Astronom Gunakan 5 Ribu Teleskop Tinjau Proses Perkembangan Alam

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Sabtu, 09 November 2019 | 14:02 WIB
Astronom Gunakan 5 Ribu Teleskop Tinjau Proses Perkembangan Alam
Seorang astronom perempuan sedang mengamati bintang dengan teleskop. [Shutterstock]

Suara.com - Para astronom menggabungkan 5 ribu teleskop mini untuk membentuk Dark Energy Spectroscopic Instrument (DESI) yang dipasang pada Mayall Telescope di Kitt Peak National Observatory, Arizona. Instrument yang berfungsi memindai langit untuk energi gelap tersebut telah melewati uji coba pertamanya.

Energi gelap (dark energy) adalah kekuatan tak terlihat yang diperkirakan mempercepat ekspansi alam semesta dan diperkirakan membentuk 68 persen dari alam semesta.

Dilansir laman Space.com, DESI dirancang untuk memberikan pengukuran yang tepat dari laju ekspansi alam semesta. Untuk mengetahui seberapa besar alam semesta berkembang, instrumen akan mendeteksi cahaya dari berbagai galaksi tertentu kemudian memecah cahaya tersebut menjadi pita warna dan menggunakan masing-masing pita itu untuk mengukur jarak galaksi dari Bumi.

"Dengan melihat benda-benda yang sangat jauh dari Bumi membuat kita dapat memetakan sejarah alam semesta dan melihat bagaimana alam semesta tersusun," ucap Nathalie Palanque-Delabrouille, juru bicara DESI dan peneliti astrofisika di Atomic Energy Commission Perancis (CEA).

DESI dilengkapi dengan spektograf dan diperkirakan dalam lima tahun mendatang, DESI akan memindai 35 juta galaksi dan 2,4 juta quasar. Dalam kondisi terbaik, DESI dapat menganalisis 5 ribu galaksi setiap 20 menit.

Suasana malam di bawah naungan galaksi Bima Sakti di Mangli, Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (3/7) malam. [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho]
Suasana malam di bawah naungan galaksi Bima Sakti . [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho]

Tak hanya itu, gabungan ribuan teleskop tersebut hanya membutuhkan waktu 10 detik untuk mengubah pandangan karena masing-masing memiliki kabel serat optik tunggal untuk memindai kembali dari satu galaksi ke galaksi lainnya.

Menariknya, DESI juga dapat "mengintip" ke alam semesta lampau, sekitar 11 miliar tahun yang lalu. Pada saat itu, gravitasi dianggap telah memperlambat ekspansi alam semesta, sementara saat ini energi gelap dianggap mempercepat ekspansi alam semesta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Microlensing, Cara Astronom Temukan Eksoplanet

Microlensing, Cara Astronom Temukan Eksoplanet

Tekno | Rabu, 06 November 2019 | 14:11 WIB

Ini Alasan Teknologi Dasar Mars Harus Diuji di Bulan

Ini Alasan Teknologi Dasar Mars Harus Diuji di Bulan

Tekno | Selasa, 05 November 2019 | 16:55 WIB

Hii Seram.. Hubble Bagikan Foto Galaksi Berbentuk Wajah Mengerikan

Hii Seram.. Hubble Bagikan Foto Galaksi Berbentuk Wajah Mengerikan

Tekno | Jum'at, 01 November 2019 | 13:00 WIB

Teleskop Pengganti Hubble Sukses Jalani Tes

Teleskop Pengganti Hubble Sukses Jalani Tes

Tekno | Kamis, 31 Oktober 2019 | 12:13 WIB

5 Berita Populer Tekno Sepanjang 14 Oktober 2019

5 Berita Populer Tekno Sepanjang 14 Oktober 2019

Tekno | Selasa, 15 Oktober 2019 | 07:20 WIB

Teleskop Hubble Tangkap Galaksi Bima Sakti Melahap Gas Misterius

Teleskop Hubble Tangkap Galaksi Bima Sakti Melahap Gas Misterius

Tekno | Senin, 14 Oktober 2019 | 08:50 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×