejar kesempatan mendapatkan uang dengan cepat," jelas Dan Schiappa, Chief Product Officer di Sophos.

"Kebanyakan malware saat ini bekerja secara otomatis sehingga mudah bagi para penyerang untuk menemukan sebuah lembaga yang postur keamanannya lemah, menilai potensi pembayaran mereka, dan teknik-teknik peretasan menggunakan teknik peretasan hand-to-keyboard untuk membuat kerugian sebanyak mungkin," imbuhnya.

baca juga

Dengan Intercept X for Server with EDR dari Sophos, manajer IT di berbagai perusahaan kini bisa menjamin sisi keamanan data yang menjadi tanggung jawabnya.

"Saat ancaman masuk ke dalam jaringan, mereka langsung menuju ke server. Sayangnya, ciri khas dari server membuat banyak lembaga enggan melakukan perubahan yang seringkali menunda patch deployment. Para penjahat siber mengandalkan kesempatan ini. Jika lembaga-lembaga menjadi korban sebuah serangan, mereka perlu tahu keseluruhan konteks perangkat dan server mana yang terkena serangan agar lembaga dapat meningkatkan keamanannya. Jika para regulator mengandalkan forensik digital sebagai bukti kehilangan data, maka bisnis dapat mengandalkan forensik yang sama untuk menunjukkan data mereka tidak dicuri. Sophos Intercept X for Server with EDR memberikan pemahaman dan intelijen keamanan yang diperlukan," jelas Dan Schiappa.

Sophos Intercept X for Server with EDR memperluas penawaran EDR dari Sophos yang pertama kali diumumkan bagi endpoints di Oktober 2018. Sophos EDR didukung oleh teknologi pembelajaran mendalam atau deep learning untuk mendeteksi malware.

Deep learning neural network diajarkan ke ratusan ribu sampel untuk mencari atribut mencurigakan dari kode berbahaya untuk mendeteksi ancaman yang belum pernah ada. Teknologi ini memberikan analisis ahli terhadap potensi serangan dengan membandingkan DNA dari file mencurigakan terhadap sampel malware yang telah dikelompokkan di SophosLabs.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa perhatian akan kurangnya keamanan dan kemampuan sudah menjadi perhatian manajer IT dan keamanan di banyak lembaga," jelas Fernando Montenegro, Senior Industry Analyst di 451 Research.

"Dengan ancaman siber yang datang dari berbagai vector dan secara konstan, kalangan bisnis tidak boleh memiliki gap pada visibilitasnya. Bersamaan dengan tim keamanan yang berusaha meningkatkan perlindungan, kami yakin dengan mengawinkan fitur EDR dan visibilitas di seluruh endpoint dan server adalah langkah positif ke depan menuju efisiensi yang lebih baik," ujarnya.

Bagi peminat, rincian harga dan ketersediaan produk bisa didapat di mitra-mitra Sophos di seluruh dunia. Lebih dari 100 juta pengguna di 150 negara mengandalkan solusi Sophos sebagai perlindungan terbaik dari ancaman canggih dan kehilangan data. Produk Sophos tersedia di mitra global sebanyak 47 ribu outlet yang terdaftar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengguna Data Internet Butuh Transparansi, Bukan Iming-iming Unlimited

Pengguna Data Internet Butuh Transparansi, Bukan Iming-iming Unlimited

Tekno | Jum'at, 01 Februari 2019 | 09:10 WIB

Bulan Puasa Pengguna Telkomsel Rakus Media Sosial

Bulan Puasa Pengguna Telkomsel Rakus Media Sosial

Tekno | Selasa, 12 Juni 2018 | 00:15 WIB

Sophos: Tidak Ada Platform Kebal Ransomware, Termasuk Linux!

Sophos: Tidak Ada Platform Kebal Ransomware, Termasuk Linux!

Tekno | Selasa, 07 November 2017 | 17:55 WIB

Terkini

Hoka vs ASICS, Mana yang Lebih Bagus untuk Lari Jarak Jauh? Ini Bedanya

Hoka vs ASICS, Mana yang Lebih Bagus untuk Lari Jarak Jauh? Ini Bedanya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:21 WIB

Bolehkah Berenang saat Hujan? Kenali Risiko dan Bahayanya bagi Kesehatan

Bolehkah Berenang saat Hujan? Kenali Risiko dan Bahayanya bagi Kesehatan

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:15 WIB

Dari Golden Bridge hingga Hoi An di Da Nang, Ini Pesona Vietnam yang Kini Makin Mudah Dijangkau

Dari Golden Bridge hingga Hoi An di Da Nang, Ini Pesona Vietnam yang Kini Makin Mudah Dijangkau

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:13 WIB

HP Tahan Air dan Baterai 10.000 mAh, REDMI Note 17 Pro Series Bidik Pengguna Aktif

HP Tahan Air dan Baterai 10.000 mAh, REDMI Note 17 Pro Series Bidik Pengguna Aktif

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 14:04 WIB

Sedih, Gen Z Tunda Nikah Karena Gaji Tak Kunjung Naik

Sedih, Gen Z Tunda Nikah Karena Gaji Tak Kunjung Naik

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 14:02 WIB

Lama Tertunda, tvN Ungkap Jadwal Resmi Penayangan Sekuel The Second Signal

Lama Tertunda, tvN Ungkap Jadwal Resmi Penayangan Sekuel The Second Signal

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 14:00 WIB

Pasar Ekspor Jadi Peluang Baru di Tengah Lemahnya Rupiah dan Turunnya Kelas Menengah

Pasar Ekspor Jadi Peluang Baru di Tengah Lemahnya Rupiah dan Turunnya Kelas Menengah

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 13:59 WIB

4 Cara Mengecek Status BPJS Kesehatan PBI Aktif atau Tidak, Tak Perlu ke Kantor!

4 Cara Mengecek Status BPJS Kesehatan PBI Aktif atau Tidak, Tak Perlu ke Kantor!

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:53 WIB

Film Sal Saeng Bu Rilis 2027, Ini Daftar Pemain Utama yang Penuh Bintang!

Film Sal Saeng Bu Rilis 2027, Ini Daftar Pemain Utama yang Penuh Bintang!

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 13:50 WIB

Lari Bikin Wajah Kendur, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Dokter Tirta

Lari Bikin Wajah Kendur, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Dokter Tirta

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:50 WIB

×