alexametrics

Keren! Mahasiswa UGM 'Sulap' Air Sungai Rasau Jaya Kalbar Jadi Layak Guna

Ririn Indriani
Keren! Mahasiswa UGM 'Sulap' Air Sungai Rasau Jaya Kalbar Jadi Layak Guna
Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan memegang sampel air kotor dari sungai di Desa Rasau Jaya, Kalimantan Barat (Kalbar). (Suara.com/Rahmat Ali)

Air sungai yang keruh ini dijernihkan dengan alat penjernih sederhana.

Suara.com - Tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) UGM bekerjasama dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKT), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melakukan revitalisasi air sungai di kawasan transmigrasi di Desa Rasau Jaya Satu dan Rasau Jaya Tiga, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Koordinator mahasiswa KKN, Monika Listania Yuliandari, menerangkan, air sungai di kedua desa tersebut berwarna merah kecokelatan dengan kadar TSS (total suspended solid) 232 mg/L dan pH yang mencapai angka 3–4.

Tim KKN UGM yang berjumlah 27 orang tersebut memberikan solusi dengan membuat penjernih air sungai yang dapat menurunkan kadar TSS menjadi 68 mg/L dengan pH 6-6,5 sehingga lebih layak digunakan untuk aktivitas mandi, cuci, dan kakus.

“Alat penjernih air ini dibuat secara sederhana, sehingga nantinya dapat direplikasi oleh masyarakat. Pembuatan alat penjernih air membutuhkan dana yang cukup ekonomis, hanya 15 ribu rupiah,” ujarnya di Kantor Camat Rasau Jaya Jl. Sultan Agung, Rasau Jaya, Rasau Jaya Satu, Kubu Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (27/7/2019)

Baca Juga: Lilik Jalan Kaki Jogya - Jakarta, Mahasiswa Miskin Titip Surat buat Jokowi

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan di dampingi Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Paripurna (Kanan) menunjukkan Hasil Pemurnian Air Sungai di Desa Rasau Jaya, Kalimantan Barat (Kalbar). (Suara.com/Rahmat Ali)
Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan di dampingi Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Paripurna (Kanan) menunjukkan Hasil Pemurnian Air Sungai di Desa Rasau Jaya, Kalimantan Barat (Kalbar). (Suara.com/Rahmat Ali)

Monika menambahkan, Instalasi pemurnian air dibuat menggunakan material yang terjangkau dan mudah diperoleh, dengan proses yang meliputi koagulasi, sedimentasi, dan filtrasi. Dalam proses tersebut, air sungai dipompa dan dialirkan melewati klorin yang berfungsi untuk membunuh bakteri.

Air tersebut kemudian ditampung ditandon untuk mengalami proses koagulasi dengan penambahan pH up dan PAC dan kemudian diendapkan. Air yang telah jernih kemudian difilter untuk menghilangkan sisa material sisa padatan ke dalam tangki penyimpanan untuk kemudian digunakan.

Di samping itu, tim KKN UGM juga memugar objek pariwisata berupa taman bunga di Rasau Jaya Tiga yang dikenal sebagai ‘Rajati Flower Garden’. Kebun yang dibuka pada tahun 2018 ini, berpotensi menjadi objek pariwisata unggulan Pontianak dengan penyempurnaan syarat pariwisata yang meliputi akses, amenitasi, dan atraksi.

“Dalam perencanaan masterplan tim KKN UGM, Rajati Flower Garden dikembangkan dari segi atraksi dengan menambahkan jenis bunga baru dan beberapa spot foto sebagai ‘point of interest’ serta menginisiasi cinderamata khas rajati sebagai tambahan pemasukan,” imbuhnya

Lantaran itu Dirjen PKT Kemendes PDTT, Muhammad Nurdin, menyebut kawasan transmigrasi masih memiliki potensi yang besar, terutama untuk mendukung kemandirian pangan. Oleh karena itu, kerja sama dengan UGM menjadi langkah strategis untuk mendukung optimalisasi fungsi kawasan transmigrasi.

Baca Juga: Sulap Kotoran Kerbau Jadi Parfum, Mahasiswa UNS Sabet Juara di Jepang

“Kami masih melihat ada kawasan transmigrasi yang belum optimal. Karena itu program revitalisasi menjadi yang paling penting agar produktivitas bisa meningkat,” ujarnya.

Komentar