Begini Nasib Android Jika Ponsel China Kompak Ikuti Huawei

Agung Pratnyawan, Amelia Prisilia

Senin, 01 Juli 2019 | 17:07 WIB
Begini Nasib Android Jika Ponsel China Kompak Ikuti Huawei
Ilustrasi Android ditinggal Huawei, Xiaomi, dan Oppo. (HiTekno.com/ Iqbal)

Menurut laporan Bloomberg, karyawan yang bekerja di perusahaan pemasok chip tersebut diberitahu bahwa perusahaannya akan melakukan pembekukan penawaran pasokan dengan Huawei.

Walaupun tidak diketahui akan berlangsung sampai kapan, namun penghentian pemasokan chip ke Huawei ini jelas mengancam sisi software perusahaan ponsel asal China ini.

Tidak hanya terancam ditinggal Intel, Qualcomm, dan Broadcom, Huawei juga makin terancam usai dikeluarkan dari SD Association dan Wi-Fi Alliance.

Keputusan ini membuat Huawei ke depannya tidak bisa memakai microSD maupun SD card dan tidak bisa menggunakan teknologi Wi-Fi.

Drama ini makin memanas usai pihak FedEx menolak untuk mengirim ponsel Huawei dari London, Inggris ke New York, AS.

Tidak diketahui dengan pasti apa yang membuat FedEx memutuskan untuk menolak mengirim ponsel Huawei. Pasalnya, hingga artikel ini dibuat masih belum ada konfirmasi dari FedEx.

Jika banyak perusahaan teknologi yang menyusul langkah Google bersama Android meninggalkan Huawei, bagaimana nasib perusahaan ponsel asal China ini?

Move On dari Android, Huawei Siapkan OS Baru

Logo Huawei. (Huawei)
Logo Huawei. (Huawei)

Tidak lama terpuruk usai masuk dalam daftar hitam perdagangan AS dan ditinggalkan oleh Android. Menurut laporan di bulan Juni 2019, Huawei tengah bersiap untuk merilis sistem operasi anyarnya yang bernama HongMeng.

baca juga

Selain disebut sebagai HongMeng, sistem operasi buatan Huawei ini juga disebut Oak OS untuk pasar Internasional. Kabar lain menyebutkan jika OS HongMeng atau Oak OS ini dibuat dengan memanfaatkan bantuan mantan insinyur Nokia.

Menurut laporan Huawei Central, OS HongMeng atau Oak OS ini sudah aktif dikembangkan sejak tahun 2012 lalu. Di 2019 ini, sistem operasi ini sudah dalam tahap pengujian akhir untuk kemudian bersiap menggantikan Android sebagai sistem operasi Huawei.

OS HongMeng atau Oak OS karya Huawei ini disebut-sebut akan sangat kompatibel untuk semua aplikasi Android dan dapat digunakan pada seluruh perangkat ponsel, komputer, tablet, TV, hingga mobil.

Sesumbar, Huawei menyebutkan jika OS HongMeng atau Oak OS ini memiliki performa hingga 60 persen lebih cepat dari Android milik Google.

Makin begitu meyakinkan, perusahaan analisis, Rosenblatt Securities menyebut jika Huawei saat ini tengah menyiapkan satu juta perangkat yang akan dipasarkan dengan menggunakan OS HongMeng atau Oak OS ini.

Berdasarkan rencana besar Huawei, OS HongMeng atau Oak OS ini akan segera rilis dan diperkenalkan secara resmi pada bulan Oktober 2019 mendatang.

Jika nantinya OS HongMeng atau Oak OS akan digunakan untuk menggantikan Android. Sistem operasi ini jelas memikul tugas berat untuk menarik para developer aplikasi untuk mau bekerja sama dengan OS anyar ini.

Namun, Huawei sepertinya tidak perlu pusing dan khawatir jika OS HongMeng atau Oak OS ini sulit diterima oleh para developer.

