Sebelum Perubahan Iklim Drastis, Dunia Akan Diabadikan di Peta 3D

RR Ukirsari Manggalani, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 18 Oktober 2019 | 15:15 WIB
Sebelum Perubahan Iklim Drastis, Dunia Akan Diabadikan di Peta 3D
Peta dunia 3D gaya origami. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Bumi mengalami perubahan iklim yang cukup drastis, di mana lebih banyak hutan dan lahan yang terbakar dan gletser mencair. Oleh karena itu, dua peneliti mengusulkan untuk "melestarikan" Bumi menggunakan laser untuk membuat peta 3D resolusi tinggi.

Pembuatan peta dunia dalam bentuk 3D itu diberi nama proyek The Earth Archive yang dipelopori oleh arkeolog Chris Fisher dan ahli geografi Steve Leisz dari Colorado State University.

"Krisis iklim akan menghancurkan warisan budaya dan ekologi kita dalam beberapa dekade. Bagaimana kita bisa mendokumentasikan semuanya sebelum terlambat?" kata Chris Fisher, seperti yang dikutip dari Space.com.

Chris Fisher mengatakan mereka akan menggunakan metode pemindaian jarak jauh dengan bantuan pesawat terbang yang mengeluarkan jaring sinar laser. Dari metode ini, para peneliti dapat membuat peta 3D resolusi tinggi dari area tertentu kemudian mengeditnya secara digital.

Sebelumnya, metode ini juga pernah dilakukan dalam survei arkeologis dan membantu para peneliti mengungkap kota-kota yang hilang di bagian hutan Afrika dan Amerika Selatan.

Proyek The Earth Archive akan berfokus pada pemindaian seluruh wilayah Bumi yang mencakup sekitar 29 persen permukaan planet, dimulai dari daerah yang paling terancam punah, seperti rainforest atau hutan hujan Amazon dan wilayah pesisir yang berisiko tenggelam akibat naiknya permukaan laut.

"Projek itu mungkin akan memakan waktu puluhan tahun. Tapi peta 3D Bumi akan menjadi hadiah utama bagi generasi mendatang," tambah Chris Fisher.

Proyek The Earth Archive juga membutuhkan dana yang sangat besar. Menurut Chris Fisher, hanya untuk memindai sebagian besar wilayah Amazon dalam tiga tahun ke depan, mereka membutuhkan data sekitar 10 juta dolar Amerika Serikat. Meski begitu, para peneliti juga harus berjuang untuk mendapatkan izin dari pemerintah di masing-masing daerah, mengingat mereka akan menerbangkan pesawat asing tak dikenal di atas wilayah negara untuk memindai.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemanasan Global, Puncak Gunung Tertinggi di Swedia Meleleh

Pemanasan Global, Puncak Gunung Tertinggi di Swedia Meleleh

Lifestyle | Jum'at, 13 September 2019 | 15:47 WIB

6 Kota Ini Terancam Tenggelam dan Lenyap, Salah Satunya Jakarta

6 Kota Ini Terancam Tenggelam dan Lenyap, Salah Satunya Jakarta

Lifestyle | Kamis, 29 Agustus 2019 | 17:05 WIB

Bukan Indah Tapi Miris, Ketika Peneliti Mengungkap Lapisan Es Mencair

Bukan Indah Tapi Miris, Ketika Peneliti Mengungkap Lapisan Es Mencair

Tekno | Selasa, 18 Juni 2019 | 08:40 WIB

Terkini

Melepaskan Diri dari Standar Kecantikan Toksik: Literasi Digital untuk Lawan Body Dysmorphia

Melepaskan Diri dari Standar Kecantikan Toksik: Literasi Digital untuk Lawan Body Dysmorphia

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:45 WIB

SETARA Institute Desak Prabowo Alihkan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke KPK

SETARA Institute Desak Prabowo Alihkan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke KPK

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Fenomena Unik Industri AC: Harga Naik, Penjualan Sharp Malah Melesat

Fenomena Unik Industri AC: Harga Naik, Penjualan Sharp Malah Melesat

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen, Lampaui Capaian Nasional di Tengah Krisis Global

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen, Lampaui Capaian Nasional di Tengah Krisis Global

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:35 WIB

Starbucks Digerebek Polisi Usai Promosi Tank Day Hina Korban Tragedi Gwangju Korea Selatan

Starbucks Digerebek Polisi Usai Promosi Tank Day Hina Korban Tragedi Gwangju Korea Selatan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:34 WIB

5 Ide Clean Look Outfit ala Kang Hoon, Bikin Penampilan Makin Berkarisma

5 Ide Clean Look Outfit ala Kang Hoon, Bikin Penampilan Makin Berkarisma

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Makin Mudah Naik MRT Jakarta, Kini Cukup Tap BRI Kartu Kredit Contactless

Makin Mudah Naik MRT Jakarta, Kini Cukup Tap BRI Kartu Kredit Contactless

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:29 WIB

Harta Kekayaan Bupati Kuansing Suhardiman Amby yang Diduga Potong TPP ASN 50%

Harta Kekayaan Bupati Kuansing Suhardiman Amby yang Diduga Potong TPP ASN 50%

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:27 WIB

5 Penyebab Masih Takut Speaking Meski Sudah Lama Belajar

5 Penyebab Masih Takut Speaking Meski Sudah Lama Belajar

Jakarta | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:27 WIB

Diusulkan Jadi Nobel Perdamaian, Makalah MBG yang Cantumkan Nama Prabowo Kini Diinvestigasi

Diusulkan Jadi Nobel Perdamaian, Makalah MBG yang Cantumkan Nama Prabowo Kini Diinvestigasi

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:26 WIB

×