Ikan Mati Massal di Pantai Ambon, LIPI Terjunkan Peneliti

Liberty Jemadu

Senin, 16 September 2019 | 21:39 WIB
Ikan Mati Massal di Pantai Ambon, LIPI Terjunkan Peneliti
Uji sampel ikan yang mati di sejumlah kawasan sepanjang Pantai Ambon, Maluku. (Antara)

Suara.com - Pusat Penelitian Laut Dalam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2LD-LIPI) menerjunkan peneliti untuk mengungkap penyebab kematian ikan-ikan demersal dan biota laut lainnya yang terjadi di pesisir Pulau Ambon sejak 12 September 2019.

Sebelumnya beredar kabar bahwa kematian massal ikan serta biota laut lainnya di Pantai Ambon merupakan pertanda akan adanya gempa bumi besar serta tsunami. Tetapi isu itu sudah dibantah oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala Bidang Diseminasi Hasil-Hasil Penelitian P2LD-LIPI Daniel Pelasula di Ambon, Senin (6/9/2019), mengatakan tim peneliti yang terdiri dari ahli oseanografi, geologi laut dalam, ikan, plankton dan kimia telah diturunkan untuk mengambil sampel di sepanjang pesisir timur hingga selatan pantai Pulau Ambon.

Pengambilan sampel yang dipimpin peneliti P2LD Hanung Agus Mulyadi berhasil mengumpulkan sedimen, kualitas perairan, fisika dan kimia laut, plankton, termasuk siput dan ikan mati yang ditemukan di sepanjang pantai Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah hingga Desa Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon untuk kemdian dianalisis, kata Daniel.

"Kami sampling kualitas perairan mulai dari Waai, Tulehu terus sampai ke Hukurila. Proses sampling sudah dimulai sejak kemarin, karena lokasi laporan terjadinya kematian ikan dan siput cukup luas maka masih diteruskan sampai hari ini," lanjutnya.

Lebih lanjut ia mengatakan kematian mendadak ikan dan kerang di beberapa kawasan pesisir telah terjadi dari beberapa hari sebelumnya, dengan rentang waktu berbeda-beda. Pada 12 September, ratusan ikan dan siput ditemukan mati di bagian selatan Ambon, sedangkan di pesisir timur ditemukan pada 13 September.

Kendati sudah mulai berkurang, menurut Daniel, kematian mendadak ikan dan siput tersebut masih terjadi di sebagian lokasi pesisir hingga hari ini.

Berdasarkan jenisnya, ikan-ikan yang mati adalah jenis ikan demersal yang hidup dan makan di dasar laut. Sejauh ini tidak ditemukan ikan dari laut dalam maupun ikan pelagis yang hidup di permukaan hingga kolom air antara 0 sampai dengan 200 meter.

"Di Hukurila mulainya Kamis, sedangkan di Waai baru terjadi Hari Jumat, sekarang sudah berkurang. Dari sampel ikan yang kami kumpulkan, baik yang di pesisir maupun yang diambil dari masyarakat, tidak ada ikan besar dari laut dalam maupun jenis ikan pelagis," ujar dia.

baca juga

LIPI, kata Daniel, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut hingga pengujian sampel dan analisa laboratorium selesai dilakukan yang dipekirakan memakan waktu beberapa hari mendatang.

Menurut dia, kematian mendadak ikan dan siput dalam jumlah banyak dan terjadi secara terus menerus selama beberapa hari cukup membingungkan sehingga diperlukan uji laboratorium dari semua sampel yang dikumpulkan. Termasuk menganalisa beberapa aspek dan fenomena alam yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BMKG Prediksi Seluruh Jakarta Diguyur Hujan pada Rabu Siang hingga Malam

BMKG Prediksi Seluruh Jakarta Diguyur Hujan pada Rabu Siang hingga Malam

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:20 WIB

BMKG Ungkap 75 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau

BMKG Ungkap 75 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau

Foto | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:00 WIB

BMKG Ingatkan Gelombang 4 Meter dan Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Pesisir

BMKG Ingatkan Gelombang 4 Meter dan Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Pesisir

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Prakiraan Cuaca DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng dan DI Yogyakarta Hari Ini

Prakiraan Cuaca DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng dan DI Yogyakarta Hari Ini

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:25 WIB

Operasi Narkoba di Kampung Ambon: 7 Orang Diciduk, Positif Narkotika hingga Tenteng 15 Senjata Tajam

Operasi Narkoba di Kampung Ambon: 7 Orang Diciduk, Positif Narkotika hingga Tenteng 15 Senjata Tajam

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:54 WIB

Kepala BMKG Merapat ke Istana, Bawa Laporan Karhutla dan Siaga Bencana Hidrometeorologi

Kepala BMKG Merapat ke Istana, Bawa Laporan Karhutla dan Siaga Bencana Hidrometeorologi

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:29 WIB

Tradisi Smong Simeulue: Bukti Cerita Rakyat Mampu Mitigasi Tsunami Aceh

Tradisi Smong Simeulue: Bukti Cerita Rakyat Mampu Mitigasi Tsunami Aceh

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ungkap Alasan Bedah Rumah di Kampung Ambon, Kapolda: Berantas Narkoba Tak Cukup Pakai Hukum

Ungkap Alasan Bedah Rumah di Kampung Ambon, Kapolda: Berantas Narkoba Tak Cukup Pakai Hukum

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:09 WIB

BMKG: Ada Potensi Hujan di Sumatra dan Kalimantan Hari Ini

BMKG: Ada Potensi Hujan di Sumatra dan Kalimantan Hari Ini

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:56 WIB

Terkini

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Laba Bank Jago Meroket 50 Persen Jadi Rp298 Miliar hingga Kuartal III-2026

Laba Bank Jago Meroket 50 Persen Jadi Rp298 Miliar hingga Kuartal III-2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:37 WIB

×