4 Fakta Menarik Gerhana Matahari Cincin

Dythia Novianty | Tivan Rahmat
4 Fakta Menarik Gerhana Matahari Cincin
Gerhana Matahari Cincin. [Shutterstock]

Fenomena alam langka bakal kembali terjadi di wilayah Indonesia.

Suara.com - Fenomena alam langka bakal kembali terjadi di wilayah Indonesia. Kali ini, Gerhana Matahari Cincin (GMC) diprediksi akan terjadi pada 26 Desember 2019.

Sebagai informasi, GMC terjadi karena wilayah yang dilalui oleh bayangan antumbra, yaitu perpanjangan dari umbra (bayangan utama) di mana Bulan tepat berada di depan Matahari, tetapi piringannya tampak terlalu kecil untuk menutupi seluruh piringan Matahari.

Sementara itu, laman resmi Planetarium dan Observatorium Jakarta mencatat beberapa fakta menarik Gerhana Matahari Cincin, yaitu sebagai berikut.

1. Profil Gerhana Matahari 26 Desember 2019

Gerhana matahari yang akan terjadi masuk ke dalam kategori siklus saros 132, yang bermakna:
- Gerhana ke-46 dari total 71 gerhana
- Gerhana ke-47 akan terjadi tanggal 5 Januari 2038 (18 tahun mendatang)

Persentase bagian Matahari yang tertutupi Bulan
- Batam 94,1% (Puncak Fase Cincin)
- 72,1% (Puncak Fase Parsial)

2. Lokasi Gerhana Matahari Cincin

01 derajat LU (Lintang Utara) 102,3 derajat BT atau Bujur Timur (Riau).

Ilustrasi gerhana matahari cincin. (shutterstock)
Ilustrasi gerhana matahari cincin. (shutterstock)

3. Kota yang dapat melihat fase Gerhana Matahari Cincin:

- Padang Sidempuan, Sumatera Utara
- Duri, Riau
- Batam, Kepulauan Riau
- Singkawang, Kalimantan Barat
- Pemangkat Kalimantan Barat
- Sebagian Kalimantan Utara
- Sebagian Kalimantan Timur

4. Durasi Gerhana Matahari Cincin

Fase Parsial Awal: 10.27 WIB
Cincin Awal: 12.22 WIB
Puncak 12.24 WIB
Cincin Akhir: 12.25 WIB
Parsial Akhir: 14.18 WIB
Durasi: 3 jam 51 menit

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS