Tips Sederhana Menghindari Penipu di WhatsApp

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 27 Januari 2020 | 14:28 WIB
Tips Sederhana Menghindari Penipu di WhatsApp
Ilustrasi penggunaan WhatsApp. [Shutterstock]

Suara.com - Kasus penipuan atau scam bisa berupa pesan yang didapatkan dari pihak ketiga yang tidak jelas, seperti spam, hoax, dan pengelabuan (phising).

Direktorat Tindak Pidana siber, satuan kerja yang berada di bawah Badan Reserse Kriminal Polisi Republik Indonesia (Bareskrim Polri), menerima laporan dari berbagai bentuk kasus kejahatan siber yang terjadi di dalam marketplace, media sosial, surel, atau platform online lainnya. Dilaporkan, ada 1.617 kasus mulai Januari hingga Desember 2019.

Dalam praktiknya, para penipu mencoba berbagai modus operandi untuk mendorong korban melakukan tindakan tertentu. Sebagai salah satu aplikasi perpesanan populer, WhatsApp telah melengkapi layanannya dengan berbagai fitur yang dapat membantu mengamankan informasi pribadi pengguna.

Menurut siaran pers yang diterima Suara.com, berikut cara menghindari beragam modus penipuan di WhatsApp:

1. Perhatikan bahasa yang coba ditiru penipu

Penipu dapat berpura-pura menjadi teman atau kerabat dekat, yang mengaku sangat membutuhkan uang dengan menggunakan nomor yang tidak dikenal. Dengan alasan sedang terkena musibah seperti baru saja dirampok, dipenjara, atau bahkan dirawat inap, mereka dapat mengarang alasan dan meyakinkan pengguna untuk mengirimkan sejumlah uang.

Jika pengguna tidak ingin menjadi korban, pertama-tama perhatikanlah bahasa yang coba ditiru si penipu. Gaya percakapan yang digunakan mungkin berbeda, seperti tutur bahasa yang dipilih, cara mereka menjelaskan situasi, dan hal kecil lainnya yang membuat pengguna ragu. Jangan lupa pula untuk menanyakan informasi tambahan dari sumber yang terpercaya.

Setelah pengguna mengetahui bahwa ini salah satu modus penipuan, WhatsApp memungkinkan pengguna untuk melaporkan dan memblokir pengguna tersebut dengan membuka chat > klik kontak atau nama grup > klik Laporkan atau Blok kontak.

2. Pemenang hadiah

baca juga

Jika pengguna pernah mendapatkan pesan yang menyatakan telah memenangkan hadiah undian secara tiba-tiba padahal tidak pernah mengikuti undian apapun, kemungkinan pengguna sedang menjadi target penipuan.

Biasanya penipu mengaku sebagai pihak perusahaan atau merek yang meyakinkankan. Tujuan utama mereka yakni mencoba memperoleh informasi pribadi pengguna atau menipu untuk meminta uang.

Jika pengguna menerima pesan dan tidak yakin apakah itu tergolong sebagai modus penipuan, periksa kembali pesan tersebut dengan seksama. Ada beberapa karakteristik atau isi pesan yang harus dihindari, seperti kesalahan ejaan atau tata bahasa, meminta pengguna untuk membuka tautan, meminta pengguna untuk membagikan informasi pribadi, hingga meminta pengguna untuk meneruskan pesan.

3. Tautan yang mencurigakan

Tautan yang mencurigakan umumnya akan mengandung kombinasi karakter yang dianggap tidak umum. Ketika pengguna menerima tautan dari orang yang tidak dikenal, tinjau konten pesan dengan hati-hati.

Ilustrasi blokir WhatsApp. [Shutterstock]
Ilustrasi blokir WhatsApp. [Shutterstock]

4. Menyesuaikan pengaturan di WhatsApp

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Cara Mencadangkan Foto dan Pesan di WhatsApp dengan Google

Begini Cara Mencadangkan Foto dan Pesan di WhatsApp dengan Google

Tekno | Jum'at, 24 Januari 2020 | 12:25 WIB

Cara Mengaktifkan Mode Gelap WhatsApp di Versi Beta

Cara Mengaktifkan Mode Gelap WhatsApp di Versi Beta

Tekno | Kamis, 23 Januari 2020 | 13:45 WIB

Jangan Mau Jadi Korban, Hadapi Penipuan Via Whatsapp dengan 4 Trik Ini

Jangan Mau Jadi Korban, Hadapi Penipuan Via Whatsapp dengan 4 Trik Ini

Tekno | Kamis, 23 Januari 2020 | 11:46 WIB

Wadidaw! Pengguna WhatsApp Didesak Beli Ponsel Baru, Kenapa?

Wadidaw! Pengguna WhatsApp Didesak Beli Ponsel Baru, Kenapa?

Tekno | Rabu, 22 Januari 2020 | 07:17 WIB

WhatsApp Batalkan Rencana Tayangkan Iklan

WhatsApp Batalkan Rencana Tayangkan Iklan

Tekno | Senin, 20 Januari 2020 | 19:37 WIB

Instagram dan WhatsApp Down, Warganet Malah Curhat Soal Hati di Twitter

Instagram dan WhatsApp Down, Warganet Malah Curhat Soal Hati di Twitter

Tekno | Senin, 20 Januari 2020 | 07:33 WIB

Terkini

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×