Akhirnya! Air Ditemukan di Planet di Luar Tata Surya Kita

Liberty Jemadu

Kamis, 12 September 2019 | 20:21 WIB
Akhirnya! Air Ditemukan di Planet di Luar Tata Surya Kita
Ilustrasi eksoplanet atau planet di luar tata surya kita. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan untuk pertama kalinya mengumumkan telah berhasil menemukan air di sebuah planet yang berada di luar tata surya kita. Planet itu juga disebut memiliki suhu udara yang cocok untuk mendukung kehidupan seperti di Bumi.

Dua kelompok peneliti pada pekan ini mengumumkan mereka berhasil menemukan uap air dalam atmosfer sebuah planet yang berjarak 110 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di konstelasi Leo.

Uniknya planet bernama K2-18b itu memiliki ukuran dua kali lebih besar dari Bumi. Ia, yang ditemukan pada 2015 lalu, mengorbiti sebuah bintang kerdil dalam jarak yang pas, sehingga suhu di permukaannya layak untuk mendukung kehidupan.

K2-18b adalah satu-satunya planet sejauh ini yang diketahui memiliki air dan memiliki suhu yang sesuai untuk dihuni oleh kehidupan seperti di Bumi.

Meski demikian para ilmuwan di balik penelitian itu menekankan bahwa terlalu buru-buru jika menyimpulkan planet itu bisa dijadikan koloni baru manusia.

"Ini jelas bukan Bumi kedua," kata Angelos Tsiaras, astronom dari University College London, Inggris, pemimpin penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Astronomy itu. Jurnal itu sendiri diterbitkan Rabu (10/9/2019).

Secara terpisah temuan yang sama juga diumumkan oleh para ilmuwan Kanada pada Selasa (9/9/2019). Dalam penelitian yang akan diterbitkan di jurnal Astronomical Journal itu para astronom bahkan yakin bahwa ada hujan di K2-18b.

"Studi ini menunjukkan langkah terbesar dalam upaya menemukan kehidupan di planet lain, untuk membuktikan bahwa kita tidak sendiri di alam semesta," kata Bjorn Benneke, ilmuwan dari University of Montreal, Kanada yang memimpin studi itu.

Ukuran Planet K2-18b sekira dua kali Bumi, tetapi massanya delapan kali lebih besar. Saat ditemukan para ilmuwan hanya mengetahui bahwa planet itu memiliki permukaan batuan, tetapi belum mengetahui keberadaan air di sana.

baca juga

Induknya, sebuah bintang merah kerdil, diduga berukuran lebih kecil dan lebih adem ketimbang Matahari, induk tata surya kita. Matahari sendiri termasuk kategori bintang kerdil kuning.

Kesimpulan bahwa K2-18b memiliki air diperoleh para peneliti setelah menganalisis data-data yang dikumpulkan oleh teleskop antariksa Hubble.

Saat ini, demikian hitungan para astronom, K2-18b membutuhkan 33 hari untuk mengelilingi bintang induknya. Itu artinya satu tahun di sana setara dengan satu bulan di Bumi. Suhu di permukaanya berkisar atara minus 73 derajat Celcius hingga 47 derajat Celcius.

Radiasi yang dipancarkan bintang induk diyakini berisiko memicu kanker pada manusia yang berkunjung ke planet tersebut. Meski demikian para peneliti menduga kehidupan di K2-18b - tentu saja jika ada - berevolusi dengan cara yang berbeda dari di Bumi.

