Tewaskan 30 Orang, Begini Kedahsyatan Topan Lekima

Dythia Novianty, Rezza Dwi Rachmanta

Senin, 12 Agustus 2019 | 08:28 WIB
Tewaskan 30 Orang, Begini Kedahsyatan Topan Lekima
Topan Lekima di China. [AFP]

Suara.com - Baru-baru ini, beberapa provinsi di China terkena dahsyatnya Topan Lekima yang megalami kerusakan seperti Kepulauan Ryukyu China Timur dan Taiwan. Berdasarkan penelitian, topan tersebut berasal dari gelombang badai tropis yang terbentuk di lautan Pasifik Barat pada 31 Juli 2019.

Topan Lekima langsung masuk sebagai badai tropis kategori-4 pada 8 Agustus 2019. Ilmuwan di JMA (Japan Meteorological Agency) telah memonitor rendahnya curah musim hujan di daerah tersebut yang berkembang menjadi depresi tropis.

Topan Lekima (di Filipina disebut Topan Hanna) bergerak di Laut Filipina dan menguat menjadi badai tropis pada 2 Agustus 2019. Angin mulai bergerak menjauhi Filipina ke arah Taiwan pada 3 Agustus 2019 dan langsung menjadi badai kategori-3.

Puncaknya, pada 8 Agustus 2019, topan yang menjelma menjadi badai kategori-4 mulai menyerang beberapa wilayah Taiwan dan 7 provinsi China termasuk Fujian, Jiangsu, dan Shanghai.

Media pemerintah setempat, Xinhua, langsung mengeluarkan peringatan darurat pada beberapa provinsi sekitarnya dan meminta warga ekstra waspada.

Dilansir dari BBC, pada Sabtu (10/08/2019) dini hari waktu setempat badai langsung memporak-porandakan beberapa wilayah antara Taiwan dan Shanghai. Tanah longsor yang sangat fatal terjadi di Wenzhou, daerah dimana badai itu melintas dengan kuat.

Pihak berwenang telah membatalkan lebih dari 1.000 penerbangan sebagai respon terhadap Topan Lekima. Pemerintah kota Shanghai mengevakuasi sekitar 250 ribu penduduk, sementara provinsi Zhejiang juga telah meminta 800 ribu orang untuk meninggalkan rumah mereka.

Diperkirakan, 2,7 juta rumah di wilayah tersebut kehilangan daya listrik setelah beberapa kabel utama rusak diterjang badai.

Topan Lekima di China. [AFP/Ho/Noaa]
Topan Lekima di China. [AFP/Ho/Noaa]

Laporan dari Konsulat Jendral RI di Shanghai mengatakan bahwa Topan Lekima telah membuat sekurangnya 30 orang tewas sementara 20 lainnya masih dinyatakan hilang.

baca juga

Ketika sampai di daratan, Topan Lekima mempunyai pusaran angin dengan kecepatan 187 kilometer per jam. Setelah terbentuk di laut, badai tersebut bergerak ke utara dengan kecepatan 15 kilometer per jam.

Ilmuwan telah memperingatkan bahwa kombinasi Topan Lekima dan hujan lebat, meningkatkan risiko tanah longsor di daerah perbukitan.

Kekuatan Topan Lekima juga membuat warga di sekitarnya yang terdampak harus menjauh dan menguatkan jendela kaca dengan lapisan kayu tambahan sebagai bentuk pertahanan.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Topan Lekima di China Tewaskan 30 Orang, KJRI Shanghai: Tak Ada Korban WNI

Topan Lekima di China Tewaskan 30 Orang, KJRI Shanghai: Tak Ada Korban WNI

News | Minggu, 11 Agustus 2019 | 19:28 WIB

Makannya Lamban, Bocah 7 Tahun Tewas Dipukuli Ibu Kandung

Makannya Lamban, Bocah 7 Tahun Tewas Dipukuli Ibu Kandung

News | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 18:55 WIB

Keluarkan Mainan yang Ditelan Putrinya, Ibu Ini Berujung Dilarikan ke RS

Keluarkan Mainan yang Ditelan Putrinya, Ibu Ini Berujung Dilarikan ke RS

Health | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 08:30 WIB

Emosi Game Kesayangan Dikloning, Pria Ini Nekat Banting PlayStation 4

Emosi Game Kesayangan Dikloning, Pria Ini Nekat Banting PlayStation 4

Tekno | Rabu, 07 Agustus 2019 | 09:27 WIB

Ditemukan Senjata Bangsa Viking Berusia 4 Ribu Tahun, Ilmuwan: Mereka Impor

Ditemukan Senjata Bangsa Viking Berusia 4 Ribu Tahun, Ilmuwan: Mereka Impor

Tekno | Rabu, 31 Juli 2019 | 06:45 WIB

Wow! Ilmuwan Temukan Tulang Paha Raksasa

Wow! Ilmuwan Temukan Tulang Paha Raksasa

Tekno | Selasa, 30 Juli 2019 | 08:15 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×