Layar
Di pasar Indonesia saat ini, layar Asus ROG Phone II bisa jadi yang terbaik karena dibekali layar 6,59 inci dengan panel AMOLED dan refresh rate 120Hz.
Sekadar informasi, Asus ROG Phone II merupakan satu-satunya ponsel di pasaran Indonesia yang menggunakan layar AMOLED dengan refresh rate setinggi 120 Hz. Sementara ponsel keluaran vendor lainnya maksimal hanya menggunakan refresh rate 90 Hz.
![Asus ROG Phone 2. [Suara.com/Tivan Rahmat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/01/12/25981-asus-rog-phone-2.jpg)
Imbas dari refresh rate 120 Hz berimbas pada pergerakan antar menu saat scrolling terasa lebih mulus, tampilan gambar yang lebih nyata, hingga pergerakan karakter dalam game yang lebih luwes, tidak kaku atau patah-patah.
Untuk layarnya sendiri, ponsel ini menghadirkan tampilan sangat tajam. Maklum, ponsel ini punya resolusi 2.340 x 1.080 piksel yang bisa menjalankan tampilan HDR 10-bit dengan kontras yang tinggi.
Karena layarnya menggunakan panel AMOLED, ponsel ini punya fitur Always On yang selalu menyala menampilkan jam, tanggal dan sisa daya baterai, serta pemindai sidik jari di bawah layar (in-display fingerprint).
Performa
Bicara performa, spesifikasi Asus ROG Phone II diotaki chipset Qualcomm Snapdragon 855 Plus berkecepatan 2,96 GHz yang dikawinkan dengan RAM 8 GB dan memori internal 128 GB.
Dengan kombinasi tersebut, ponsel sanggup dipacu untuk melakukan aplikasi berat, termasuk membuka banyak aplikasi sekaligus atau multitasking. WiFi-nya berjenis WiFiad 60Ghz yang kencang dan minim lag.
- 5 Deretan Produk Aneh Xiaomi
Baca Juga
Perlu dicatat, saat refresh rate 120 Hz digunakan, baterai ponsel cukup terkuras. Meski begitu, masalah boros baterai ini sedikit terobati karena ponsel ini punya baterai jumbo berkapasitas 6.000 mAh yang sudah mendukung pengisian cepat Quick Charge 4.0 (30W).
![Performa Asus ROG Phone 2. [Suara.com/Tivan Rahmat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/01/12/31894-asus-rog-phone-2.jpg)
Namun, dalam kemasan boks penjualan Asus ROG Phone II varian 8 GB/128 GB, hanya ditemukan charger konvensional dengan keluaran daya 5V 2A standar (10 watt).
Imbasnya, charger 10 watt ini membuat proses pengisian baterai 6000 mAh menjadi lebih lama. Jadi kalau pengguna menginginkan pengisian daya lebih cepat, mereka harus merogoh kocek tambahan untuk membeli charger 30 watt yang dijual secara terpisah.
![Asus ROG Phone 2. [Suara.com/Tivan Rahmat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/01/12/32547-asus-rog-phone-2.jpg)
Soal gaming, Asus telah membekali ponsel gaming terbarunya dengan fitur khusus gamer, seperti L dan R AirTriggers, hingga X Mode overclock.
Bahkan, Asus juga menyediakan kipas tambahan di dalam kotak penjualannya, yang bisa mendinginkan ponsel dengan cepat saat dipacu mengerjakan 'tugas' berat.
Selain itu, ada 4 mikrofon noise cancelation untuk memastikan bahwa mikrofon tidak pernah tertutup baik dalam posisi vertikal atau horizontal, yang bakal membuat pengguna betah berlama-lama bermain game atau menikmati konten multimedia, seperti musik dan video.
Jangan lupakan juga, Asus ROG Phone II punya Air Triggers ini berupa tombol L dan R di sisi atas saat (seperti stik game konsol) hape dipegang dalam posisi horizontal, yang cukup ditekan saja agar memberi respon tertentu dalam permainan.
![Asus ROG Phone 2. [Suara.com/Tivan Rahmat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/01/12/67278-asus-rog-phone-2.jpg)
Ketika dipakai untuk memainkan game FPS seperti Call of Duty: Mobile, PUBG Mobile, dan Fornite, pengaturan grafis bisa dipacu hingga "rata kanan". Saat dipakai game fighting macam Mortal Kombat, gerakan karakternya mulus. Sedangkan kala digunakan untuk bermain Mobile Legends, tak ada lag meskipun permainan diatur dalan pengaturan grafis tinggi.
Untuk perangkat lunak, Asus ROG Phone II dijalankan dengan sistem operasi Android 9 berbalut antarmuka Asus UI ROG Edition Zen. Secara teknis, benchmark untuk ponsel ini menembus angka 400 ribu versi aplikasi AnTuTu.
Kamera
Meski berlabel ponsel gaming, namun Asus juga tidak melupakan kemampuan fotografinya. Hal ini bisa dilihat dari penggunaan sensor kamera yang sama dengan Asus Zenfone 6.
![Hasil foto Asus ROG Phone 2. [Suara.com/Tivan Rahmat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/01/12/95972-hasil-foto-asus-rog-phone-2.jpg)
Di belakang, pembidik utama Asus ROG Phone II menggunakan sensor Sony IMX586 beresolusi 48 MP f/1.8 PDAF. Sementara kamera sekundernya bersolusi 13 MP f/2.4 berfungsi sebagai lensa ultrawide. Beralih ke bagian depan, Asus ROG Phone II dilengkapi kamera selfie 24 MP.
![Hasil foto Asus ROG Phone 2. [Suara.com/Tivan Rahmat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/01/12/65848-hasil-foto-asus-rog-phone-2.jpg)
Dengan komposisi seperti itu, hasil foto dalam kondisi pencahayaan sangat memuaskan, baik menggunakan kamera depan atau belakang. Namun ketika foto diambil pada malam hari, hasilnya berkurang.
Soal fitur, kamera Asus ROG Phone II menawarkan banyak mode pemotretan, mulai dari Time Lapse, Slow Motion, Motion Tracking, Auto, Portrait, Panorama, Night, hingga Pro (Manual).
![Asus ROG Phone 2. [Suara.com/Tivan Rahmat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/01/12/44421-asus-rog-phone-2.jpg)
Khusus mode Pro, pengguna bisa mengature autofokus, kecepatan 1/3200 hingga 32 detik, ISO 100-3200, EV, dan White Balance.
Kesimpulan
Dibanderol Rp 8,5 juta, Asus ROG Phone II sebenarnya sanggup menjalankan perannya sebagai ponsel gaming dengan baik.
Desain kokoh nan gahar, performa moncer, baterai jumbo, dan fitur-fitur gaming yang diusung ponsel ini menjadi bukti bahwa Asus ROG Phone II merupakan ponsel gaming komplit.
Kalaupun ada setitik noda yang ditemukan pada ponsel ini ialah charger 30 Watt-nya saja yang dijual secara terpisah. Namun, harga sebenarnya tidak menjadi masalah bagi gamers kelas 'Sultan' yang ingin memiliki ponsel gaming dengan menawarkan kualitas terbaik, setidaknya terbaik di sepanjang 2019.