Pasalnya, rencana pembangunan sistem operasi ini mendapat dukungan besar dari beberapa ponsel asal China.

Dikutip dari Global Times, beberapa produsen ponsel asal China seperti Xiaomi hingga Oppo menyambut baik kedatangan OS HongMeng atau Oak OS karya Huawei ini.

Ke depannya, dapat dipastikan jika beberapa brand ponsel China ini bisa beralih dari Android dan menggunakan OS HongMeng atau Oak OS.

Jika OS HongMeng atau Oak OS Dipakai Ponsel China, Bagaimana Nasib Android?

Sedikit melakukan analisa mengenai apa yang terjadi jika beberapa vendor ponsel China seperti Xiaomi dan Oppo beralih menggunakan OS HongMeng atau Oak OS milik Huawei, berikut uraian tim HiTekno.

Berdasarkan data IDC Quarterly Mobile Phone Tracker yang dibuat pada 30 Januari 2019 lalu, Penjualan ponsel di kuartal keempat tahun 2018 didominasi oleh Samsung dengan total market share mencapai 18,7 persen.

Di urutan kedua ditempati oleh Apple dengan total 18,2 persen. Selanjutnya ada Huawei dengan 16,1 persen, Oppo dengan 7,8 persen, dan Xiaomi dengan 7,6 persen.

Jika akhirnya Huawei, Oppo, dan Xiaomi bergabung, angka penjualan deretan ponsel ini akan menyentuh angka 31,5 persen.

(HiTekno.com/Iqbal)
Ilustrasi data penjualan smartphone kuartal keempat tahun 2018 dari IDC Quarterly Mobile Phone Tracker. (HiTekno.com/Iqbal)

Lalu, bagaimana dengan presentase penggunaan sistem operasi Android, iOS, dan sistem operasi lainnya?

Berdasarkan data Statcounter, pasar ponsel yang menggunakan Andorid mencetak angka 75,27 persen yang ditambahkan dengan penggunaan sistem operasi Samsung dengan angka 0,22 persen menjadi 75,49 persen.

Ponsel yang menggunakan iOS ada pada angka 22,74 persen dan penggunaan sistem operasi lainnya pada angka 1,31 persen.

(HiTekno.com/Iqbal)
Kiri: Android saat masih bersama Huawei, Oppo, dan Xiaomi. Kanan: Android saat ditinggal Huawei, Oppo, dan Xiaomi yang pakai Oak OS. (HiTekno.com/Iqbal)

Apabila akhirnya Huawei, Oppo, dan Xiaomi bergabung dan menggunakan OS HongMeng atau Oak OS, maka angka 75,49 persen milik Android akan kehilangan sekitar 31,5 persen dari angka penjualan Huawei, Oppo, dan Xiaomi. Alhasil, pengguna Android akan berkurang dan menyisakan total 43,99 persen dari 75,49 persen sebelumnya.

Melihat penjualan ponsel di kuartal keempat tahun 2018 dan penggunaan Android periode Mei 2018 hingga Mei 2019, dapat dipastikan bahwa Android tentu mengalami kerugian yang cukup serius jika ditinggalkan oleh Huawei bersama Oppo dan Xiaomi.

Takut Kehilangan, Google Lakukan Lobi ke Pemerintah AS

Ilustrasi kantor Google. (Pixabay/denvit)
Ilustrasi kantor Google. (Pixabay/denvit)

Berdasarkan laporan yang dimuat The Financial Times, Google belum lama ini melakukan diskusi kembali mengenai masuknya Huawei dalam daftar perdagangan hitam AS.

Setelah sebelumnya sempat setuju dengan keputusan ini, Google bersikap plin-plan dan memutuskan untuk meninjau kembali keputusan tersebut. Apakah ini langkah Google yang takut kehilangan 43,99 persen dari pengguna Android?

Dalam peninjauan kembali ini, Google beralasan jika larangan Huawei ini justru akan membahayakan keamanan AS.

