facebook

YouTube Basmi 30 Ribu Video Ujaran Kebencian

Dythia Novianty | Tivan Rahmat
YouTube Basmi 30 Ribu Video Ujaran Kebencian
Ilustrasi YouTube (Shutterstock).

YouTube telah menghapus lebih dari 30 ribu video yang berisi konten ujaran kebencian.

Suara.com - YouTube telah menghapus lebih dari 30 ribu video yang berisi konten ujaran kebencian. Selain itu, mereka juga berencana untuk memperbarui kebijakan perusahaan.

"Kami telah menghapus konten berbahaya sejak YouTube dimulai, tetapi investasi kami pada pekerjaan ini telah meningkat selama beberapa akhir tahun ini," tulis YouTube dalam blog resminya, seperti dilansir dari Digital Trends, Kamis (5/9/2019).

"Karena pekerjaan yang sedang berlangsung ini, selama 18 bulan terakhir kami telah mengurangi jumlah penayangan video yang kemudian dihapus karena melanggar kebijakan kami hingga 80 persen dan kami terus berupaya untuk mengurangi jumlah ini lebih jauh lagi," sambungnya.

Sedangkan pada pembaruan YouTube nanti, mereka akan lebih teliti lagi untuk menghapus konten terlarang, meningkatkan otoritas suara, memberi penghargaan kepada kreator, dan mengurangi penyebaran materi yang melanggar kebijakan.

Baca Juga: Youtube Didenda Rp 2,4 Triliun Karena Langgar Privasi Anak

"Kami berusaha keras untuk memastikan konten yang melanggar aturan kami tidak banyak dilihat atau bahkan dilihat sama sekali, sebelum dihapus," tegas YouTube.

Selain itu, YouTube mengklaim bahwa video berisi konten ujaran kebencian yang dihapus selama bulan terakhir hanya mewakili sekitar 3 persen dari total video yang memiliki konten dalam jangka waktu yang sama.

Ilustrasi ujaran kebencian di media sosial (Shutterstock).
Ilustrasi ujaran kebencian di media sosial (Shutterstock).

Sekadar informasi, YouTube dikenal keras dalam memerangi konten berbahaya. Pada April lalu, platform berbagi video milik Google itu juga memperbarui kebijakan terkait pelecehan terhadap sesama kreator.

Sementara pada Juni, YouTube juga mengubah algoritma rekomendasinya yang berhubungan dengan video yang ditujukan untuk anak-anak. Hal ini dilakukan setelah Komisi Perdagangan Federal (FTC) sedang memasuki tahap akhir dalam pengawasan platform anak-anak. 

Baca Juga: Youtube Hapus 100.000 Video dan 500 Juta Komentar Berisi Ujaran Kebencian

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar