Kagum Tapi Bikin Ngeri, Kumpulan Kapas Raksasa Ada di Dekat Pantai

Dythia Novianty, Rezza Dwi Rachmanta

Minggu, 26 Januari 2020 | 09:55 WIB
Kagum Tapi Bikin Ngeri, Kumpulan Kapas Raksasa Ada di Dekat Pantai
Fenomena alam unik ada kumpulan busa bagaikan kapas raksasa. [Twitter]

Suara.com - Apa jadinya jika kumpulan kapas raksasa muncul di dekat pantai? Yup, fenomena alam tidak biasa ini terjadi di sebuah kota di Spanyol, Tossa de Mar.

Sebuah akun fanspage Twitter bernama @semestasains membagikan video mengenai fenomena alam yang terjadi pada sebuah kota di Spanyol.

Video yang dibagikan berhasil viral di Twitter setelah mendapatkan lebih dari 6.800 Retweet dan 10.400 Like.

Ratusan warganet pun menyatakan rasa penasaran hingga kekagumannya terhadap fenomena alam itu.

Setelah ditelusuri, hal tersebut merupakan sebuah fenomena yang disebut sebagai sea foam atau busa laut.

Badai musim dingin yang kuat di Spanyol yang dijuluki Gloria membawa salju, hujan, ombak tinggi dan angin kencang ke kota dekat pantai.

Kota yang berada 90 kilometer sebelah timur Barcelona tersebut langsung dibanjiri dengan sea foam yang mirip kapas raksasa atau busa sabun.

Fenomena ini mirip ketika kita mengocok botol air minum sehingga partikel-partikel kecil akan terbentuk.

Hal tersebut berlaku sama seperti laut dengan partikel berupa garam terlarut, protein, lemak, alga mati bahkan polutan manusia, seperti deterjen.

baca juga

"Busa laut (sea foam) terbentuk dengan cara ini, tetapi dalam skala yang jauh lebih besar, ketika laut diaduk oleh angin dan ombak," kata ilmuwan dari NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration).

Sea foam terbentuk oleh agitasi laut, terutama bila mereka mengandung konsentrasi bahan organik terlarut yang lebih tinggi (termasuk protein, lignin, lipid) yang berasal dari mekarnya ganggang.

Dilansir dari LiveScience, sea foam biasanya tidak berbahaya bagi manusia. Namun, terdapat sea foam yang cukup berbahaya apabila busa yang diciptakan berasal dari ganggang yang berbahaya seperti Karenia brevis.

Ganggang tersebut menghasilkan neurotoksin yang dapat mengudara.
Apabila terhirup atau terkena mata, maka orang bisa mengalami sesak nafas dan iritasi pada bagian mata.

Meski terlihat unik, fenomena alam berupa sea foam ini sebaiknya tidak disambut dengan bermain-main di sekitarnya karena biasanya terdapat angin kencang yang terjadi.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aneh, Bun Upas Turun di Dieng pada Musim Penghujan

Aneh, Bun Upas Turun di Dieng pada Musim Penghujan

Tekno | Sabtu, 18 Januari 2020 | 13:05 WIB

Maulid Nabi, Awan Berbentuk Lafaz Allah di Langit Kudus Gegerkan Warganet

Maulid Nabi, Awan Berbentuk Lafaz Allah di Langit Kudus Gegerkan Warganet

Jawa Tengah | Senin, 11 November 2019 | 04:55 WIB

Ubur-ubur Muncul di Pesisir Pantai, Pihak Ancol: Hanya Fenomena Alam

Ubur-ubur Muncul di Pesisir Pantai, Pihak Ancol: Hanya Fenomena Alam

News | Rabu, 09 Oktober 2019 | 21:57 WIB

Jarang Terjadi, Seperti Apa Pesona Fenomena Langka Pelangi Api?

Jarang Terjadi, Seperti Apa Pesona Fenomena Langka Pelangi Api?

Lifestyle | Minggu, 06 Oktober 2019 | 13:30 WIB

Tak Perlu Menanti Aji Mumpung, Gini Cara Bikin Pelangi Api Artifisial

Tak Perlu Menanti Aji Mumpung, Gini Cara Bikin Pelangi Api Artifisial

Lifestyle | Minggu, 06 Oktober 2019 | 13:15 WIB

Unik, Salju Warna Pink Bisa Ditemukan di Taman Nasional Ini

Unik, Salju Warna Pink Bisa Ditemukan di Taman Nasional Ini

Lifestyle | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 16:42 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×