Robot Curiosity Temukan Oasis Kuno di Mars, Tanda Kehidupan?

Dythia Novianty, Tivan Rahmat

Jum'at, 11 Oktober 2019 | 15:34 WIB
Robot Curiosity Temukan Oasis Kuno di Mars, Tanda Kehidupan?
Mobil robotik sekaligus laboratorium berjalan milik badan antariksa Amerika Serikat di Mars, Curiosity. [Shutterstock]

Suara.com - Selama ini, penelitian di Mars selalu didasari rasa ingin tahu, apakah planet tersebut memiliki kehidupan, sehingga bisa ditinggali manusia di masa depan?

Untuk mencari jawaban atas pertanyaan tersebut, peneliti dari NASA mengirimkan robot Curiosity untuk mengeksplorasi dan mengumpulkan tanda-tanda kehidupan di Mars.

Dari sekian banyak penelitian yang dilakukan di Planet Merah tersebut, NASA akhirnya menemukan titik terang tentang jejak kehidupan Mars di masa lalu, yakni berupa oasis kuno.

Berbentuk cekungan, oasis kuno ini dinamakan Gale Crater. Oasis kuno ini memiliki luas sekitar 154 kilometer dan cekungan dengan tingkat kedalaman hingga 5 kilometer.

Logo NASA. [Shutterstock]
Logo NASA. [Shutterstock]

Mengenai asal usulnya, Gale Crater telah terbentuk dari hantaman dahsyat yang terjadi pada miliaran tahun yang lalu. Lokasinya pun dikelilingi pegunungan tinggi yang diberi nama Pegunungan Sharp.

Selain itu, peneliti (melalui Curiosity) menemukan adanya kumpulan batu sedimen yang memiliki tinggi sekitar 150 meter yang NASA namakan Pulau Sutton.

Pada oasis itu sendiri, ditemukan beberapa celah pada bebatuan yang mengelilinginya sehingga menciptakan sebuah danau yang peneliti namakan sebagai "Old Soaker".

Sedangkan di bagian ada danau itulah mereka menemukan kandungan mineral garam yang membuat para peneliti berasumsi bahwa di sekitar Gale Crater, sempat terdapat air asin.

Ilustrasi permukaan planet Mars (Shutterstock).
Ilustrasi permukaan planet Mars (Shutterstock).

Sementara itu, sebagaimana dilansir laman Metro.co.uk bahwa temuan ini sudah dimuat dalam jurnal Nature Goescience. Dalam jurnal tersebut, peneliti menemukan air yang ada di Pulau Sutton telah mengering dan meninggalkan garam asli. Namun, garam tersebut bukanlah garam meja, melainkan garam mineral.

baca juga

Garam tersebut tercampur dengan sedimen yang diperkirakan terjadi melalui proses kristalisasi di lingkungan yang basah, sehingga memungkinkan air asin yang berada di kolam-kolam kecil di zaman dahulu menguap ke permukaan, membentuk garam mineral.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fenomena Ini Bikin NASA Pertanyakan Kebenaran Teori Einstein

Fenomena Ini Bikin NASA Pertanyakan Kebenaran Teori Einstein

Tekno | Senin, 07 Oktober 2019 | 20:00 WIB

Melesat ke Luar Orbit Bumi, Astronot Ini Unggah Foto Menakjubkan!

Melesat ke Luar Orbit Bumi, Astronot Ini Unggah Foto Menakjubkan!

Tekno | Selasa, 01 Oktober 2019 | 18:40 WIB

Peringatan NASA: Awas! Tiga Lubang Hitam Bakal Saling Bertabrakkan

Peringatan NASA: Awas! Tiga Lubang Hitam Bakal Saling Bertabrakkan

Tekno | Selasa, 01 Oktober 2019 | 09:50 WIB

Sebelum Mulai Beraktivitas, Baca 5 Berita Tekno Ini

Sebelum Mulai Beraktivitas, Baca 5 Berita Tekno Ini

Tekno | Senin, 30 September 2019 | 07:28 WIB

NASA Berambisi Membuat Teleskop Bernilai Rp 8,5 Triliun

NASA Berambisi Membuat Teleskop Bernilai Rp 8,5 Triliun

Tekno | Minggu, 29 September 2019 | 13:40 WIB

Mantan Juara Tinju Dunia Sebut NASA Pakai CGI untuk Buktikan Bumi Bulat

Mantan Juara Tinju Dunia Sebut NASA Pakai CGI untuk Buktikan Bumi Bulat

Tekno | Jum'at, 27 September 2019 | 09:46 WIB

Terkini

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC

Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:22 WIB

×