Keren! Mahasiswa UGM 'Sulap' Air Sungai Rasau Jaya Kalbar Jadi Layak Guna

Ririn Indriani

Minggu, 28 Juli 2019 | 08:19 WIB
Keren! Mahasiswa UGM 'Sulap' Air Sungai Rasau Jaya Kalbar Jadi Layak Guna
Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan memegang sampel air kotor dari sungai di Desa Rasau Jaya, Kalimantan Barat (Kalbar). (Suara.com/Rahmat Ali)

Suara.com - Tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) UGM bekerjasama dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKT), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melakukan revitalisasi air sungai di kawasan transmigrasi di Desa Rasau Jaya Satu dan Rasau Jaya Tiga, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Koordinator mahasiswa KKN, Monika Listania Yuliandari, menerangkan, air sungai di kedua desa tersebut berwarna merah kecokelatan dengan kadar TSS (total suspended solid) 232 mg/L dan pH yang mencapai angka 3–4.

Tim KKN UGM yang berjumlah 27 orang tersebut memberikan solusi dengan membuat penjernih air sungai yang dapat menurunkan kadar TSS menjadi 68 mg/L dengan pH 6-6,5 sehingga lebih layak digunakan untuk aktivitas mandi, cuci, dan kakus.

“Alat penjernih air ini dibuat secara sederhana, sehingga nantinya dapat direplikasi oleh masyarakat. Pembuatan alat penjernih air membutuhkan dana yang cukup ekonomis, hanya 15 ribu rupiah,” ujarnya di Kantor Camat Rasau Jaya Jl. Sultan Agung, Rasau Jaya, Rasau Jaya Satu, Kubu Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (27/7/2019)

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan di dampingi Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Paripurna (Kanan) menunjukkan Hasil Pemurnian Air Sungai di Desa Rasau Jaya, Kalimantan Barat (Kalbar). (Suara.com/Rahmat Ali)
Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan di dampingi Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Paripurna (Kanan) menunjukkan Hasil Pemurnian Air Sungai di Desa Rasau Jaya, Kalimantan Barat (Kalbar). (Suara.com/Rahmat Ali)

Monika menambahkan, Instalasi pemurnian air dibuat menggunakan material yang terjangkau dan mudah diperoleh, dengan proses yang meliputi koagulasi, sedimentasi, dan filtrasi. Dalam proses tersebut, air sungai dipompa dan dialirkan melewati klorin yang berfungsi untuk membunuh bakteri.

Air tersebut kemudian ditampung ditandon untuk mengalami proses koagulasi dengan penambahan pH up dan PAC dan kemudian diendapkan. Air yang telah jernih kemudian difilter untuk menghilangkan sisa material sisa padatan ke dalam tangki penyimpanan untuk kemudian digunakan.

Di samping itu, tim KKN UGM juga memugar objek pariwisata berupa taman bunga di Rasau Jaya Tiga yang dikenal sebagai ‘Rajati Flower Garden’. Kebun yang dibuka pada tahun 2018 ini, berpotensi menjadi objek pariwisata unggulan Pontianak dengan penyempurnaan syarat pariwisata yang meliputi akses, amenitasi, dan atraksi.

“Dalam perencanaan masterplan tim KKN UGM, Rajati Flower Garden dikembangkan dari segi atraksi dengan menambahkan jenis bunga baru dan beberapa spot foto sebagai ‘point of interest’ serta menginisiasi cinderamata khas rajati sebagai tambahan pemasukan,” imbuhnya

Lantaran itu Dirjen PKT Kemendes PDTT, Muhammad Nurdin, menyebut kawasan transmigrasi masih memiliki potensi yang besar, terutama untuk mendukung kemandirian pangan. Oleh karena itu, kerja sama dengan UGM menjadi langkah strategis untuk mendukung optimalisasi fungsi kawasan transmigrasi.

baca juga

“Kami masih melihat ada kawasan transmigrasi yang belum optimal. Karena itu program revitalisasi menjadi yang paling penting agar produktivitas bisa meningkat,” ujarnya.

Dirjen PKT Kemendes PDTT, Muhammad Nurdin saat menanam secara simbolis  ‘Rajati Flower Garden’. (Suara.com/Rahmat Ali)
Dirjen PKT Kemendes PDTT, Muhammad Nurdin saat menanam secara simbolis ‘Rajati Flower Garden’. (Suara.com/Rahmat Ali)

Kerja sama dengan kampus, tambah Dirjen, dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan program revitalisasi fisik yang mencakup infrastruktur serta proses produksi.

“Jika program ini berjalan sukses, maka akan dijadikan model untuk diterapkan di tempat-tempat lain,” imbuhnya.

Selain kedua program unggulan tersebut, kegiatan KKN juga mencakup program peningkatan sumber daya manusia seperti pelatihan batik tulis, program agroindustri 4.0 meliputi pelatihan e-commerce dan pembuatan produk turunan jagung dan nanas, serta revitalisasi kesehatan meliputi sosialisasi stunting dan minggu sehat.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengapresiasi program yang telah dijalankan mahasiswa KKN UGM. Ia menyambut baik gagasan dan inovasi para mahasiswa yang dapat turut menginspirasi masyarakat untuk bersama-sama membangun desa.

“Saya selaku bupati sangat berbahagia bisa menerima anak-anak KKN, apalagi dari kampus besar seperti UGM. Mudah-mudahan banyak ide-ide dan gagasan yang bisa diperkuat melalui keberadaan mereka di sini,” tutur Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan.

Kontributor : Rahmad Ali

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Modal Suspensi Motor, Mahasiswa Ini Kembangkan Pondasi Rumah Tahan Gempa

Modal Suspensi Motor, Mahasiswa Ini Kembangkan Pondasi Rumah Tahan Gempa

Otomotif | Senin, 22 Juli 2019 | 11:25 WIB

Sosok 'Hakim' Cantik Leanna Leonardo, Pendukung Prabowo Bakar Spanduk

Sosok 'Hakim' Cantik Leanna Leonardo, Pendukung Prabowo Bakar Spanduk

News | Senin, 15 Juli 2019 | 07:24 WIB

Ini Manfaat Aplikasi Jejak Medis yang Dikembangkan Mahasiswa UGM

Ini Manfaat Aplikasi Jejak Medis yang Dikembangkan Mahasiswa UGM

Tekno | Kamis, 16 Mei 2019 | 09:15 WIB

Terkini

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:15 WIB

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 00:56 WIB

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:40 WIB

×