Line - Yahoo Japan Merger, Bangun Perusahaan Penantang Alibaba dan Amazon

Liberty Jemadu | Tivan Rahmat
Line - Yahoo Japan Merger, Bangun Perusahaan Penantang Alibaba dan Amazon
Pusat Yahoo, di Sunnyavale, Amerika Serikat. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Line dan Yahoo Japan akan berinvestasi sebesar sekitar Rp 12,9 triliun untuk membangun perusahaan baru tersebut.

Suara.com - Line dan Yahoo Japan akan membangun sebuah platform internet yang melayani 100 juta orang untuk menandingi raksasa seperti Amazon dan Alibaba setelah proses merger keduanya rampung, demikian diwartakan Nikkei, Senin (18/11/2019).

Dua perusahaan telah mengumumkan untuk merger dan akan berinvestasi setidaknya 100 miliar yen atau sekitar Rp 12,9 triliun untuk menyempurnakan teknologi iklan dan layanan lainnya setelah proses merger rampung, demikian dikatakan CEO Line, Takeshi Idezawa.

"Ke depannya, kami akan berinvestasi 100 miliar atau bahkan lebih," kata Idezawa, sembari menambahkan bahwa proses merger ditargetkan rampung Oktober 2020.

Saat merger rampung, entitas gabungan Line dan Yahoo Japan itu akan menjadi perusahan internet terbesar di Jepang.

Yahoo Japan dioperasikan oleh perusahaan Jepang, Z Holdings yang sahamnya dikuasai oleh Sofbank Group, salah satu bank investasi terbesar di dunia.

Sementara Line adalah bagian dari Naver, raksasa internet asal Korea Selatan yang juga memiliki mesin pencari paling populer di negeri gingseng tersebut.

Belum diketahui area bisnis mana saja yang akan disasar oleh dua perusahaan. Tetapi Line diketahui memiliki layanan pembayaran digital berteknologi QR, Line Pay. Bisnis yang sama juga dimiliki oleh Yahoo Japan dengan nama PayPay.

Line juga merupakan salah satu aplikasi pesan instan populer di dunia saat ini dan juga memiliki layanan Line Taxi. Sementara itu, selain PayPay, Yahoo Japan punya bisnis iklan online, ecommerce, dan masih banyak lagi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS