Disangka Emas, Batu Ini Ternyata Benda Mengerikan dari Luar Angkasa

Agung Pratnyawan, Amelia Prisilia

Selasa, 23 Juli 2019 | 14:55 WIB
Disangka Emas, Batu Ini Ternyata Benda Mengerikan dari Luar Angkasa
Batu besar yang dikira emas. (Melbourne Museum)

Suara.com - Seorang pria asal Melbourne, Australia belum lama ini membuat heboh akan temuan batu besar. Awalnya ia menyangka kalau batu ini adalah emas.

Selama ini ia menyembunyikan batu besar ini karena dikiranya emas. Ternyata batu tersebut adalah benda mengerikan dari luar angkasa.

Batu besar ini pertama kali ditemukan pada tahun 2015 oleh David Hole di Maryborough Regional Park, Melbourne. Saat itu dirinya menemukan batu tersebut menggunakan detektor logam.

Batu berwarna kemerahan yang terbalut tanah liat kuning kecoklatan ini lalu ia bawa pulang. Berharap jika batu tersebut adalah emas, dirinya berusaha untuk memecahkannya.

Menggunakan gergaji batu, penggiling batu, bor, hingga memasukan batu tersebut ke dalam cairan asam, David Hole masih belum bisa memecahkan batu tersebut.

Baca Juga : Bukan di Area 51, Jika Ada di Bumi di Sini Alien Akan Disembunyikan

Percaya jika batu tersebut berisi emas, dirinya lalu menyimpannya. Bertahun-tahun berlalu, David Hole secara mengejutkan sadar bahwa batu tersebut adalah meteor langka.

Dirinya lalu memutuskan untuk membawa batu tersebut ke Museum Melbourne untuk diperiksa.

Dilansir dari Science Alert, usai dilakukan penelitian, batu ini terlihat memiliki bentuk unik yang seperti terpahat dan memiliki lesung.

baca juga

Bentuk ini diduga didapat karena gesekan atmosfer Bumi saat meteor tersebut mendarat.

Meteor ini lalu disebut sebagai Maryborough yang terinspirasi dari lokasi penemuan meteor tersebut di Melbourne. Meteor ini diduga sudah berumur 4,6 miliar tahun.

Baca Juga : 50 Tahun Setelah Misi Bulan, Para Astronot Apollo 11 Bertemu Kembali

Berat meteor ini sendiri mencapai 17 kilogram atau setara dengan 37,5 pon. Usai dipotong menggunakan gergaji berlian, para ilmuwan menemukan kandungan besi yang tinggi yang dapat digunakan sebagai konduktor H5 biasa.

Batu besar yang dikira emas. (Melbourne Museum)
Batu besar yang dikira emas. (Melbourne Museum)

Di dalam meteor tersebut ada tetesan kristal mineral yang disebut chondrules yang membuatnya berbeda dari yang lain. Meteor biasanya hanya mengandung molekul organik seperti asam amino.

Para ilmuwan menduga jika meteor ini datang akibat gravitasi Bumi jauh sebelum ada kehidupan. Gravitasi ini lalu membuat adanya sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter.

Baca Juga : Tenggelam 30 Tahun Lalu, Kapal Selam Uni Soviet Ini Bocorkan Zat Radioaktif

Prediksi lain menyebutkan jika meteor yang sebelumnya dikira emas ini adalah salah satu dari 17 meteor yang pernah terjadi di Victoria, Australia.

Masa kedatangan meteor ini adalah massa chondritic terbesar kedua setelah spesimen 55 kilogram yang terjadi di tahun 2003. (HiTekno.com).

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meteor asal Bulan Laku Terjual Rp 9,3 Miliar

Meteor asal Bulan Laku Terjual Rp 9,3 Miliar

Tekno | Sabtu, 20 Oktober 2018 | 18:14 WIB

Meteor Berlian Ini Ungkap Planet yang Hilang dari Tata Surya

Meteor Berlian Ini Ungkap Planet yang Hilang dari Tata Surya

Tekno | Rabu, 18 April 2018 | 07:25 WIB

Ilmuwan Ragu, Meteor Bunuh Sopir di Kampus India

Ilmuwan Ragu, Meteor Bunuh Sopir di Kampus India

Tekno | Rabu, 10 Februari 2016 | 18:56 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×