Kini para ilmuwan berharap bisa menjelajah jauh ke permukaan planet memanfaatkan teknologi penginderaan yang lebih canggih dari teleskop antariksa James Webb milik Amerika Serikat dan Ariel milik badan antariksa Eropa. Dua teleskop itu akan diluncurkan pada dekade 2020 mendatang. [ABC]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sungai Musi Surut! Tinggi Muka Air Kini Cuma 0,88 Meter

Sungai Musi Surut! Tinggi Muka Air Kini Cuma 0,88 Meter

Foto | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:59 WIB

7 Kebiasaan yang Bikin AC Boros Listrik, Sering Menyalakan dan Mematikan Salah Satunya

7 Kebiasaan yang Bikin AC Boros Listrik, Sering Menyalakan dan Mematikan Salah Satunya

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:07 WIB

Kualitas Air, Rahasia di Balik Konsistensi Rasa Makanan dan Minuman

Kualitas Air, Rahasia di Balik Konsistensi Rasa Makanan dan Minuman

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Harita Nickel Dukung Pemkab Halsel Perkuat Akses Air Bersih di Desa Kawasi

Harita Nickel Dukung Pemkab Halsel Perkuat Akses Air Bersih di Desa Kawasi

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:18 WIB

Riset Terbaru: Siram Atap dengan Air Hujan Terbukti Tekan Penggunaan AC saat Gelombang Panas

Riset Terbaru: Siram Atap dengan Air Hujan Terbukti Tekan Penggunaan AC saat Gelombang Panas

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:45 WIB

Kekeringan Melanda Boyolali, Warga Rela Cari Air di Dasar Sungai

Kekeringan Melanda Boyolali, Warga Rela Cari Air di Dasar Sungai

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Hadapi El Nino, Pramono Minta RW Siapkan APAR dan Pastikan Pasokan Air Bersih

Hadapi El Nino, Pramono Minta RW Siapkan APAR dan Pastikan Pasokan Air Bersih

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:54 WIB

Hadapi Kemarau Ekstrem, Operasi Modifikasi Cuaca Maksimalkan Cadangan Air Bendungan Kaskade Citarum

Hadapi Kemarau Ekstrem, Operasi Modifikasi Cuaca Maksimalkan Cadangan Air Bendungan Kaskade Citarum

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Di Balik Kemudahan AI: Ancaman Krisis Listrik, Air Bersih, dan E-Waste Data Center di Indonesia

Di Balik Kemudahan AI: Ancaman Krisis Listrik, Air Bersih, dan E-Waste Data Center di Indonesia

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:47 WIB

Terkini

Menimbang Operasional Koperasi: Cukup dengan Modal vs Model Bisnis Matang

Menimbang Operasional Koperasi: Cukup dengan Modal vs Model Bisnis Matang

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Libatkan Anak Difabel, SBY Art Community Suarakan Pesan Perdamaian Lewat Seni Lukis

Libatkan Anak Difabel, SBY Art Community Suarakan Pesan Perdamaian Lewat Seni Lukis

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:59 WIB

IHSG Diramalkan Capai 7000 di Kuartal III 2026

IHSG Diramalkan Capai 7000 di Kuartal III 2026

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:51 WIB

Cara Dapat Uang Tunai dari BRI Cicilan Emas Lewat BRImo

Cara Dapat Uang Tunai dari BRI Cicilan Emas Lewat BRImo

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:50 WIB

Toyota Kijang Innova Jadi Mobil Paling  Banyak Ditukar Tambah Pengunjung GIIAS 2026

Toyota Kijang Innova Jadi Mobil Paling Banyak Ditukar Tambah Pengunjung GIIAS 2026

Otomotif | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:50 WIB

Buru Bukti TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa 9 Saksi dari Swasta hingga Ahli

Buru Bukti TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa 9 Saksi dari Swasta hingga Ahli

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:47 WIB

Banjir Hadiah di JCO Run 2026, Nasabah BRI Bisa Bawa Pulang iPhone 17 Pro Max

Banjir Hadiah di JCO Run 2026, Nasabah BRI Bisa Bawa Pulang iPhone 17 Pro Max

Bri | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Profil Harita Nickel (NCKL): Pemilik, Kinerja Perusahaan dan Saham

Profil Harita Nickel (NCKL): Pemilik, Kinerja Perusahaan dan Saham

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Laba Bersih AVIA Tembus 20 Persen, Penjualan Semester I 2026 Rp4,59 Triliun

Laba Bersih AVIA Tembus 20 Persen, Penjualan Semester I 2026 Rp4,59 Triliun

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:41 WIB

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:40 WIB

×