Heboh Ribuan Gagak Datangi Kota, Ini Deretan Mitologi dari Berbagai Negara

Dinar Surya Oktarini, Rezza Dwi Rachmanta

Kamis, 13 Februari 2020 | 20:16 WIB
Heboh Ribuan Gagak Datangi Kota, Ini Deretan Mitologi dari Berbagai Negara
Heboh video ribuan burung gagak datangi kota. (YouTube/ Wuhan News)

Suara.com - Belum lama ini rekamanvideo dengan narasi ribuan burung gagak menyerbu Wuhan menghebohkan netizen. Banyak netizen di China yang mengaitkan hal tersebut dengan "pencarian mayat" atau sebagai simbol negatif.

Sebagai referensi, Wuhan merupakan ibu kota Provinsi Hubei, sebuah tempat di mana virus corona baru terdeteksi pertama kali.

Banyak netizen di China mengaitkannya dengan korban-korban virus corona yang sedang sekarat.

Dalam budaya China, gagak sering melambangkan nasib buruk atau kematian sehingga rekaman yang beredar cukup mengundang narasi ketakutan.

Burung gagak yang terlihat terbang di atas kota memicu kekhawatiran online bahwa burung-burung tersebut "berpesta di atas mayat orang mati".

Ribuan burung gagak terlihat berada di atas langit Kota Jingzhou, sebuah kota di dekat Kota Wuhan. (YouTube/ Wuhan News)
Ribuan burung gagak terlihat berada di atas langit Kota Jingzhou, sebuah kota di dekat Kota Wuhan. (YouTube/ Wuhan News)

Ribuan hewan itu tampak berkeliaran di jalanan kota sebelum beristirahat di jalan dan mematuk sesuatu di bawah mereka.

Dikutip dari Wikipedia bersumber pada buku berjudul "Crows: The International Wildlife Encyclopedia", burung gagak dikaitkan dengan berbagai simbol di banyak tempat atau negara.

Di beberapa kebudayaan dan mitologi, burung gagak kerap dikaitkan dengan sesuatu yang buruk. Di Eropa, gagak dipercaya sebagai burung peliharaan penyihir.

Di Indonesia, gagak di hutan dianggap dapat menjadi pertanda kesulitan yang bakal timbul.

Ada pula kepercayaan yang mengaitkan sate gagak untuk memanggil makhluk halus genderuwo serta sebagai pertanda akan adanya kematian di tempat tersebut.

Ilustrasi burung gagak. (Pixabay/ Ratnesh Kumar)
Ilustrasi burung gagak. (Pixabay/ Ratnesh Kumar)

Memiliki warna gelap dengan suara serak yang memekakkan telinga, hewan ini sering dikaitkan sebagai simbol dalam kebudayaan tertentu.

Bagi bangsa Babilonia, gagak adalah nama bulan ke-13 di kalender dan ia memiliki nilai sangat negatif.

Orang Yunani menganggap burung gagak sebagai hewan kutukan serta dianggap "terlalu gosip".

Dalam mitologi Yunani, burung gagak dikutuk karena tidak bisa menyelesaikan misi yang diberikan oleh Dewa Apollo.

Tak selamanya negatif, suku kuno Celtic menganggap burung gagak sebagai hewan suci karena memakan bangkai pahlawan yang mati dalam pertempuran.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Hewan Mitologi Asli Indonesia yang Mendunia: Dari Garuda hingga Ahool

4 Hewan Mitologi Asli Indonesia yang Mendunia: Dari Garuda hingga Ahool

Lifestyle | Rabu, 28 Mei 2025 | 13:38 WIB

Wuhan Promosikan Pariwisatanya, Warganet di Twitter Malah Ngamuk Ingat Awal Mula Virus Corona

Wuhan Promosikan Pariwisatanya, Warganet di Twitter Malah Ngamuk Ingat Awal Mula Virus Corona

Lifestyle | Senin, 05 Desember 2022 | 17:00 WIB

Terkini

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:43 WIB

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:41 WIB

PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas

PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 10:39 WIB

Dari Ruang Operasi ke Kamar Tidur, Empat Dokter Australia Kembangkan Kasur Berbasis Riset

Dari Ruang Operasi ke Kamar Tidur, Empat Dokter Australia Kembangkan Kasur Berbasis Riset

Health | Minggu, 27 September 2026 | 10:39 WIB

Semeru Erupsi 4 Kali pada Minggu Pagi, Warga Diminta Jauhi Sejumlah Zona Rawan

Semeru Erupsi 4 Kali pada Minggu Pagi, Warga Diminta Jauhi Sejumlah Zona Rawan

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:32 WIB

Vasektomi Bukan Pengorbanan Pria, tapi Bentuk Berbagi Tanggung Jawab

Vasektomi Bukan Pengorbanan Pria, tapi Bentuk Berbagi Tanggung Jawab

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:30 WIB

71.744 Sekolah Ditargetkan Direvitalisasi pada 2027, Wilayah 3T Jadi Prioritas

71.744 Sekolah Ditargetkan Direvitalisasi pada 2027, Wilayah 3T Jadi Prioritas

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:27 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Membaik, Sejumlah Taman Kota Kembali Dibuka

Kualitas Udara Pekanbaru Membaik, Sejumlah Taman Kota Kembali Dibuka

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 10:22 WIB

IHSG Anjlok Parah! Asing Bawa Kabur Rp559,16 Miliar dalam Sepekan

IHSG Anjlok Parah! Asing Bawa Kabur Rp559,16 Miliar dalam Sepekan

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 10:14 WIB

Resmi Dilantik, GEKRAFS Kota Cirebon Siapkan Etalase Digital dan Program Kreator Lokal

Resmi Dilantik, GEKRAFS Kota Cirebon Siapkan Etalase Digital dan Program Kreator Lokal

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 10:11 WIB

×