alexametrics

Setelah 100 Tahun, Baghdad Kembali Diselimuti Salju

Liberty Jemadu
Setelah 100 Tahun, Baghdad Kembali Diselimuti Salju
Anak-anak di Baghdad, Irak bermain-main di tengah hujan salju, Selasa (11/2/2020). [AFP/Mohammed Sawaf]

Beberapa warga Irak - baik yang tua maupun muda - mengaku bahwa mereka baru sekali ini melihat salju secara langsung.

Suara.com - Warga Baghdad, Irak bangun pada pagi tadi Selasa (11/2/2020) dengan penuh keterkejutan, setelah melihat kota tua itu diselimuti salju. Ini adalah untuk kedua kalinya dalam 100 tahun Baghdad diselimuti salju.

Anak-anak di Baghdad, Irak bermain-main di tengah hujan salju, Selasa (11/2/2020). [AFP/Mohammed Sawaf]
Anak-anak di Baghdad, Irak bermain-main di tengah hujan salju, Selasa (11/2/2020). [AFP/Mohammed Sawaf]

Bahgdad sebenarnya sempat diguyur salju pada 2008, tetapi hanya berlangsung sekejap. Kali ini salju menutup jalan-jalan dan atap-atap rumah salah satu kota paling kaya sejarah di Timur Tengah - peristiwa yang terakhir kali terjadi sekitar 100 tahun lalu.

Beberapa warga Irak - baik yang tua maupun muda - mengaku bahwa mereka baru sekali ini melihat salju secara langsung. Sejumlah bocah terlihat bermain bola salju dengan penuh kekaguman.

"Hujan salju mungkin akan berlangsung sampai Rabu, mengingat suhu saat ini sangat dingin," kata Amer al-Jaberi, kepala humas badan meteorologi Irak.

Baca Juga: Korban Tewas Insiden Salju Longsor di Turki Bertambah Jadi 39 Orang

Selain di Bahgdad, salju juga terpantau menutupi Karbala, kota suci bagi umat Muslim Syiah.

Anak-anak di Baghdad, Irak bermain-main di tengah hujan salju, Selasa (11/2/2020). [AFP/Mohammed Sawaf]
Anak-anak di Baghdad, Irak bermain-main di tengah hujan salju, Selasa (11/2/2020). [AFP/Mohammed Sawaf]

"Gelombang suhu dingin ini datang dari Eropa," beber dia.

Baghdad sendiri termasuk kota yang terbiasa dengan suhu panas. Suhu paling tinggi di kota itu tercatat di angka 51 derajat Celcius. Meski demikian wilayah utara Irak seperti Mosul sudah biasa mengalami hujan salju.

Komentar