Bukan Sekarang, Analis Prediksi Ponsel 5G Baru Ramai pada 2023

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
Bukan Sekarang, Analis Prediksi Ponsel 5G Baru Ramai pada 2023
Oppo Reno 10x Zoom 5G dipamerkan di Jakarta, Jumat (3/5/2019). [Suara.com/Tivan Rahmat]

Penjualan ponsel 5G baru akan menyalip ponsel 4G di tahun 2023.

Suara.com - Teknologi jaringan 5G sudah ramai digembor-gemborkan, bahkan ponsel 5G sudah mulai di pasarkan. Namun analis memprediksi pasar ponsel 5G baru "meledak" pada tahun 2023 mendatang.

Menruut analisa dari Canalys, ramainya ponsel 5G bukan di 2019 ini. Namun baru pada 2023 makin ramai ramai di pasar ponsel global.

Sejauh ini, kita baru melihat beberapa ponsel 5G flagship seperti Galaxy S10 5G, LG V50 ThinQ, OnePlus 7 Pro, Oppo Reno 5G, Lenovo Z6 Pro 5G Explorer Edition, ZTE Axon 10 Pro 5G dan Moto Z4 Motorola dengan mod Moto 5G.

Canalys memproyeksikan bahwa penjualan ponsel 5G akan melebihi ponsel 4G pada tahun 2023.

Hype penjualan pertama diyakini akan dimulai di tahun 2020. Empat tahun ke depan, lebih banyak operator yang sudah memperbanyak infrastruktur dan jaringan 5G.

Baca Juga : Menkominfo: Dari Sisi Bisnis, Indonesia Belum Perlu Jaringan 5G

Dalam rentang waktu tersebut, banyak OEM yang sudah meluncurkan ponsel 5G di kelas flagship maupun mid-range.

Ilustrasi smartphone 5G berperan dalam IoT. (Pixabay/ mohamed Hassan)
Ilustrasi smartphone 5G berperan dalam IoT. (Pixabay/ mohamed Hassan)

Riset Canalys juga memproyeksikan bahwa sebagian besar pengadopsian teknologi 5G akan berlangsung di China.

Dikutip dari Gizmochina, Canalys memperkirakan bahwa penjualan ponsel 5G akan mencapai puncaknya dengan rekor 800 juta unit.

China akan menyumbang 34 persen dari jumlah di atas sementara Amerika Utara akan menyumbang sekitar 18,8 persen.

Nicole Peng, Vice President of Mobility di Canalys menjelaskan bahwa China akan memainkan peran penting ketika teknologi 5G berkembang.

"China merupakan rumah bagi banyak pemasok peralatan 5G terbesar dan vendor ponsel. Itu akan bertanggung jawab atas dorongan pemasaran yang agresif selama beberapa tahun mendatang," kata Nicole Peng dalam keterangannya.

Ia juga menjelaskan bahwa penerapan jaringan 5G secara penuh akan memakan waktu lama dan jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya.

Baca Juga : Bangun Kerja Sama, Huawei Luncurkan Open Lab 5G di Korea Selatan

Penyebaran ponsel 5G juga berbeda di tiap negara sehingga faktor tersebut turut berpengaruh pada pengadopsian secara massal. (HiTekno.com).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS