Jangan Mau Jadi Korban, Hadapi Penipuan Via Whatsapp dengan 4 Trik Ini

Vania Rossa, Tivan Rahmat

Kamis, 23 Januari 2020 | 11:46 WIB
Jangan Mau Jadi Korban, Hadapi Penipuan Via Whatsapp dengan 4 Trik Ini
Ilustrasi penipuan via di Whatsapp. (Shutterstock)

Suara.com - Kasus penipuan atau scam bisa terjadi lewat banyak perantara, termasuk WhatsApp. Biasanya, bentuk kejahatan yang dialami pengguna berupa spam, penipuan, hoaks, dan pengelabuan (phishing).

Sepanjang tahun 2019, Direktorat Tindak Pidana Siber, satuan kerja yang berada di bawah Badan Reserse Kriminal Polisi Republik Indonesia (Bareskrim Polri), menerima laporan dari berbagai bentuk kasus kejahatan siber yang terjadi di dalam marketplace, media sosial, surel, atau platform online lainnya sebanyak 1.617 kasus.

Dalam praktiknya, para penipu mencoba berbagai modus operandi untuk mendorong korban melakukan tindakan tertentu. Hal ini juga kerap menimpa target penipuan WhatsApp.

Lantas, bagaimana cara untuk menghadapi penipuan WhatsApp? Simak tipsnya di bawah ini.

Kenali Gaya Bahasa Si Penipu

Penipu bisa muncul dengan berbagai wajah. Mereka dapat berpura-pura menjadi teman atau kerabat dekat pengguna, yang mengaku sangat membutuhkan uang dengan menggunakan nomor yang tidak dikenal. 

Dengan alasan sedang terkena musibah seperti baru saja dirampok, dipenjara, atau bahkan dirawat inap, mereka dapat mengarang alasan dan meyakinkan kita untuk mengirimkan sejumlah uang.

Jika pengguna tidak ingin menjadi korban, pertama-tama perhatikanlah bahasa yang coba ditiru si penipu. Gaya percakapan yang digunakan mungkin berbeda, seperti tutur bahasa yang dipilih, cara mereka menjelaskan situasi, dan hal kecil lainnya yang membuat kita ragu. 

Jangan lupa pula untuk menanyakan informasi tambahan dari sumber yang terpercaya. Setelah mengetahui bahwa ini salah satu modus penipuan, WhatsApp memiliki fitur untuk melaporkan dan memblokir pengguna tersebut dengan membuka chat > klik kontak atau nama grup > klik Laporkan atau Blok kontak.

baca juga

Jangan Berikan Data Pribadi

Pernahkah kamu menerima pesan yang menyatakan bahwa kamu beruntung menjadi pemenang hadiah secara tiba-tiba? Jika iya, ada kemungkinan kamu sedang menjadi target penipuan. 

Biasanya, oknum penipu mengaku sebagai pihak perusahaan/brand yang meyakinkan bahwa kita memenangkan hadiah besar, atau sekadar menawarkan pekerjaan yang sebelumnya kita tidak pernah mendaftar. 

Tujuan utama mereka yakni mencoba memperoleh informasi pribadi kita atau menipu untuk meminta uang. Ingatlah ungkapan “if it's too good to be true, it probably is”, artinya jika suatu hal terlalu mustahil untuk menjadi kenyataan, memang hal tersebut tidak mungkin terjadi.

Jika kamu menerima sebuah pesan dan tidak yakin apakah itu tergolong sebagai modus penipuan, berhentilah dan periksalah kembali pesan tersebut dengan seksama. 

Berikut adalah beberapa karakteristik atau isi pesan yang harus dihindari, mulai dari meminta untuk mengetuk tautan tertentu, hingga meminta untuk membagikan informasi pribadi seperti nomor kartu kredit dan rekening bank, tanggal lahir, atau kata sandi.

Jika kamu menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal, segera hapus dan laporkan pesan tersebut. Jangan mengklik tautan atau memberi informasi pribadi apapun walaupun dengan imbalan hadiah.

Waspada tautan yang mencurigakan...

Tautan yang mencurigakan

Sebuah indikator mungkin ditampilkan ketika tautan mengandung kombinasi karakter yang dianggap tidak umum. 

Penipu mungkin menggunakan kombinasi karakter ini untuk mengecoh pengguna agar mereka mengetuk tautan yang sepertinya akan membuka situs web yang sah, tetapi sebenarnya akan membawa pengguna ke situs yang berbahaya.

Ketika menerima tautan, tinjau konten pesan dengan hati-hati. Jika tautan ditandai sebagai tautan yang mencurigakan, pengguna dapat mengetuk tautan tersebut dan pesan pop-up yang akan ditampilkan biasanya menyoroti karakter yang tidak umum di dalam tautan tersebut. Selanjutnya, pengguna dapat memilih untuk membuka tautan tersebut atau kembali ke chat.