Hal ini terjadi karena usai ditinggal Android, Huawei harus bersikap lebih mandiri dan harus membuat Android versi sendiri atau menggunakan Android Hybrid yang dianggap lebih rentan untuk diretas dan diserang virus dan software berbahaya lainnya.

Metode ini lalu akan berbahaya untuk ponsel Android lainnya karena dapat membahayakan pengguna Android lainnya yang terhubung dengan perangkat tersebut.

Atas nama keamanan, Google berpendapat jika Android yang tidak mendapat jaminan keamanan dari Google seperti Google Service dan Play Protect akan memberikan ancaman malware, virus, dan lain-lain.

Sayangnya, masih belum diketahui, bagaimana keputusan akhir pemerintah AS terkait usaha Google untuk menyelamatkan Huawei ini.

Namun, yang tentunya sudah dipastikan, hengkangnya Android dari Huawei tentu akan memberikan efek besar bagi kedua belah pihak, baik Android bersama Google dan Huawei. (HiTekno.com).

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketegangan Usai, Donald Trump Baikan dengan Huawei

Ketegangan Usai, Donald Trump Baikan dengan Huawei

Tekno | Minggu, 30 Juni 2019 | 09:37 WIB

Presiden Rusia Sebut AS Jegal China Lewat Huawei

Presiden Rusia Sebut AS Jegal China Lewat Huawei

Tekno | Jum'at, 21 Juni 2019 | 11:49 WIB

Tak Terhasut AS, Ini Alasan Negara Asia Tetap Berhubungan dengan Huawei

Tak Terhasut AS, Ini Alasan Negara Asia Tetap Berhubungan dengan Huawei

Tekno | Jum'at, 14 Juni 2019 | 11:50 WIB

Terkini

2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik

2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:45 WIB

Harga Pangan Kompak Turun, Cabai Anjlok hingga 43%, Daging dan Minyak Goreng Ikut Melemah

Harga Pangan Kompak Turun, Cabai Anjlok hingga 43%, Daging dan Minyak Goreng Ikut Melemah

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:41 WIB

Cara Cek Data Siswa Penerima PIP 2026, Mudah Lewat SIPINTAR Pakai NISN dan NIK

Cara Cek Data Siswa Penerima PIP 2026, Mudah Lewat SIPINTAR Pakai NISN dan NIK

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:39 WIB

Pasien Menunggu 8 Jam di IGD Jadi Alarm Perbaikan Layanan Rumah Sakit

Pasien Menunggu 8 Jam di IGD Jadi Alarm Perbaikan Layanan Rumah Sakit

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Inovasi Online Dashcam Dekkalive Trio Beri Kemudahan Pantau Kondisi Kendaraan Secara Langsung

Inovasi Online Dashcam Dekkalive Trio Beri Kemudahan Pantau Kondisi Kendaraan Secara Langsung

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Ekonomi RI Tumbuh 5,29% pada Kuartal II 2026, Konsumsi hingga Investasi Jadi Motor Utama

Ekonomi RI Tumbuh 5,29% pada Kuartal II 2026, Konsumsi hingga Investasi Jadi Motor Utama

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:33 WIB

Indeks CFX10 Naik Tipis, Harga Enthereum Merosot

Indeks CFX10 Naik Tipis, Harga Enthereum Merosot

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Kemenkes soal Komentar Nakes ke Mendiang Yusrizal: Empati di Medsos Bagian dari Profesionalisme

Kemenkes soal Komentar Nakes ke Mendiang Yusrizal: Empati di Medsos Bagian dari Profesionalisme

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:31 WIB

5 Ampoule Korea Anti-Aging Bikin Kulit Kencang dan Awet Muda

5 Ampoule Korea Anti-Aging Bikin Kulit Kencang dan Awet Muda

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Kejagung Siap Hadapi Praperadilan Febrie Adriansyah, Sebut Itu Hak Tersangka

Kejagung Siap Hadapi Praperadilan Febrie Adriansyah, Sebut Itu Hak Tersangka

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:26 WIB

×