Perdana, Ilmuwan Ciptakan Mesin Organ Hati Bertahan Seminggu di Luar Tubuh

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 28 Januari 2020 | 12:02 WIB
Perdana, Ilmuwan Ciptakan Mesin Organ Hati Bertahan Seminggu di Luar Tubuh
Ilustrasi ruang operasi. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan dari University Hospital Zurich, ETH Zurich, Wyss Zurich, dan University of Zurich mengembangkan proyek jangka panjang dengan meluncurkan sebuah mesin yang mampu menjaga organ hati tetap hidup di luar tubuh manusia hingga seminggu.

Penemuan ini dapat membantu pasien yang menunggu transplantasi hati. Laporan Columbia Surgery menyebutkan bahwa ada hampir 17 ribu orang yang menunggu transplantasi hati karena berbagai penyebab.

Sebelumnya, organ hati hanya dapat bertahan hidup dalam hitungan jam di luar tubuh manusia.

"Keberhasilan sistem perfusi yang ini membuka jalan bagi banyak aplikasi baru dalam transplantasi," ucap Profesor Pierre-Alain Clavien, Ketua Departemen Bedah dan Transplantasi di Rumah Skait Universitas Zurich, seperti dikutip dari IFL Science.

Para ilmuwan telah mengembangkan mesin ini selama empat tahun dan melibatkan sejumlah ahli bedah, ahli biologi, dan insinyur.

Saat ini, organ hati yang didonor diawetkan terlebih dulu dengan menyiram larutan dingin sebelum menyimpannya di es, yang mengurangi aktivitas metabolisme, memungkinkan penyimpanan organ yang aman hingga 18 jam.

Cara lainnya adalah dengan membiarkan organ tetap aktif secara metabolik hingga 24 jam dengan memasok cairan beroksigen dan darah normotermik melalui mesin.

Para peneliti kemudian batas itu tujuh kali lipat dengan meniru kondisi kehidupan nyata dan lingkungan hati di dalam tubuh manusia.

Sistem perfusi kompleks menghubungkan organ hati ke mesin yang meniru fungsi inti tubuh. Ketika proyek ini dimulai, sebuah organ hati hanya bisa disimpan di mesin selama 12 jam.

baca juga
Ilustrasi hati manusia. [Shutterstock]
Ilustrasi hati manusia. [Shutterstock]

Sekarang, mesin dapat bekerja lebih baik dengan membersihkan timbunan lemak dan bahkan regenerasi hati parsial. Mesin ini menggunakan hormon pankreas, termasuk insulin dan glukagon untuk mengontrol kondisi metabolik dan bekerja melalui "pasokan vaskular ganda yang unik dengan tekanan tinggi".

Selain itu, sebagian besar organ hati menunjukkan produksi empedu yang merupakan indikator paling meyakinkan mengenai kelangsungan hidup hati setelah transplantasi.

Meski begitu, para ilmuwan tetap menyebutkan beberapa parameter viabilitas tetap sulit untuk dinilai dan dipantau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Rekonstruksi Wajah Perempuan Abad ke-16 Berkasta Tinggi

Ilmuwan Rekonstruksi Wajah Perempuan Abad ke-16 Berkasta Tinggi

Tekno | Senin, 27 Januari 2020 | 15:55 WIB

Heboh, Ada Kambing Berekspresi Murung Manusia

Heboh, Ada Kambing Berekspresi Murung Manusia

Tekno | Minggu, 26 Januari 2020 | 07:05 WIB

Ilmuwan Ciptakan Embrio Ketiga Badak Putih Utara Buatan

Ilmuwan Ciptakan Embrio Ketiga Badak Putih Utara Buatan

Tekno | Rabu, 22 Januari 2020 | 08:06 WIB

Telanjur Makan Mie Instan yang Direbus Bareng Plastik? Ini Kata Ilmuwan

Telanjur Makan Mie Instan yang Direbus Bareng Plastik? Ini Kata Ilmuwan

Health | Jum'at, 17 Januari 2020 | 06:55 WIB

Ilmuwan Ungkap Misteri Otak Manusia Berusia 2.600 Tahun

Ilmuwan Ungkap Misteri Otak Manusia Berusia 2.600 Tahun

Tekno | Selasa, 14 Januari 2020 | 12:03 WIB

Perdana, Ilmuwan Temukan Medan Magnet Raksasa di Galaksi Paus

Perdana, Ilmuwan Temukan Medan Magnet Raksasa di Galaksi Paus

Tekno | Minggu, 12 Januari 2020 | 09:20 WIB

Terkini

Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini

Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!

Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:48 WIB

Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian

Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?

Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:35 WIB

3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar

3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar

Jawa Tengah | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!

Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:28 WIB

The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam

The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:25 WIB

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Belanja Mewah di SEIBU Dapat Voucher Gratis? Cek Promo BRI Ini!

Belanja Mewah di SEIBU Dapat Voucher Gratis? Cek Promo BRI Ini!

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:22 WIB

×