Sesuaikan Pengaturan WhatsApp

WhatsApp telah membuat beberapa kendali dasar yang dapat pengguna sesuaikan untuk memproteksi akun mereka sendiri.

hal ini dimaksudkan untuk mengatur siapa yang dapat melihat informasi, pengguna dengan mengatur Terakhir Dilihat (last seen), Foto Profil, dan atau Status di dalam pengaturan privasi.

Pengguna juga dapat mengendalikan siapa yang dapat menambahkan mereka ke grup dengan membuka Setelan/Pengaturan dalam aplikasi, lalu ketuk Akun > Privasi > Grup dan pilih salah satu dari ketiga opsi berikut: “Kontak Saya Kecuali,” “Kontak Saya,” atau “Semua Orang.”

Selain itu, pengguna juga dianjurkan untuk memberikan lapisan keamanan tambahan dengan mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah. Untuk mengaktifkannya, buka “Pengaturan” lalu pilih “Akun” dan pilih “Verifikasi Dua Langkah”. Cara ini merupakan cara terbaik untuk melindungi data pribadi pengguna.

Selamat mencoba!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wadidaw! Pengguna WhatsApp Didesak Beli Ponsel Baru, Kenapa?

Wadidaw! Pengguna WhatsApp Didesak Beli Ponsel Baru, Kenapa?

Tekno | Rabu, 22 Januari 2020 | 07:17 WIB

WhatsApp Batalkan Rencana Tayangkan Iklan

WhatsApp Batalkan Rencana Tayangkan Iklan

Tekno | Senin, 20 Januari 2020 | 19:37 WIB

Instagram dan WhatsApp Down, Warganet Malah Curhat Soal Hati di Twitter

Instagram dan WhatsApp Down, Warganet Malah Curhat Soal Hati di Twitter

Tekno | Senin, 20 Januari 2020 | 07:33 WIB

Terkini

Minus Dua Pemain Diaspora, Bangladesh Tak Sabar Hadapi Timnas Indonesia di SUGBK

Minus Dua Pemain Diaspora, Bangladesh Tak Sabar Hadapi Timnas Indonesia di SUGBK

Bola | Kamis, 10 September 2026 | 13:37 WIB

Purbaya Gunakan AI Buat Cegah Kebocoran Ekspor-Impor hingga Lacak Pajak Perusahaan

Purbaya Gunakan AI Buat Cegah Kebocoran Ekspor-Impor hingga Lacak Pajak Perusahaan

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 13:33 WIB

Makna Lagu 'Dunia Tipu-Tipu' Yura Yunita: Menemukan Sosok untuk Bersandar

Makna Lagu 'Dunia Tipu-Tipu' Yura Yunita: Menemukan Sosok untuk Bersandar

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 13:30 WIB

Restrukturisasi Besar Volkswagen Picu Rencana Penjualan Ducati

Restrukturisasi Besar Volkswagen Picu Rencana Penjualan Ducati

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 13:30 WIB

Dihimpit Kemarau dan Erupsi Anak Krakatau, Lampung Gelar Salat Istisqa: Mengetuk Pintu Langit

Dihimpit Kemarau dan Erupsi Anak Krakatau, Lampung Gelar Salat Istisqa: Mengetuk Pintu Langit

Lampung | Kamis, 10 September 2026 | 13:29 WIB

Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang Menuju Anak Krakatau Diperluas hingga Perairan Lampung

Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang Menuju Anak Krakatau Diperluas hingga Perairan Lampung

News | Kamis, 10 September 2026 | 13:25 WIB

Macam-Macam Bedak Viva dan Kegunaannya, Harganya Mulai Rp3 Ribuan Saja

Macam-Macam Bedak Viva dan Kegunaannya, Harganya Mulai Rp3 Ribuan Saja

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 13:25 WIB

Utang Rp1,6 Triliun Lunas, Sidang Korupsi Eks Pejabat BRI Tetap Berlanjut: Apa Alasannya?

Utang Rp1,6 Triliun Lunas, Sidang Korupsi Eks Pejabat BRI Tetap Berlanjut: Apa Alasannya?

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 13:22 WIB

Review Chronovisor: Saat Kebenaran dan Teori Konspirasi Sulit Dibedakan

Review Chronovisor: Saat Kebenaran dan Teori Konspirasi Sulit Dibedakan

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 13:20 WIB

Gudang Garam Raup Laba Rp2,9 Triliun Meski Pendapatan Anjlok 7,2 Persen

Gudang Garam Raup Laba Rp2,9 Triliun Meski Pendapatan Anjlok 7,2 Persen

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 13:19 WIB

×